Dewan Prihatin Sekolah Tak Berdinding


Jumat, 01 April 2016 - 03:40:31 WIB
Dewan Prihatin Sekolah Tak Berdinding

PEKANBARU, HALUAN—Sekolah Dasar Negeri 135 Negeri Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, terlihat memprihatinkan. Hal ini terlihat ketika anggota DPRD Kota Pekanbaru, dari fraksi Gabungan, Zulfan Hafiz. secara langsung mengunjunggi SD tersebut, Rabu (30/3).

Dalam kunjungan Zul­fan Hafiz bersama sejumlah awak media, menyaksikan bangunan sekolah yang te­lah berdiri sejak tahun 2010, itu memang sangat mem­perihatinkan. Sekolah yang berada di pinggir jurang dengan daya tampung bisa hanya menampung sekitar 80 siswa dengan ukuran seluas 3x10 meter ini, dika­takan sangat tidak layak.

“Kalau kita lihat me­mang kondisi bangunan jauh dari kata layak dan sangat luar biasa,” kata Zulfan. Dapat dilihat secara lang­sung kata Zulfan, dua ba­ngunan sekolah itu dua lokal sama-tidak memiliki din­ding. Selain lantainya becek, siswa yang belajar di kelas langsung dapat memandang kebun sawit yang berada berbatasan langsung dengan ruang kelas, sehingga siswa dapat bebas memandang ke luar tanpa ada pembatas.

“Sangat bertolak bela­kang, ketika Kota Pekan­baru ini menuju kota Met­ropolitan, namun apa, apa­kah ini yang dikatakan kota menuju Metropolitan. Ha­bis Metropolitan tentu mega politan. Jika sekolah seperti ini dibiarkan, menuju kota metropolitan apa,”tegas Zulfan di sela kunjungan ke sekolah itu kemarin dengan nada tinggi.

Dalam kunjungan terse­but, Zulfan Hafiz langsung didampingi dua orang guru yang bersatus Guru Bantu (GB) Provinsi Riau. Guru Oki dan suaminya Rendi yang juga mengajar di se­kolah itu. Menurut guru kelas tersebut, mengenai kondisi sekolah ini memang demikian adanya, selain tidak layak juga berpe­nga­ruh terhadap psikologi sis­wa.

Siswa “Memang kita per­nah mengajukan permo­ho­nan bantuan ke Pemko, namun sampai saat ini, se­jauh mana realisasinya tidak diketahui lagi,” kata Oki saat berbincang dengan Zul­fan Hafiz.

Meski kondisi itu demi­kian, sekolah yang mayoritas siswanya dari keluarga tidak mampu, namun waktu pro­ses belajar mengajar sama dengan sekolah biasanya.

“Jelas kami akui sekolah ini memprihatinkan, namun mau tak mau, memenuhi kebutuhan pendidikan anak sekitar lingkungan sekolah ini, harus tetap berjalan seperti waktu belajar se­kolah lainnya.,”ujar Oki dihadapan wartawan.

Namun kata Oki, yang sedihnya siswa, dalam soal keuangan. Hampir rata-rata katanya, orang tua siswa tidak mampu memberikan belanja pada anak mereka.

Mendengar penuturan guru ini Zulfan Hafiz, kem­bali mengatakan, ketika melihat suasan kota, kala­ngan masyarakat yang ma­pan hanya melihat dari segi megahnya kota Pekanbaru, Namun ketika melihat ke pelosok kota, jelas mem­prihatinkan.

Bahkan kata Zulfan Ha­fiz, sekolah seperti ini ben­tuk bangunannya, dapat dibandingkan dengan kan­dang. Dengan kondisi be­gini, jelas pemerintah yang selama ini tidak memper­hatiankan soal pendi­di­kan. ”Ini jelas tangung jawab Pemerintah Kota Pe­kan­baru, karena ini berada di wilayah kota Pekan­baru,” jelas Zulfan.

Bahkan Zulfan sempat mepertanyakan, siapa saja pejabat yang pernah ber­kunjung ke SD Negeri yang memiliki lambang Pemko Pekanbaru tersebut.

“Jika begini apakah ma­sih pantas kita sebut pemeritah serius dengan soal pendidikan, saya rasa ini sama saja membohongi masyarakat,” imbuh Zulfan Hafiz. (ben)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]