Perusahaan Tanpa Izin

Pemko Padang Mereka Dibohongi


Kamis, 31 Maret 2016 - 04:40:27 WIB

PADANG, HALUAN — Aksi nekad tiga perusahaan yang disebut beroperasi tanpa izin, menambah deretan praktik serupa di Padang sejak 10 bulan terakhir. Perusahaan itu sebagian membahayakan lingkungan mulai dari pabrik tahu hingga limbah cangkang sawit.

Menurut Kepala Bapedalda Kota Padang Edy Hasymi ditemukanya tiga perusahaan,  dua perusahaan bergerak di bidang batching plant, PT Mitra Beton Indonesia dan PT Satika. Sedangkan satu perusahaan lain bergerak di usaha cangkang sawit. Lamanya perusahaan terse­but beroperasi ada yang 10 bulan, tiga bulan dan itu tidak diketahui.

Dengan adanya limbah yang ditimbulkan dari perusahaan ter­sebut, barulah bisa diketahui. Kalau usaha tersebut tidak ada limbah mungkin mereka bisa membuka usaha bertahun lamanya.

“Kita tahunya ketika ada limbah yang mengancam kesela­matan warga. Terkait izin itu kewenangan Disperindagtamben Kota Padang untuk memantau usaha yang berada di bawah naungannya,”papar Edy Hasmy.

Ia menambahkan, sejauh ini memang masih ada perusahaan yang memiliki limbah ditemukan di Kota Padang. Mereka ber­operasi tanpa izin, jika sudah ditemukan limbahnya dan di­min­ta izin usaha tidak bisa me­nunjukkan. Secara nyata dan lang­sung akan ditutup saat itu juga.

“Kita tidak langsung menu­tup jika ada itikad baik dari perusahaan tersebut untuk me­ngu­rus izin. Jika tidak ada akan kita tutup saja seperti yang kita lakukan beberapa waktu lalu itu,”tegasnya.

Sementara itu, Walikota Pa­dang Mahyeldi Ansharullah ke­marin juga berkomentar bahwa ke depan tidak akan ada lagi perusahaan yang berani seperti itu. Akan ditindak, baik secara hukum maupun menutup peru­sahaan tersebut.

“Kalau merugikan warga akan kita tindak saja. Ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi,”papar Mahyeldi.

Begitu juga dengan PT Semen Padang yang ingin mengambil bahan baku harus ada izin, tam­bah Mahyeldi. Karena apapun usaha yang dilakukan di Kota Padang sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2011 tentang izin gangguan.

Pengawasan dari Dispe­rin­dag­tamben terhadap usaha yang berada di bawah naungannya sangat kurang. Terbukti masih adanya perusahaan yang ber­operasi cukup lama tanpa izin. Sayangnya, Kepala Disperin­dagtamben Kota Padang Hen­drizal Azhar ketika Haluan berkunjung ke Kantornya di Khatib Sulaiman tidak berada di lokasi. Dihubungi melalui via ponsel tidak menjawab, baik SMS maupun telepon.

Pantauan Haluan di Simpang DPRD Tunggul Hitam pada Perusahaan Cangkang Sawit memang tidak ada tanda-tanda beroperasi lagi. Aceng yang dipercaya mengelola usaha ter­sebut mengaku tidak tahu me­nahu kalau soal izin. Karena dia hanya sebagai pengelola saja, namun usaha itu sudah tidak beroperasi lagi.

Untuk dua perusahaan lain­nya yang dianggap bekerja sama dengan PT Semen Padang yakni PT Mitra Beton Indonesia dan PT Satika kemarin (30/3) me­mang tidak beroperasi. PT Sar­tika yang memiliki limbah yang cukup berbahaya bagi kesehatan yakni semen dan campuran batu yang ada di aliran air juga di segel Pemko Padang. Menurut Masya­rakat setempat usaha tersebut memang belum lama beroperasi.

“Kalau izin dan tidak berizin kami tidak tahu. Karena adanya pencemaran air akibat peru­sahaan itu, makanya kami me­ngadu ke Pemko Padang. Kalau tidak ada pencemaran mungkin perusahaan itu terus beroperasi tanpa izin. Saya berharap Pemko bisa mengawasi setiap usaha yang berdiri. Tidak mungkin rasanya Pemko tidak tahu ada peru­sahaan yang berdiri, paling tidak RT atau RW, lurah pasti tahu. Saya sebagai masyarakat tidak paham soal itu,”papar Munir, warga Lubuk Kilangan. (h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]