Penambang Kucing-Kucingan dengan Petugas

Petugas Obok-obok Kawasan Tambang Ilegal


Rabu, 30 Maret 2016 - 03:16:05 WIB

BINTAN, HALUAN — Kawasan pertambangan pasir darat yang dilakukan secara ilegal dekat Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, berhasil diobok-obok petugas gabungan. Kendati demikian, nyatanya masih banyak penambang yang kucing-kucingan dengan petugas.

Bagaimana tidak, razia perdana yang amat jarang dilakukan ini informasinya sudah banyak yang bocor. Hal ini terlihat dari operasi yang dilakukan, dari beberapa lokasi hanya ada dua lokasi yang berhasil dirazia petugas. Selebihnya, justru terlihat tutup lebih awal seperti kawasan tambang milik Abun.

Padahal, selama ini kawasan Galang Batang sangat terkenal dengan aktifitas pertambangan pasir darat ilegal, namun kawasan tersebut terkesan kebal dari hukum dan banyak dugaan aktifitasnya dibekengi oknum aparat, sehingga dalam operasinya, para penambang selalu lepas dari jeratan hukum yang jelas-jelas telah melakukan pengrusakan alam.

Operasi yang dilakukan tim gabungan dari Polres Bintan, Satpol PP serta Polisi Militer itu hanya menyisir dua lokasi, dan berhasil menyita 6 set mesin penyedot pasir. Selain itu juga, sedikitnya ada 7 orang yang digiring ke Mapolres Bintan untuk dimintai keterangan.

Kabag Ops Polres Bintan, Kompol Agus Joko yang memimpin rombongan dilokasi mengatakan, pihaknya akan memintai keterangan mengenai izin-izin yang dimiliki penambang selama melakukan aktivitasnya karena para pekerja yang dimintai surat izin pertambangan belum bisa menunjukkannya.

“Kami sudah amankan dan kita tanyai soal izin-izinnya, tapi mereka (Penambang-red) belum bisa menunjukkannya kepada kita. Semua akan kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Agus, Selasa (29/3).

Ia menyakini kalau para penambang tidak memiliki surat-surat izin dari instansi terkait dalam melakukan aktifitasnya selama ini. Sebab, bila menggunakan izin pertambangan rakyat (IPR), Agus mengatakan, aktifitas yang dilakukan menggunakan mesin sedot. “Kalau izinnya IPR, tak mungkin karena pakai mesin. Tapi kita akan periksa dulu lah,” tambahnya.

Selain mengamankan para pekerja tam­bang serta sopir lori, petugas juga me­nga­mankan sejumlah alat bukti berupa 6 set mesin sedot, puluhan batang pipa, mesin air, serta keleng­kapan tambang lainnya. Agus mene­gaskan, polisi akan menindak tegas para pelaku pencurian kekayaan alam berupa pasir darat di Bintan.

Dalam operasi cipta kondusif dalam rangka menertibkan aktifitas ilegal, Agus me­nye­butkan pihaknya menurunkan 115 personil dan dibantu dari 1 pleton Satpol PP Bintan serta 1 regu Polisi Militer.

Pantauan di lapangan, selama razia petugas tidak mendapatkan perlawanan keras dari para pelaku tambang seperti razia-razia sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Satpol PP Bintan. Dalam evakuasi alat bukti dari tengah kubangan seperti danau, petugas menarik mesin penyedot menggunakan tali ke darat dan menaikkan keatas lori menggunakan mobil crane. (h/kep)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]