Syahrul Akhyar, 13 Tahun Berjuang Pertahankan Aset Telkom


Rabu, 30 Maret 2016 - 03:30:59 WIB

BANDUNG, HALUAN — Serikat Karyawan PT Tele­komunikasi Indonesia (Sekar Telkom) mempunyai Ketua Umum Baru, yaitu Syahrul Akhyar, setelah pemilihan Ketua Umum untuk periode 2013-2016 pada ajang Munas ke V. Syahrul dilantik menjadi ketua umum DPP Sekar Tel­kom Indonesia  di  Indigo Theatre, Komplek Corporate Uni­­ver­sity Telkom (CorpU), Bandung, Jawa Barat 2013 lalu dan berakhir 22 Maret 2016 digantikan oleh Asep Mulyana. Hasil dari Munas, Syahrul Akhyar diangkat se­ba­gai Ketua Majelis Pertim­bangan Organisai (MPO).

Sebelum memimpin DPP, Syah­rul Akhyar pernah me­mim­­pin Sekar Telkom Jateng dan DIY periode 2000-2008. Ia telah digadang-gadang oleh semua anggota Sekar Tel­kom wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta untuk me­mimpin Sekar Telkom In­do­nesia sejak 10 tahun yang lalu, yai­tu saat Mu­nas Se­kar Telkom ke II ta­hun 2003, ka­re­na me­­­mim­­pin pem­­ba­ta­lan nota ke­sepa­haman pen­jua­lan aset Tel­kom Jawa te­ngah dan DI Yog­ya­kar­ta kepada Indo­sat.

Perjalanan Ke­tum DPP Sekar Tel­kom cukup berat. Da­­­lam 4 Periode Ke­pe­ngurusan DPP Se­kar Telkom selalu saja diwarnai dengan isu-isu nasional yang me­nyang­kut Telkom, seperti kasus Al­berta/MGTI, Kode Akses SLJJ hingga terakhir Merger Flexi, selain perjua­ngan inter­nal di tubuh peru­sahaan. Belum lagi proses trans­for­masi bisnis yang dila­ku­kan Telkom beberapa ta­hun tera­khir, yang mau tak mau akan terkait dengan kar­ya­wan Tel­kom yang jum­lah­nya masih terbilang banyak diban­ding­kan operator-ope­ra­tor lain­nya. Selama meme­gang ama­nah Ketua Sekar Divre IV Semarang, Syahrul boleh di­ka­takan berhasil ber­sama karyawan lainnya meng­gagal­kan penjualan Telkom Divre IV itu.

Selama memegang ama­nah sebagai Ketua Umum Se­kar seluruh Indonesia da­lam tiga tahun itu, Syahrul berhasil tukar guling Mitratel dengan PT.TBIG kembali pada Tel­kom. Atas kepi­awai­an­­nya de­ngan kawan–ka­wan­nya, Sekar dalam waktu sing­kat kembali ke tangan Tel­kom.

Pada 2001 hingga 2008, waktu Syahrul menjabat Ke­tua Sekar Divre IV Semarang, ia sering demo hingga para direksi waktu itu cukup panik.  Ia menceritakan strategi yang ia lakukan dan berhasil tanpa demo pada kasus tukar guling Mitratel dengan PT.TBIG.

“Kalau bisa dilakukan dengan berdialog tak perlu demo. Peran Dirut Telkom, Alex J. Sinaga sangat berpihak pada perusahaan. Tentu peran DPR Komisi VI dan Komut. Sekar berhasil menghasilkan perjanjian kerja sama bersama yang ke-6 PKB yang dirun­dingkan dengan cukup cepat paling cepat dari semua PKB, yaitu 2 bulan, dari yang sebe­lum­nya hampir 1 tahun,” jelasnya.

Ia melanjutkan, perjanjian kerja bersama (BKB) 6 yang baru ini menunjukan adanya peningkatan kesejahteraan kar­yawan. Sekarang ini direk­si bersama sekar bertekad bulat untuk mencari solusi masalah pensiunan, khu­sus­nya  tahun 2002 kebawah yang belum tuntas.

“Inilah prestasi yang mem­­banggakan bagi kami pa­da kepengurusan Sekar perio­de 2013-2016. Saat itu saya diberi amanah sebagai ketua Sekar. PKB 6 yang sudah lama diperjuangkan tapi belum tembus, ini sekarang baru tembus pada era sekarang. Kami mencari terobosan ba­gai­mana duit yang ada pada dana pensiun kalau lebih akan dibagikan kepada pen­siu­nan,” tuturnya. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]