Isu Reshuffle Menggelinding di Istana


Jumat, 01 April 2016 - 04:38:02 WIB

JAKARTA, HALUAN — Di tengah langkah penurunan harga BBM, spekulasi reshuffle kabinet Jokowi kembali menghangat. Sejumlah tokoh, Kamis (31/3) kemarin terlihat keluar masuk istana, mulai dari Ketum Partai Hanura, Wiranto, Menko Kemariti­man, Rizal Ramli, Menko Perekonomian Darmin Nasution, hingga pengusaha Erick Tohir.

Dari keempat tokoh tersebut, tingkah Erick Tohir membentangkan sejuta tanda tanya. Boss Inter Milan ini meninggalkan istana lewat pintu samping dan terkesan mengelak dari warta­wan. Padahal, saat ia menghadap presiden ketika hendak menyiap­kan turnaman sepakbola Piala Presiden tahun 2015 lalu, Erick begitu akrab dengan wartawan.

Bahkan, sebelumnya, Senin (28/3), Presiden Jokowi men­dadak melakukan pertemuan diam-diam dengan pengusaha Arifin Panigoro dan mantan Menteri Perdagangan era Pre­siden ke-6 Susilo Bambang Yu­dhoyono (SBY), M. Lutfi.

Ihwal pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Lutfi enggan berkomentar. Dia hanya me­ngatakan agar awak media me­nunggu suatu kejutan pada Kamis 31 Maret 2016. “Nanti tunggu saja hari Kamis saya ya. Saya kasih tahu hari Kamis,” ujar Lutfi waktu itu.

Sementara di tempat yang sama pengusaha Arifin Panigoro, mengaku, Presiden Jokowi akan memberikan jabatan kepadanya yang lebih dari menteri. “Lebih dari itu (menteri),” singkatnya.

Pada saat bersamaan, sejum­lah tokoh politik yang belum terga­bung dalam koalisi peme­rintah, seperti Golkar, PAN, PPP, PKS dan Ge­rindra, berkumpul di kantor PKS di Jakarta, Kamis (31/3).  Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang sudah menyatakan mendukung pemerintah tidak memper­masa­lah­kan waktu reshuffle.

“Kalau reshuffle sekarang tidak apa-apa,” kata Ical di Kan­tor PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016).

Menurutnya, reshuffle kabi­net tidak perlu menunggu pelak­sanaan Munas Golkar. Munas rekonsiliasi itu sendiri rencana­nya berlangsung bulan Mei ini. “Insya Allah (Mei),” ujarnya.

Ical menegaskan, dukungan Golkar ke pemerintah bukan demi jatah kursi menteri. Sebe­lum Golkar, PAN juga sudah lebih dahulu mendukung pemerintah.

“Emang Golkar ingin dapat? Dukung pemerintah bukan untuk dapat posisi,” ucap Ical.

Ical bersama Ketum Gerin­dra Prabowo Subianto, Ketum PPP Djan Faridz, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Presiden PKS Sohibul Iman berkumpul lagi setelah sekian lama. Kantor PKS dija­dikan lokasi temu kangen.

Zulkifli Hasan yang datang setelah Ical pun sempat ditanya soal reshuffle. “Itu urusan pre­siden,” jawabnya.

Dua Matahari

Tokoh lain yang juga datang ke istana adalah  Menko Kema­ritiman Rizal Ramli. Soal re­shuffle ia menegaskan itu sepe­nuh­nya ada di tangan Presiden Joko Widodo. Namun entah apa maksudnya, Rizal Ramli melon­tarkan pernyataan tidak boleh ada dua matahari di satu tempat.

“Ya di setiap negara atau organisasi tidak boleh ada dua matahari. Asal prinsipnya tadi diikuti, satu garis dengan Pre­siden, satu matahari, memiliki integritas dan leadership justru akan mempercepat pemulihan dan percepatan ekonomi Indo­nesia,” kata Rizal Ramli di kompleks Istana, Jl Veteran, Jakpus, Kamis (31/3/2016).

Rizal mengatakan, reshuffle jilid pertama yang dilakukan Jokowi cukup membuahkan hasil. Ada perbaikan di berbagai sisi, terutama di bidang ekonomi.

“Awal pemerintahan, saat sebelum pemilihan maupun awal-awal pemerintahan Jokowi, hara­pan sangat tinggi, persepsi sangat positif. Tapi 10 bulan berikutnya, harapan itu mulai pudar. Persepsi negatif, untung ketolong dengan gaya kepemimpinan Jokowi yang decisive yang banyak common sensenya dan hands on dan dila­ku­kan reshuffle bulan Agustus,” jelas Rizal.

“Sejak itu, pemerintahan dalam bidang ekonomi jelas garisnya, ada policy initiative dan pada kuartal terakhir 2015 terjadi titik balik, rebounce, ekonomi mulai naik agak positif, persepsi yang tadinya negatif berubah jadi positif bahkan persepsi interna­sional sangat positif,” imbuhnya. (h/mat/net)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 02 Juli 2020 - 19:33:57 WIB

    Isu Reshuffle Makin Santer, Ahok Akan Jadi Menteri?

    Isu Reshuffle Makin Santer, Ahok Akan Jadi Menteri? HARIANHALUAN.COM - Isu reshuffle kian santer usai kemunculan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tampak geram dengan kinerja menteri. Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi isu liar yang bergulir saat ini. Pengamat poli.
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 12:26:54 WIB

    Natuna, Saksi Bisu Persaingan Sengit Indonesia-China

    Natuna, Saksi Bisu Persaingan Sengit Indonesia-China HARIANHALUAN.COM - Indonesia dan China kerap terlibat sengketa wilayah terkait Laut Natuna. Sejak 2016 hingga saat ini, persoalan tersebut muncul dan tenggelam silih berganti. .
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 18:10:16 WIB

    Pertamina Harus Jelaskan Isu Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite

    Pertamina Harus Jelaskan Isu Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono berharap Pertamina segera menjelaskan isu yang beredar di masyarakat terkait rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite. Karena sejatinya, sa.
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 14:19:44 WIB

    Curhatan John Kei Saat di Penjara, Ada Bisikan Disuruh Bertobat

    Curhatan John Kei Saat di Penjara, Ada Bisikan Disuruh Bertobat HARIANHALUAN.COM – John Refra alias John Kei sempat menghirup udara bebas setelah dibui atas kasus pembunuhan Bos Sanex Steel, Tan Harry Tantono pada tahun 2012 dan divonis masa hukuman 16 tahun penjara. Namun pada Des.
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 08:09:17 WIB

    Waketum Gerindra Sebut Isu PKI Diembuskan untuk Pemakzulan Jokowi

    Waketum Gerindra Sebut Isu PKI Diembuskan untuk Pemakzulan Jokowi HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) diembuskan saat pandemi virus corona (Covid-19) bertujuan untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jo.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]