Harga BBM Turun

Tarif Angkutan Tak Berubah


Jumat, 01 April 2016 - 04:42:21 WIB

Tarif angkutan di Padang belum akan mengalami perubahan seiring menurunnya harga BBM. Padahal, menteri terkait sudah menekankan agar tarif angkutan ikut diturunkan

PADANG, HALUAN — Lang­kah pemerintah yang menu­run­kan harga jual BBM jenis premium dan solar ternyata tak diiringi dengan tarif ang­kutan. Padahal, presiden su­dah menginstruksikan tarif angkutan diturunkan hingga tiga persen. Hal ini berban­ding terbalik jika BBM di­naik­kan pemerintah. Pihak terkait, buru-buru ikut me­naikkan tarif.

Menurut Ketua Organda Padang, Syofyan hingga kema­rin, belum ada rencana penu­ru­nan tarif angkot di Padang. Dikatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Or­ganda Sumbar.

Diakuinya, memang sesuai arahan pemerintah pusat mela­lui Kemenkominfo yang menyarankan agar menu­runkan tarif angkutan sebesar 3 persen. Namun di jajaran Organda belum ada instruksi.

“Bila pengurus pusat me­me­rintahkan untuk menurun­kan tarif angkutan, Organda Padang akan mengikuti. Se­jauh ini, baik DPP Organda maupun DPW Organda Sum­bar, belum mengeluarkan keputusan terkait hal itu,” katanya, Kamis (31/3).

Dia menyatakan, ketika instruksi dari Organda Sum­bar maupun pusat keluar, pihaknya baru akan membi­

carakan penurunan tarif angkot itu dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dis­hubkominfo) Padang, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), DPRD Padang dan pi­hak terkait lainnya. 

“Kami hanya mengikut, bila diperintahkan pusat atau DPW Organda Sumbar turun, maka akan diturunkan,” ungkapnya.

Namun begitu, lanjutnya, yang akan menjadi pertimbangan bagi Organda, walaupun pre­mium dan solar turun, harga onderdil belum turun. Onderdil masih memakai harga lama.   “Penurunan tarif angkot tidak saja bergantung pada harga BBM. Harga onderdil juga akan menjadi pertimbangan penurunan tarif angkutan. Jadi pertimbangan penurunan tarif tidak cukup dengan satu item saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim menjelaskan, penurunan tarif angkutan akan merujuk pada perjanjian saat penetapan ke­naikan tarif dulunya. Dimana, pihak terkait seperti YLKI, Or­ganda dan Dishub sendiri telah sepakat, penurunan atau kenai­kan tarif angkutan akan dila­kukan apabila kenaikan atau penurunan harga bahan bakar mencapai Rp1.000 per liter. 

“Sudah ada perjanjian sebe­lumnya. Kami akan lihat lagi, apakah penurunannya sejak per­janjian itu dibuat sudah mencapai harga Rp 1.000,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dishubkominfo Padang Rudy Rinaldy menyatakan untuk me­nurunkan tarif angkot di Padang mengacu pada perjanjian yang telah disepakati, jika harga BBM berfluktuasi mencapai anggka Rp1.000 per liter.

“Namun sejak kesepakatan itu dibuat pada Maret 2015 lalu saat BBM naik, harga BBM baru turun sekitar Rp850 per liter. Artinya masih belum mencapai jumlah sesuai dengan yang dise­pakati,” katanya.

Menurutnya, jika penurunan BBM sudah mencapai kesepa­katan itu, baru pihaknya akan membicarakan dengan pihak-pihak terkait seperti Organda, YLKI dan DPRD Padang.

Merepotkan

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sum­bar, S Budi Syukur mengatakan, penurunan harga BBM tidak membuat tarif angkutan di Sum­bar juga ikut turun. Baik itu tarif angkutan barang maupun ang­kutan orang masih akan berlaku tarif lama.

“Menurut kalkulasi kita di Organda penurunan harga BBM itu tidak banyak, hanya 3 persen saja. Kalau kita lihat dengan hitungan kita itu tidak mem­pengaruhi tarif,” ungkapnya kepada Haluan Kamis, (31/3) siang melalui sambungan telepon di Padang.

Kondisi itu akan sangat ber­be­da jika penurunan yang dila­kukan memang signifikan, maka akan diikuti dengan penurunan tarif. “Kita punya beberapa faktor yang menjadi acuan kita untuk menurunkan tarif tersebut selain harga BBM, salah satunya harga suku cadang. BBM yang turun sementara suku cadang tetap, tentu ini juga menjadi pertim­bangan kita,” katanya.

Organda menilai berubah-ubahnya harga BBM sangat mere­potkan bagi pengusaha angkutan karena setiap kali perubahan harga BBM akan membuat peru­bahan dalam tarif juga. “Kita inginkan agar harga BBM ini tetap stabil jangan berubah-ubah seperti sekarang. Ini sangat mere­potkan,” ungkapnya.

Ditambahkan Budi Syukur, penurunan harga BBM pada Januari lalu juga tidak mem­pengaruhi tarif angkutan di Sum­bar. Dimana saat itu dengan penurunan BBM hanya Rp300-Rp500 per liter.  Sehingga Or­ganda bersama pemerintah hanya memakai tarif atas dan tarif bawah.

Perintahkan Turun

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bah­wa tarif angkutan umum rata-rata akan turun sekitar tiga persen, pasca pemangkasan har­ga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar subsi­di sebesar Rp500 per liter per 1 April 2016.

“Sebentar lagi (tarif angku­tan umum) harus turun. Paling lambat besok pagi sudah ada keputusan. Penerapannya lang­sung, sebisa mungkin,” tutur Menteri Perhubungan Ignatius Jonan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (31/3).

Mantan Direktur Utama PT KAI ini mengungkapkan, sejak semalam formula penurunan tarif masih diperhitungkan dan dibahas bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Meski demikian, implemen­tasi penurunan tarif tidak bisa dilakukan serta-merta untuk semua angkutan umum.

“Tarif Metromini, misalnya, Rp4.000.  Harga segitu kalau diturunkan tiga persen itu Rp120. Udahlah dibikin Rp150 rupiah. Kalau orang bayar Rp4000 kem­bali Rp150 itu kan sulit. Iya atau tidak?,” ujar Jonan.

Untuk itu, Kemenhub tengah memikirkan cara efektif lain misalnya membuat kesepakatan dengan Organda untuk tidak menaikkan tarif ketika harga BBM naik di masa mendatang.

“Kalau ada tarif naik, mung­kin tarif (metromini) tidak akan naik atau naiknya disesuaikan, kan bisa. Nanti kami jelaskan ke masyarakat,” ujarnya.(h/ade/isr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 30 Oktober 2019 - 13:33:18 WIB

    Rencana Penyesuaian Tarif, PDAM Padang Ajak Stakeholder Gelar Forum Diskusi

    Rencana Penyesuaian Tarif, PDAM Padang Ajak Stakeholder Gelar Forum Diskusi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Untuk meningkatkan mutu dan pelayanan konsumen yang lebih baik, PDAM Kota Padang mengundang beberapa stockholder, BPSK, Ombudsman, akademisi, PWI, YLKI, KI Sumbar dan beberapa media. .
  • Selasa, 05 April 2016 - 03:32:10 WIB

    Tarif Angkutan di Padang tak Turun

    PADANG,HALUAN — Pe­merintah Kota Padang ber­tahan untuk tidak menu­runkan tarif angkutan kota menyusul turunnya harga BBM jenis Premium dan Solar awal April ini. Pe­me­rintah berdalih, akumulasi penurunan harga BBM be.
  • Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:19:43 WIB

    Tarif Angkutan di Sumbar Bakal Turun

    .
  • Rabu, 06 Januari 2016 - 03:22:06 WIB

    Kadin: Tarif Angkutan Seharusnya Turun

    PADANG, HALUAN – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Asnawi Bahar berharap dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat diikuti dengan penurunan tarif angkutan dan harga kebutuhan lainnya. Sehingga daya b.
  • Rabu, 06 Januari 2016 - 03:09:24 WIB
    Dishub Kota Padang

    Tarif Parkir Sesuai yang Tertera di Plang

    Tarif Parkir Sesuai yang Tertera di Plang PADANG, HALUAN—Pengelolaan parkir di Kota Padang masih semrawut. Selain tarif parkir yang tidak jelas, titik-titik parkir juga jadi sarang pemalakan preman..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]