Seminar di ITP

PLTN Berisiko, Potensi Energi Terbarukan Banyak


Kamis, 31 Maret 2016 - 15:55:45 WIB
PLTN Berisiko, Potensi Energi Terbarukan Banyak Seminar Nasional ITP tentang Energi Terbarukan dalam rangkaian Dies Natalis ITP ke-43, Rabu (30/3) di Kampus ITP. (WINDA) ?

PADANG, HALUAN — Ban­yak modal dasar yang harus di­miliki Indonesia untuk men­jamin ketahanan energi di masa datang dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan khu­sus­nya panas bumi, tenaga surya, tenaga air dan energi laut.

Pasalnya, energi ter­baru­kan ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat setempat.  Jadi Indonesia belum perlu membangun Pe­m­bangkit Listrik Tenaga Nuk­lir (PLTN).

Baca Juga : Sebanyak 2.500 Pedagang Pasar di Kota Padang Divaksinasi

Demikian disampaikan anggota Dewan Energi Nasio­nal (DEN) Rinaldy Dalimi dalam seminar nasional yang diselenggarakan Institut Tek­no­logi Padang (ITP) dengan tema ‘Ketahanan Energi Nasio­nal dan Implementasi 35.000 MW terhadap Sumbar,’ Rabu (30/3) di Aula kampus ITP.

Seminar yang digelar da­lam rangka Dies Natalis ITP ke-43 tersebut dibuka Asisten II Setdaprov Sumbar Syafrud­din. Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Zulfa Eff Uli Ras, Rektor ITP Hendri Nofrianto dan segenap pimpinan ITP, diikuti mitra kerja, mahasiswa dan juga instansi pemerintah.

Baca Juga : Hari Ini, Pedagang Pasar Raya Melakukan Vaksinasi

Selain itu, ITP juga menda­tangkan pembicara Agung Pra­setyo, mewakili Dirjen Ke­men­terian ESDM, Kepala Sub­direk­torat, Tenaga Teknik Ke­te­nagalistrikan Mira Suryastuti dan Edrizal dari Dinas ESDM Provinsi Sumbar.

Menurut Rinaldy, PLTN berisiko tinggi untuk Indonesia karena berada di daerah gem­pa. Selain itu, Indonesia masih mempunyai potensi energi yang cukup dan tidak berisiko. Di samping itu Indonesia belum siap dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), pen­yedia­an bahan bakar nuklir, dan dalam menangani tekno­logi pengayaan uranium.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Kamis 04 Maret 2021

Sebaliknya, pemanfaatan energi terbarukan tidak me­mi­liki risiko yang berbahaya, lebih bersih dan tidak me­nim­bulkan polusi dibandingkan dengan PLTN. Biaya pro­duk­si­nya pun saat ini sudah jauh lebih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Kita masih memiliki po­tensi energi terbarukan yang melimpah, aman dan murah. Apabila ini dikelola dengan baik, kita tidak saja memenuhi kebutuhan listrik nasional namun juga mengurangi ke­ter­gantungan terhadap energi fosil,” ujar Rinaldy.

Baca Juga : Ini Tanggapan Hendri Septa soal Siapa Wakil Walikota yang Mendampinginya

Energi mempunyai pe­ra­nan yang sangat penting dan menjadi kebutuhan dasar da­lam pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, energi harus digunakan secara hemat, rasio­nal dan bijaksana agar kebu­tuhan energi pada masa se­karang dan yang akan datang dapat terpenuhi.

“Oleh karena itu, masing-masing daerah harus me­man­faat­kan potensi yang ada di daerahnya masing-masing un­tuk memenuhi kebutuhan en­er­ginya,” imbaunya.

Asisten II Setdaprov Sum­bar Syafruddin mengimbau per­guru­an tinggi agar turut berperan serta dalam pengem­bangan energi terbarukan, mengingat SDM masya­rakat lokal yang masih rendah. “Kita jangan memanjakan teknologi bangsa asing, tapi cipta­kan teknologi sendiri,” papar Syafruddin.

Edrizal, dari Dinas ESDM Provinsi Sumbar menjelaskan bahwa secara umum ke­ter­sedia­an listrik di Sumbar sang­at cukup untuk mendukung per­tumbuhan ekonomi di Sumbar.

Sementara itu, untuk pe­ngem­bangan pembangkit lis­trik 35.000 MW dari sektor energi terbarukan, pemerintah telah mengambil kebijakan di antaranya membuat perda ten­tang ketenagalistrikan, mela­kukan inventarisasi potensi energi baru dan terbarukan yang dapat dikembangkan.

Kemudian, membangun PLTMH dan Pikohidro setiap tahun, mengembangkan kelis­tri­kan bagi daerah terisolir melalui tenaga surya, angin dan gelombang. Serta sejumlah kebijakan lainnya.

Untuk pembangunan infra­struktur kelistrikan di Sumbar, dibutuhkan peran serta semua pihak termasuk pemerintah daerah untuk mengantisipasi hambatan sosial, khususnya pada proses pembebasan tanah dan hal-hal lainnya.

Terakhir Rektor ITP Hen­dri Nofrianto berharap, mela­lui seminar ini dapat me­num­buh­kan kepedulian semua pi­hak terhadap pentingnya ke­daulatan energi dan keta­hanan­nya di masa datang. (h/win)

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]