Tantangan PON Jabar dan KONI Sumbar


Sabtu, 02 April 2016 - 03:49:56 WIB

Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat akan berlangsung 17-29 September 2016. Seluruh provinsi akan ambil bagian dalam multiiven bergengsi tingkat nasional ini, tak kecuali Sumatera Barat.

KONI Sumbar jauh hari sudah mem­persiapkan atlet dari berbagai cabang olahraga untuk bertarung pada helat empat tahunan itu. Namun di tengah persiapan para atlet ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melayangkan surat kepada KONI Pusat yang ditem­buskan kepada para gubernur.

Inti dari surat bertanggal 14 Maret 2016 itu adalah melarang rangkap jabatan di kepengurusan KONI. Sejumlah KONI Provinsi memang masih terdapat rangkap jabatan, termasuk KONI Sumbar.

Tindak lanjut dari surat Mendagri itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pun mengirimkan surat kepada Ketua Umum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar.

Surat tersebut intinya meminta Ketua Umum KONI Sumbar mengganti kepe­ngurusan yang masih rangkap jabatan. Kita ketahui, Ketua Umum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar juga masih rangkap jabatan sebagai Wakil Rektor III Uni­versitas Negeri Padang (UNP).

Tentu saja, Gubernur tak mau masalah rangkap jabatan ini berimplikasi hukum bagi dirinya. Karena itu, jika pergantian pengurus yang rangkap jabatan tidak dilakukan, maka dengan berat hati pen­cairan dana yang berasal dari APBD Sumbar tahun 2016 tidak dapat dilak­sanakan sebelum pergantian pengurus.

Terkait dengan ini, Gubernur Irwan Prayitno sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Tetapi beberapa kalangan mengkhawatirkan pergantian kepengurusan di KONI Sumbar akan mengganggu persiapan Sumbar me­nuju PON Jabar yang hanya tinggal 4,5 bulan lagi.

Permasalahan ini harus dicarikan formula yang tepat untuk mengatasinya. Satu sisi aturan tetap bisa dijalankan dan di sisi lain persiapan KONI Sumbar untuk PON tidak terganggu. Tantangan ini harus dapat diselesaikan dengan baik hingga target Sumbar untuk  memperoleh 16 medali emas pada PON 2016 di Jawa Barat dapat diwujudkan.

Seperti diungkapkan Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Indra Jaya,  untuk mewujudkan target tersebut, KONI Sumbar sudah menggenjot para atlet dengan latihan dan serangkaian uji coba. Pertandingan uji coba, tidak hanya di dalam negeri tapi dapat dikirim ke luar negeri. Pada 2015, atlet di Sumbar memiliki prestasi yang baik pada beberapa cabang olahraga di antaranya tae-kwon do, silat, tarung derajat, panjat tebing, catur dan biliar.

Pada PON sebelumnya, di Pekanbaru, Riau, Sumbar berhasil menduduki pering­kat 11 dari 33 provinsi di Indonesia dengan perolehan medali, 12 emas, 12 perak dan 25 perunggu. Hasil ini melebihi pencapaian prestasi pada PON sebelumnya yang hanya meraih 8 emas, 15 perak dan 39 perunggu dan hanya menempati urutan ke 16 dari 33 provinsi.

Jika saja target 16 medali emas di Jabar dapat diwujudkan, tentu sudah melebihi prestasi dari PON 2012/Riau.

Apa pun yang terjadi di tubuh KONI Sumbar, kita harapkan ada jalan keluarnya yang terbaik dan Sumbar berjaya di PON Jabar. ***

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Agustus 2016 - 04:03:56 WIB

    Indeks Demokrasi Indonesia dan Tantangannya

    Indeks Demokrasi Indonesia dan Tantangannya Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini (3 Agustus 2016) merilis tingkat kemajuan demokrasi di Indonesia. Dalam laporannya, perkembangan demokrasi Indonesia selama 2015 menurun ketimbang tahun sebelumnya meskipun masih berg.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]