94 Desa di Bengkalis Pilkada Serentak


Kamis, 31 Maret 2016 - 03:40:02 WIB

BENGKALIS, HALUAN—Sebanyak 94 desa dari 159 desa di Kabupaten Beng­kalis, akan melaksanakan pemilihan Kepala Desa se­rentak tahun ini. Karenanya, salah satu agenda yang harus segera dilaksanakan Kades maupun Penjabat Kades dalam waktu dekat, adalah menyukseskan seluruh ta­hapan Pilkades serentak tersebut.

“Lakukan sosialisasi de­ngan baik dan ciptakan su­asana kondusif di tengah masyarakat, agar tidak ter­jadi gesekan dan konflik, sehingga pelaksanaan Pilka­des berjalan lancar dan da­mai,” pesan Bupati Beng­kalis, Amril Mukminin  usai mengambil sumpah dan me­lantik 4 Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) di Keca­matan Bukit Batu di hala­man Kantor Kepala Desa Batang Duku, Senin (28/3).

Terkait usulan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), H Amrizal agar dalam Pilkades serentak tersebut, setiap calon Kades yang beragama Islam harus pandai mengaji atau mem­baca Alquran, Amril meng­apresiasinya.

”Kalau memang ada ke­ten­tuan yang mengaturnya, ya silahkan saja. Namun jika tidak ada, jangan dipak­sakan.

Apapun persyaratan un­tuk setiap calon Kades pada Pilkades serentak, pijakan harus peraturan perundang-undangan. Tidak ada boleh ada yang bertentangan,” ujar Amril.

Sedangkan soal usul agar salah satu persyaratan calon Kades harus bebas narkoba dan dibuktikan melalui test urine dan juga test darah, Amril menyam­but baik. Sebagaimana juga dalam Pilkada, katanya, hal demikian memang dapat dijadikan salah satu per­syaratan.

Beberapa waktu lalu, Amrizal memang pernah mengatakan, akan mengu­sulkan kepada Pemkab Beng­kalis untuk Pilkades serentak tahun 2016 ini, setiap calon harus pandai mengaji atau membaca Al-qur’an.

Argumentasinya, karena pemimpin desa harus tahu dengan ilmu keagamaan islam, sehingga nantinya bisa melakukan pembim­bingan terhadap masya­rakatnya dengan baik.

“Kita usulkan kepada Bupati Bengkalis agar calon Kades harus pandai mem­baca Alquran, itu dima­sukkan sebagai salah satu syarat untuk mencalon diri sebagai Kades,” kata Am­rizal, kemarin.

Menurut Amrizal, me­nga­ji atau membaca Alqu­ran sangat penting diketahui oleh calon yang ingin men­jadi pemimpin desa, karena pemimpin desa itu me­ru­pakan pemimpin yang nan­tinya membimbing masyara­katnya.

“Bagi calon yang tidak bisa mengaji, maka dirinya meminta calon tersebut digugurkan dari penca­lo­nan­­nya,” usulnya.

Mantan Ketua Nadhatul Ulama Bengkalis ini me­nyam­paikan, persyaratan itu hanya berlaku bagi calon yang beragama Islam. Syarat ini diusulkannya, agar ma­syarakat yang berdomisili di pedasaan tahu dengan ilmu keagamaan dan menja­di­kan­nya sebagai pegangan dan sesuai dengan program magrib mengaji.

Sebab, kondisi saat ini, menurutnya, masih banyak masyarakat miskin di pe­desaan yang perlu peran serta dari kepala desa dalam melakukan pembinaan. “Ke­miskinan mendekatkan manusia dengan kekufuran, jadi jika kepala desanya bisa membimbing tentu saja hal ini tidak perlu terjadi, “ ujar Amrizal lagi.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Sungai Pakning, Hasby. Untuk me­mu­tus mata rantai pere­daran narkoba yang telah memasuki desa-desa di wila­yah Kabupaten Bengkalis, dia mengusulkan agar setiap calon Kades harus bebas narkoba. (man)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]