Muhammadiyah Desak Polisi Tahan Tersangka Peroboh Sekolah


Kamis, 31 Maret 2016 - 04:19:45 WIB

SOLOK, HALUAN — Kasus penjualan asset dan pero­bohan  bangunan sekolah Muhammadyah  seakan dipetieskan saja. Warga Muhammadiyah mendesak kepolisian  menahan ter­sangka pelaku dan mengu­sut  tuntas kasus ini.

Ketua Ranting Muhammadyah Nagari Singkarak,Y.M Rangkayo Basa minta jajaran Polres Solok Kota untuk menahan tersangka  kasus penjualan asset dan pembongkaran bangunan sekolah Muhammadyah.

Karena sejak pihak kepolisian menetapkan adanya tersangka,sampai sekarang belum ada proses penahanan tersangka dan  kejelasan duduk per­karanya semakin kabur. Sepertinya, kasus ini sudah dipeti es-kan  saja. “Beberapa bulan yang lalu pihak kepolisian  telah menetapkan ter­sangka, akan tetapi tersanka itu tak pernah ditahan dan  sampai hari ini masih bebas berkeliaran. Tidak adanya penahanan ini menambah keyakinan warga Muhammadyah bahwa kasus ini telah hilang ditengah jalan,” ujar Y.M. Rangkayo Basa di Singkarak, Rabu (30/3).

Lebih jauh ia mengatakan,warga Muhamadyah berharap pihak kepo­lisian segera melakukan penahanan, karena  pembongkaran gedung seko­lah tanpa izin intitusi Muhammadyah  selaku pemilik bangunan itu telah menghilangkan bukti sejarah kebera­daan Muhammadyah di Nagari Sing­ka­rak. Dan bukti sejarah ini jauh lebih berharga dan diatas segala galanya.

Gedung sekolah yang dirobohkan itu merupakan bukti sejarah perjua­ngan Muhammadyah di Singkarak dalam memajukan dunia pendidikan. Dari bangunan itulah cikal bakal berdirinya SDN 1 Singkarak,SMPN 1 Singkarak,MAN Singkarak dan SMAN 1 Singkarak.

Atas inisiatif Walinagari Sing­karak,H.Arman,bangunan bersejarah itu pada tanggal  Juni 2015  diroboh­kan.  Kemudian diatas  tanah bekas bangunan itu dibangun gedung serba­guna oleh CV Aminah Kasih dengan sumber dana dari dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Solok atas nama Afrizal Can.

Dana Pokir Afrizal Can itu sendiri, sebenarnya diperuntukan untuk pem­bangunan jalan surau barensuk. Akan tetapi tanpa alasan yang jelas,tiba-tiba dana pembangunan surau barensuk dialihkan untuk pembangunan ge­dung serbaguna.  Parahnya lagi,kata Y.M Rangkayo Basa,reruntuhan ba­nguan yang merupakan asset Mu­hammadyah dijual oleh  direktur CV Aminah Kasih, untuk membayar upah tukang. “Sekarang, kami atas nama warga Ranting Muhammadyah Sing­karak memohon kepada pihak kepoli­sian untuk mengusut kasus perobohan gedung sekolah Muhammadyah ini sampai tuntas. Dan kami juga minta pihak Pemerintah Kabupaten Solok mengembalikan status dan fungsi bangunan sekolah seperti se­mula,” kata Y.M.Rangkayo Basa.

Sementara itu Kapolres Solok, Kota,AKBP Tommy Bambang Ira­wan melalui Kasat Reskrim,AKP Natun  ketika  dikonfirmasi haluan,  mem­bantah kasus ini dipei es-kan. Kasus pembongkaran gedung sekolah Mu­ham­madyai ini sedang dalam proses.

Pihak Polres Solok Kota telah mengirimkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Solok beberapa waktu yang lalu. Kemudian pihak Kejaksaan Negeri Solok mengembalikannya lagi berkas itu untuk dilengkapi. “Saat ini kita sedang melengkapi bahan yang diminta pihak kejaksaan itu,”kata AKP Natun. (h/eri)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]