Kisruh STAI-SNI Kian Meruncing


Jumat, 01 April 2016 - 03:52:36 WIB

SOLOK, HALUAN — Hampir dua minggu berlalu, Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah (STAI-SNI) kini ibarat ayam kehilanga induk. Pasalnya, hingga saat ini, para pemimpin STAI tidak lagi muncul ke kampus, begitu juga Ketua Yayasan tidak jelas dimana ke­beradaannya.

Pasca pemecatan Ketua Yayasan oleh mahasiswa beberapa bulan lalu, proses belajar mengajar normal, namun sejak Januari 2016 Yayasan mengganti lagi Ke­tua STAI yang sebelumnya dijabat Muharizal digan­tikan oleh Masri Elmahsyar Bidin. Hanya berselang dua bulan menjabat Ketua ST­AI, Masri kembali digoyang mahasiswa.

Mahasiswa menilai, Mas­ri tidak memenuhi per­syaratan untuk memimpin STAI, tidak heran sejak dua minggu lalu, Masri tidak lagi menampakan diri ke kam­pus STAI yang terletak di jalan Sech Kukut Kota So­lok ini. Padahal, sesuai ka­len­der akademik, 12 Maret 2016 akan dilaksanakan wisuda mahasiswa. Praktis wisuda tertunda karena ge­jolak mewarnai lagi kampus STAI.

Akibat tidak munculnya Ketua STAI yang di SK kan Yayasan Pembangunan Pe­ngem­bangan Pendidikan Solok Nan Indah (YP3SNI) itu, perkuliahan sepertinya lesu saja, dosen ada yang tidak hadir ke kampus se­mentara mahasiswa juga demikian. Begitu juga pela­yanan administerasi juga terlihat lesu karena tidak jelas siapa yang akan mem­beri komando.

Ketua STAI-SNI, Masri Elmahsyarbidin yang dikon­firmasi Haluan melalui tele­pon genggamnya membe­narkan masalah STAI yang sedikit rumit ini. Pasalnya ada konspirasi jahat baik di internal STAI sendiri, baik itu oknum dosen dan oknum mahasiswanya sehingga ST­AI saat ini kacau.

“Buktinya, oknum dosen yang membuat kacau itu berhasil memgagalkan wisu­da yang sedianya diren­canakan 12 Maret, dan ma­ha­siswa yang merupakan calon intelektual terpe­nga­ruh pula oleh hasutan dari dalam STAI sendiri. Mereka itu tidak ingin STAI berkem­bang sesuai standar nasional pendidikan,” sebutnya.

Pihak yayasan dan pim­pinan sudah bertekat me­laksanakan wisuda 12 Maret lalu, namun diboikot oleh oknum mahasiswa dibawah kendali oknum dosen dan kampus digembok dan me­larang mahasiswa lain untuk mendaftar wisuda. “Oknum mahasiswa lebih mendengar penjelasan yang tidak berda­sar ketimbang dokumen resmi dari Kementerian Agama,” beber Masri. (h/alf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]