Penyanderaan 10 WNI

Keselamatan ABK Jadi Acuan Pemerintah


Jumat, 01 April 2016 - 03:54:53 WIB

JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Indo­ne­sia saat ini tengah mengupayakan penye­la­matan 10 warga negara Indonesia yang di­tahan militan Filipina Abu Sayyaf. Me­reka merupakan anak buah kapal korban pem­ba­jakan. Menteri Luar Negeri Indonesia Ret­no Marsudi mengatakan, koordinasi dan ko­munikasi dalam tiga hari terakhir se­makin diintensifkan. “Komunikasi saya de­ngan Menlu Filipina sangat intensif. Ko­munikasi terakhir saya lakukan pagi ini pu­kul 08.13,” katanya kepada wartawan, Ka­mis (31/3).

Secara paralel, ia melanjutkan, kolega lain juga melakukan komunikasi dengan para rekan mereka di Filipina. Indonesia juga terus mendapat Informasi mengenai pergerakan, posisi dan kondisi para sandera.

Belum diketahui pasti apakah Indonesia akan membayarkan uang tebusan yang diminta militan untuk membebaskan kor­ban. Sejauh ini penjajakan pilihan terbaik terus dilakukan. Kementerian pun telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga ABK. “Sebagaimana yang saya sampaikan Selasa lalu, keselamatan ABK menjadi acuan utama kita,” tegas Retno.

Sebelumnya, Kementerian menerima in­formasi adanya dua kapal berbendera In­donesia yang dibajak dan penyanderaan 10 WNI di perairan Filipina. Dua kapal ter­sebut diketahui kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang mem­bawa tujuh ribu ton batubara dalam perja­lanan dari Sungai Puting (Kali­mantan Selatan) menuju Batangas di Fililina Sela­tan. (h/okz)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]