H Novi Hendri

Doktor yang Suka Maota


Rabu, 30 Maret 2016 - 03:13:57 WIB
Doktor yang Suka Maota

Pembawaannya tenang, kharismatik dan penuh wibawa. Style dan gaya bicaranya, juga lantang. Kolaborasi dari sikap mental ini, seperti menegaskan bahwa dia adalah sosok yang tegar dan penuh percaya diri. Tak salah jika bandrol sebagai seorang organisatoris, juga pantas dilekatkan pada pria yang baru saja menyandang gelar doktor ini.

Dialah DR. H Novi Hendri SE M.Si, anak muda energik kelahiran Padang Panjang, 26 November 1976 silam. Ya, pada Minggu 27 Maret 2016 lalu, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Panjang ini baru saja diwisuda, setelah menye­lesaikan pendidikan S3-nya di Universitas Borobudur Jakarta.

Nama dan sosok Novi Hen­dri, jelas sudah tak asing lagi sebagian besar ma­sya­rakat Pa­dang Pan­jang. Tak lain dan tak bukan, suami tercinta Pus­pa Andayani, SE ini, adalah mantan Ketua DPRD Kota Padang Panjang 2009-2014. Di kalangan pemuda, Novi Hendri juga bukan ‘orang asing’, karena dia juga bekas orang nomor satu di KNPI Padang Panjang.

“Sejak masih sekolah, saya memang sudah suka ber­orga­nisasi dan berdiskusi (maota, red). Tentunya berdiskusi dan saling bertukar pikiran untuk hal-hal positif dan membangun. Selain ilmu yang akan terus bertambah, dengan rajin ber­diskusi juga akan membuka cakrawala dan semakin me­nambah wawasan,” terang Ke­tua PMI Padang Panjang jebolan Pasca Sarjana Unand 2002 ini.

Sedikit berbagi ilmu, Novi Hen­dri menyebut jika manfaat da­ri banyak melakukan diskusi akan sangat membantu dalam me­latih pelaksanaan sikap de­mo­krasi, melatih sikap saling meng­haragi dan toleransi, pe­ngem­­bangan kebebasan pri­ba­di, menambah pengetahuan dan pengalaman, serta me­num­buhkan daya fikir secara kritis.

“Selain mendapatkan pe­nge­tahuan yang lebih, diskusi juga dapat melatih ke­mam­puan da­lam berbicara. Diskusi bisa mengolah pembicaraan dengan baik, lebih berani dan percaya diri,” tandas pe­mang­ku gelar adat Datuak Bagindo Saidi itu gamblang.

Diskusi bagi Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Pa­dang Panjang itu, juga kerap dijadikannya sebagai bahan koreksi diri. Karena dalam setiap diskusi, jelas tidak semua yang kita katakan benar menurut umum. “Dari situlah kita dapat belajar bahwa kita juga harus bisa menerima umpan balik dari orang lain,” tandasnya.

Terpenting imbuh penyuka olahraga sepak bola ini, dengan berdiskusi, seseorang akan lebih terlatih untuk bisa menerima perbedaan, serta menjadi lebih kritis dengan keadaan. “Jika sudah terbiasa melakukan dis­kusi, kita akan lebih peka dengan masalah-masalah di sekitar,” tutup pria yang digadang-gadang sebagai the next candidate for Walikota Padang Panjang itu. (ryan syair)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]