Pohon Kelapa Ditebang Secara Masif

Harga Kelapa di Pessel Tinggi


Jumat, 01 April 2016 - 03:59:19 WIB

PAINAN, HALUAN — Alih fungsi lahan menyebabkan tingginya harga komoditas kelapa. Harga satu buah kelapa mencapai Rp3.000 di Pessel.

Menurut konsumen, harga ini dibilang harga fantastis, sebab biasanya untuk satu butir kelapa hanya seharga Rp1.000 sampai Rp1500. Akiat kenaikan harga itu, masyarakat harus merogoh kocek lumayan banyak untuk mendapatkan kelapa untuk keperluan memasak.

Nurleli (55), warga Pai­nan Timur mengatakan, naik­­nya harga kelapa me­nam­bah beban ibu rumah tangga saat berbelanja kebu­tuhan dapur. “Apalagi bagi kami yang berda­gang lon­tong, otomatis biaya untuk pembuatan lontong ber­tam­bah,” ungkap Nurleli di Pai­nan, Kamis (31/3).

Yunus (45), pemasok ke­la­pa dari Kambang ke sejum­lah pasar mengaku, akhir-akhir ini kelapa memang mulai sulit didapatkan. Aki­batnya, harga kelapa di pa­saran meningkat.

“Saya membeli kelapa di kampung-kampung seharga Rp2.000 per buah. Bahkan untuk kelapa kualitas super saya beli seharga Rp2.500 per buah. Dengan demikian, saat dijual ke pasar, harganya harus saya tingkatkan untuk menutupi biaya operasional,” beber Yunus.

Terjadi penebangan pohon kelapa secara masif

Terkait melambungnya harga kelapa, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pessel, Mazwar D meyakini, saat ini telah terjadi alih fungsi lahan besar besaran di Pesisir Selatan, yang me­nyebabkan menurunnya pro­­duksi kelapa.

“Lahan perkebunan kela­pa milik masyarakat di Pessel semenjak 15 tahun terakhir telah disulap menjadi lahan perkebunan sawit, atau per­kebunan kakao dan lainnya. Bahkan pada beberapa tem­pat yang selama ini dikenal sebagai penghasil kelapa, te­lah pula berubah menjadi per­kebunan sawit,” ungkap­nya.

Menurutnya, pene­bangan pohon kelapa terjadi secara massif dan sulit diken­da­likan. Inilah faktor utama kenapa produksi kelapa kian menu­run di Pessel. Se­men­tara warga yang menanam kelapa sebagai pengganti tanaman yang ditebang su­dah sangat jarang. Penye­babnya, tidak ada lagi tempat yang dialo­ka­sikan untuk tanaman terse­but.

“Penebangan kelapa, se­lain untuk kebutuhan pe­ngem­bangan perkebunan sa­wit, juga untuk kebutuhan perumahan. Kini, pohon kela­pa sudah menjadi bahan uta­ma untuk pembangunan ru­mah atau bangunan lainnya,” sebutnya.

Ia menambahkan, kawa­san yang pohon kelapanya menurun drastis tersebut ada­lah Pancung Soal, Linggo Sari Baganti, Ranah Pesisir, Le­nga­yang, Sutera dan Batang Kapas. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:59:20 WIB

    Investor Kembali Main Saham Gegara Harga Emas Melemah

    Investor Kembali Main Saham Gegara Harga Emas Melemah HARIANHALUAN.COM - Harga emas jatuh pada hari perdagangan Jumat (11/7/2020) waktu setempat. Hal ini karena kenaikan dalam ekuitas AS memangkas jalur kenaikan emas..
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 20:45:57 WIB

    Mengintip Kisaran Harga Sapi Kurban, Paling Murah Rp16 Juta

    Mengintip Kisaran Harga Sapi Kurban, Paling Murah Rp16 Juta HARIANHALUAN.COM - Pedagang sapi mulai semarak di sejumlah wilayah di Jakarta menjelang Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli ini. Harga sapi untuk kurban beragam, paling murah Rp 16 juta..
  • Kamis, 09 Juli 2020 - 10:33:07 WIB

    Harga Pertalite di 50 SPBU Turun Jadi Rp 6.450

    Harga Pertalite di 50 SPBU Turun Jadi Rp 6.450 HARIANHALUAN.COM - PT Pertamina (Persero) menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan harga Rp 6.450/liter. Biasanya Pertalite dijual dengan harga Rp 7.650/liter, namun kini harganya dijual mirip dengan jenis Prem.
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 09:46:25 WIB

    Daftar Harga Sepeda Lipat Pacific Termurah, Cuma Rp3 Jutaan

    Daftar Harga Sepeda Lipat Pacific Termurah, Cuma Rp3 Jutaan HARIANHALUAN.COM - Sepeda lipat Pacific tidak selalu dibanderol dengan harga selangit. Ada pula sepeda lipat Pacific yang dijual dengan harga murah meriah. .
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 07:15:19 WIB

    Kabar Baik, Pertalite Turun Harga Jadi Rp6.450 per Liter

    Kabar Baik, Pertalite Turun Harga Jadi Rp6.450 per Liter HARIANHALUAN.COM – Kabar gembira datang dari PT Pertamina yang menurunkan harga bahan bakar untuk jenis Pertalite menjadi Rp6.450 per liter. Harga tersebut baru sudah mulai efektif sejak 5 Juli hingga 31 Agustus 2020..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]