Aditya Anugrah

Selalu Restu Orang Tua Saat Akan Balap


Sabtu, 02 April 2016 - 01:16:06 WIB
Selalu Restu Orang Tua Saat Akan Balap

Untuk tingkat Sumatera nama Aditya Anugrah sudah cukup populer dalam bidang dunia balap motor. Bagaimana tidak, dia berhasil menjadi juara Kejurnas regional Sumatera pada tahun 2015 lalu di kelas MP3 dan MP4. Bahkan namanya sudah mengema sampai ke Pulau Jawa. Untuk soal gelar juara yang diraihnya sudah tidak terhitung lagi.

Semenjak kecil Adit biasa dia disapa, me­nga­takan, memang menggilai dunia balap motor meski tidak ada keluarganya yang merupakan pebalap motor.

 “Awalnya saya hanya  duduk-duduk di bengkel dan kadang-kadang diajak untuk menjadi crew kalau ada balap,” ujar Aditya, Rabu (30/3).

Namun kesempatan un­tuk turun membalab akhir­nya datang juga pada tahun 2012, saat itu usianya baru 13 tahun.

 “Saat itu saya ikut pada kelas matic. Namun saya tidak berhasil untuk meraih juara,” jelas pria kelahiran tahun 1999 ini.

Pada saat balap pertama tersebut orang tua dari Adit tidak tahu.

“Pada akhirnya orang tua saya me­nge­tahuinya juga. Tapi mereka tidak me­ma­rahi saya, dan  ke­mudian mereka men­dukung saya untuk membalap,” ujar anak dari pasangan Lismini dan M Akbar ini.

Setelah mendapat duku­ngan dari orang tua, setiap akan turun membalap Adit selalu menelpon orang tuanya untuk meminta restu.

“Orang tua saya selalu berpesan untuk hati-hati dalam membalap. Restu dan doa dari orang tua itu sangat penting,” jelas pe­ngemar Valentino Rossi ini.

Meski tidak memiliki darah ba­lap, Adit mampu belajar balap mo­­tor dengan otodi­dak.

 “Kunci untuk bisa suk­ses menjadi juara balapan mo­tor adalah, fokus, ber­la­tih dan selalu siap saat ba­lapan,” ujar pria yang pernah sekolah balap pada tahun 2013 ini di Yogya­karta.

Adit mengatakan per­nah memiliki pengalam buruk saat akan mengikuti balapan.

“Saat itu balapan di Sijunjung pada tahun 2014. Saya hampir batal untuk mengikuti balapan karena terlambat datang ke arena balapan. Keter­lambatan tersebut ter­kendala permasalahan transportasi. Hal itu mem­buat saya panik,” bebernya lagi.

Adit sendiri bercita-cita untuk bisa membalap di tingkat Asia nantinya. Lebih jauh dirinya me­nga­takan jika sudah sukses nanti ingin membahagiakan keluarganya.

 “Saya akan mem­buat­kan usaha untuk orang tua,” jelasnya.

Saat ini Adit merupakan salah satu pembalap Sumbar yang lolos ke Pekan Olah­raga Nasional (PON) 2016 di Bandung, Jawa Barat. Ca­bang balap motor sendiri, Sumbar meloloskan tiga pe­balap yaitu Ega Fajar, Reggi Lukmana dan Adit sen­diri. Pa­da PON tersebut, Adit me­nargetkan untuk bi­sa me­raih dua medali emas. Pada Kejurnas Pra PON Adit berhasil meraih pe­ringkat kelima. “Saya me­nargetkan untuk bisa me­raih emas di nomor pe­ro­­rangan dan be­regu,” jelas­nya.

Adt mengatakan jika berhasil nanti meraih me­dali emas, dirinya bernazar untuk membagi keba­ha­giannya dengan para anak yatim. “Mudah-mudahan saya bisa meraih yang ter­baik saat PON nan­ti,” ungkapnya.

Pada tahun ini Adit tidak lagi berlaga di Kejurnas Motorprix regional Su­ma­tera. Namun dia akan ber­laga di regional Pulau Jawa yang merupakan gudangnya para pebalap Indonesia. “Saya membela tim Yamaha Bien Racing,”bebernya.

Untuk para pebalap liar Adit menyarankan untuk ikut balapan resmi.

“Balapan liar memiliki banyak resiko. Untuk itu lebih baik mengikuti bala­pan resmi. Di Sumbar sen­diri sudah banyak ke­jua­raan balapan yang resmi,” ungkapnya. ***

 

Laporan: ARDA SANI

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]