Siswi Bukittinggi Meninggal Akibat DBD


Selasa, 29 Maret 2016 - 04:02:05 WIB
Siswi Bukittinggi Meninggal Akibat DBD

BUKITTINGI, HALUAN — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bukittinggi kembali menelan korban jiwa. Kali ini, salah seorang pelajar SMPN 6 Bukittinggi, Viki Ferdian Putri (15) siswi kelas IX meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Yarsi Bu­kittinggi, Senin (28/3), sekitar pukul 05.50 WIB.

Dari Informasi yang dihimpun Haluan di lapangan, Viki Ferdian Putri meninggal setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan akibat penyakit DBD yang dideritanya.  Ia dirawat sejak Jumat (25/3) kemarin. Meski pada Sabtu (26/3) ia sempat diper­bolehkan pulang karena kondisinya yang sudah membaik, namun, kondisinya kembali turun pada Minggu malam sehingga ia kembali dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta (DKK) Bukittinggi, Syofia Dasmauli ketika dikonfirmasi mengatakan, sebelum dirawat di rumah sakit, Viki sempat dirawat seminggu di rumah orang tuanya di kawasan Koto Gadang, Kelu­rahan Koto Selayan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

“Informasi yang kita dapat bahwa kedua orang tuanya juga mengalami sakit serupa. Awal­nya yang sakit adalah ayahnya, kemudian ibunya, dan terakhir baru dia. Mungkin karena diang­gap sakit biasa, pihak keluarga masih belum memperiksakan ke puskesmas ataupun rumah sa­kit,” ujar Syofia.

Menurut Syofia, kondisi kor­ban sempat turun pada Jumat malam, bahkan trombosit kor­ban mencapai 8.000 per mikro- liter darah. Setelah diberikan perawatan sesuai prosedur, ak­hirnya trombosit Viki naik lagi mencapai 43.000. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban sendiri sudah dalam kondisi parah, bahkan dari badan korban sudah keluar bintik merah dari sekujur tubuhnya.

“Setelah mendapatkan pera­watan, kondisi korban sempat membaik, bahkan  Sabtu itu dia sudah diperbolehkan pulang, namun pihak keluarga menga­takan ingin menunggu korban benar-benar sudah pulih sepe­nuhnya,” jelas Syofia.

Kondisi korban, pada Minggu malam justru menunjukkan penu­runan kembali, hingga akhirnya pada Senin subuh sekitar pukul 05.50 WIB korban menghem­buskan nafas terakhirnya.

Terpisah, Direktur RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, Zulfa mengatakan belum bias mem­berikan komentar. Saya sedang berada di luar daerah, jadi saya masih belum dapat informasi lengkapnya,” ujar Zulfa.

Kepala Sekolah SMPN 6, Masrinal mengatakan bahwa pihak sekolah baru mengetahui bahwa korban meninggal setelah pihak keluarga korban meng­hubungi pihak sekolah.

“Dia salah satu murid yang berprestasi di sekolah kami, namun kita tidak menyangka akan seperti ini. Bahkan dia sempat sekolah pada hari Kamis (24/3) kemarin dan tidak terlihat seperti sakit. Yang libur hanya pada Sabtu itu dia tidak masuk sekolah kare­na dirawat,” kata Masrinal.

Mendapatkan informasi itu, lanjut Masrinal pihak sekolah beserta para siswa langsung men­jenguk ke rumah korban. “Sela­ma ini anaknya tidak banyak tingkah, dia anak yang baik dan semangatnya dalam belajar be­nar-benar keras. Kami pihak sekolah merasa kehilangan,” ungkapnya. (h/tot/ril)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]