Tarif Angkutan Pantas Turun


Kamis, 31 Maret 2016 - 04:06:43 WIB

Dalam tahun 2016 ini pemerintah telah dua kali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), khu­susnya premium dan solar. Pertama 5 Januari, harga premium turun dari Rp7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter. Saat bersamaan, harga solar turun dari Rp6.700 per liter menjadi Rp5.650 per liter.

Kurang dari tiga bulan, tepatnya mulai 1 April pemerintah kembali menurunkan harga premium dari Rp6.950 per liter menjadi Rp6.450 per liter. Kemudian solar turun dari Rp5.650 per liter menjadi Rp5.150. Penurunan kedua jenis BBM ini Rp500.

Dari dua kali penurunan harga terse­but, premium sudah turun Rp850 dan solar turun Rp1.550. Ini suatu jumlah yang cukup signifikan. Tingginya penurunan harga solar dibanding premium dalam awal Januari 2016 mengingat solar se­bagian besar dikonsumsi untuk angkutan umum dan industri. 

Pemerintah sendiri melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said berharap harga BBM yang sekarang ini bisa dipertahankan hingga enam bulan ke depan sehingga ma­syarakat bisa menyusun rencana dengan baik.  Dan juga tidak terganggu naik turunnya harga BBM yang telalu berfluktuasi.

Menurut Sudirman Said, pemerintah tidak akan melepaskan harga BBM sepe­nuhnya pada mekanisme pasar. Karena itu, tugas pemerintah menjaga agar harga BBM tidak naik ataupun turun terlalu sering.

Penurunan harga BBM ini lebih terasa lagi karena pemungutan dana untuk keta­hanan energi sekitar Rp200 untuk pre­mium dan Rp300 untuk solar hingga kini urung dilakukan pemerintah. Dana ke­tahanan energi ini dimaksudkan untuk me­ngem­bangkan energi terbarukan.

Dari penurunan harga premium dan solar kali ini sangat tepat permintaan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perhubungan agar diiringi dengan penu­runan tarif transportasi.

Menurut Jokowi, jangan kalau harga BBM naik berkali lipat, tarif transportasi ikut naik. Tapi kalau harga BBM turun, tarif transportasi tak turun-turun.

Tentunya kita menunggu kebijakan selanjutnya dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk mengatur berapa besaran penurunan tarif transportasi untuk mengikuti penurunan tarif BBM.

Tak salah kiranya Organda Sumbar dan Organda kabupaten dan kota juga mulai mengancar-ancar besaran penurunan tarif angkutan umum yang nantinya diajukan kepada pemerintah daerah.

Penetapan tarif angkutan yang baru jika memang ada penurunan tarif ha­ruslah melalui penghitungan dan per­timbangan yang matang. Tak ada pihak yang merasa diuntungkan dan tak ada pula yang merasa dirugikan.

Penurunan tarif angkutan ini juga akan berdampak positif terhadap harga barang-barang kebutuhan pokok. Harga barang-barang bisa lebih murah. Nah, masyarakat banyak akan merasakan dampak dari penurunan harga BBM ini. ***

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]