Kasus Alih Fungsi Tahura

Dirut PT RAKA Akhirnya Dijebloskan ke Lapas


Kamis, 31 Maret 2016 - 16:06:09 WIB

PEKANBARU, HALUAN —Direktur Utama (Dirut) PT Riau Agung Karya Abadi, Andre alias Heri, terpidana 3,5 tahun dalam kasus kehutanan akhirnya di­jeb­los­kan di Lem­baga Pe­masya­rakatan Klas II A Pekanbaru, untuk menjalani hukuman.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Umum Kejak­saan Negeri Pekanbaru, Adi Kadir, membenarkan hal ter­sebut. Dikatakan Adi Kadir, Andre yang juga merupakan Dirut PT Mekarsari Alam Lestari (MAL) tersebut dita­han sejak Senin (28/3) kemarin.

Sebelumnya, kata Adi Ka­dir, Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ter­sebut, yakni Syafril dan Zur­wandi, dari Kejaksaan Tinggi Riau telah melakukan pe­mang­gilan secara patut terhadap Andre melalui Penasehat Hu­kum­nya, untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung.

“Pada Senin (28/3) ke­marin, dengan didampingi PH-nya, terpidana Andre alias Heri mendatangi JPU. Selanjutnya oleh JPU, terpidana langsung dibawa ke Lapas Pekanbaru untuk dilakukan penahanan,” ungkap Adi Kadir di ruangan­nya, Rabu (30/3).

Terpisah, JPU Syafril juga mem­benarkan terkait pena­hanan Andre. Dikatakannya, Andre alias Heri bersama PH-nya memenuhi panggilan JPU sekitar pukul 08.30 WIB un­tuk menyerahkan diri.

“Selanjutnya, kita (JPU, red) kita buatkan berita acara­nya. Sekitar pukul 09.00 WIB, langsung kita bawa ke Lapas,” jelas Syafril.

“Dia kooperatif, tidak kita tangkap (eksekusi paksa,red). Dia menyerahkan diri,” lanjut­nya menegaskan.

Seperti diwartakan se­be­lum­nya, Andre alias Heri din­ya­ta­kan bersalah oleh majelis hakim Mahkamah Agung (MA) dalam kasus kehutanan, yaitu perambahan dan penga­lihfungsian Tanaman Hutan Rakyat (Tahura) yang men­cakup wilayah tiga kabupaten/kota di Riau, dan divonis se­lama 3,5 tahun.

Salinan petikan putusan dari MA Nomor : 2114 K/Pid.Sus/2014, yang ditanda­tangani majelis hakim MA yang diketuai Salman Luthan, dengan hakim anggota masing-masing Sumardijatmo dan Margono, serta dimusya­warah­kan pada 18 Agustus 2015 tersebut, diterima pihak PN Pekanbaru pada 21 September 2015 lalu.

Dalam salinan petikan pu­tu­san tersebut dinyatakan ka­lau majelis hakim MA menga­bulkan permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sehingga pu­tusan­nya yakni menghukum Andre alias Heri dengan pi­dana selama 3 dan 6 bulan, dan denda. sebesar Rp2 miliar subsider 8 bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti melanggar aturan tentang kehutanan.

Sebelumnya, dalam kasus yang sempat bergulir ke ranah peradilan, tepatnya di PN Pe­kan­baru. Pada 4 Nopember 2013 silam, Andre alias Heri juga divonis bebas dan lolos dari jeratan hukum. Padahal JPU menuntut dengan sanksi pidana selama 4 tahun penjara karena diduga melanggar Pasal 50 ayat (3) huruf (a) jo Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 41 tentang Kehutanan. Putusan PN Pe­kan­­baru tersebut membuat gelombang protes dari masyarakat.

Dalam kasus lain, yakni pemalsuan surat tanah seluas lebih kurang 600 Ha atas tanah yang berada di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Dirut PT RAKA tersebut malah divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Sebelumnya, PN Sri Sri Indrapura men­jatuh­kan vonis selama 3 tahun.

Menanggapi putusan PT Pekanbaru tersebut, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Sri Indrapura langsung menyatakan kasasi ke MA. Saat ini, JPU tengah menyusun memori kasasi untuk di­sampai­kan ke MA. (hr/dod)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 12 Februari 2016 - 03:17:00 WIB

    Bupati Karimun Diminta Lantik Dirut PDAM

    KARIMUN, HALUAN — Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Kari­mun Datuk Panglima Muda Azman Zainal mendesak Bupati Karimun Aunur Rafiq untuk segera melantik Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]