Banyak Keltan yang Belum Dirikan UPJA


Rabu, 30 Maret 2016 - 03:19:02 WIB

PARIAMAN, HALUAN — Sebagian besar kelompok tani di Kota Pariaman belum membentuk Unit Perawatan Jasa Alsintan (UPJA), padahal keberadaan UPJA penting di dalam kelompok dalam mengatasi kerusakan alat pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman, Agusriat­man kepada Haluan Senin (28/3) menjelaskan, total bantuan alsintan atau alat pertanian seperti traktor tangan sudah 120 unit di kelompok tani yang ada di Kota Pariaman.

Kondisinya sekarang, hanya 60 persen yang bisa dimanfaatkan efektif, 25 unit dalam kondisi rusak, dalam perbaikan dan 15 persen tak bisa dipakai lagi.

Perbaikan kerusakan alsintan di kelompok tani, ada yang secara mandiri, ada juga melalui bengkel keliling dari provinsi. Tapi kalau ganti ondeldil yang sifatnya berat, tetap harus dibiayai oleh kelompok tani.

“Kan sayang bantuan demikian perawatanya masih lemah, padahal fungsinya sangat penting bagi petani untuk membantu mengolah lahan pertanian sebagai langkah awal dalam mendongkrak produksi,” kata Agusriatman  juga didampingi Kabid Pengolahan Pemasaran Hasil dan Bina Usaha (PPH-BU), Nurdin.

Tahun 2015 kemarin, 22 kelompok tani telah menerima bantuan 22 unit traktor tangan. Selain bantuan traktor tangan juga ada bantuan pomppa air dan mesin perontok gabah.

Ke depan, kelompok tani yang ada akan diarahkan untuk membentuk UPJA dalam kelompoknya, sehingga dalam mengatasi persoalan Alsintan atau kerusakanya dapat diatasi melalui UPJA, karena UPJA ada AD/ARTnya.

Sampai kini baru ada 4 UPJA di kelompok tani padahal jumlah kelompok tani yang ada di Kota Pariaman sebanyak seratus lebih. (h/tri)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]