Sesuai Kemampuan Ekonomi Mayoritas Masyarakat

Rumah Tipe 36 dan 45 Paling Diminati di Padang


Sabtu, 02 April 2016 - 03:53:49 WIB

PADANG, HALUAN — Menurut REI Sumatera Barat (Sumbar), rumah yang paling banyak dicari dan diminati di Kota Padang adalah rumah tipe 36 dan 45. Hal itu berdasarkan kemampuan ekonomi dan daya beli sebagian besar masyarakat di Padang khususnya dan Sumbar umumnya.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua I Bidang Organisasi REI Sumbar, Achiarman kepada Haluan di Padang, Jumat (1/4). Ia menuturkan, tipe rumah 36 dan 45 adalah rumah untuk kelas mene­ngah ke bawah yang harga­nya berkisar dari Rp200 juta hingga Rp500 juta.

“Pengembang peru­ma­han anggota REI Sumbar paling banyak membangun rumah tipe 36 dan 45 karena menyesuaikan dengan kon­disi ekonomi masyarakat Kota Padang dan masya­rakat dari daerah lain di Sumbar, yang ingin mem­beli rumah di Padang. Ada juga anggota REI Sumbar yang membangun rumah tipe 60 ke atas, tapi jumlah­nya tidak banyak, karena itu pe­rumahan untuk kelas atas,” tutur Achiarman Di­rek­tur PT Pembangunan Sumbar ini.

Banyaknya anggota REI Sumbar yang membangun rumah tipe 36 di Padang, kata Achiarman, selain kare­na kondisi ekonomi masya­rakat, juga karena men­dukung program peru­ma­han bersubsidi dari peme­rintah pusat. Untuk tahun ini, pemerintah pusat me­nar­getkan pembangunan perumahan bersubsidi seba­nyak 1 juta unit rumah un­tuk semua wilayah di Indo­nesia. Untuk wilayah Sum­bar, pemerintah menar­get­kan 6.000 unit rumah pada tahun ini, sedangkan untuk Kota Padang sebanyak 3.000 unit rumah.

“Perumahan bersubsidi ini untuk masyarakat ber­peng­­hasilan rendah (MBR). Masyarakat yang boleh mem­­beli rumah ini adalah ma­syarakat yang peng­ha­si­lannya maksimal Rp4 juta se­bulan, dan belum pernah mem­beli rumah subsidi se­belumnya,” jelas Achiar­man.

Menurutnya, harga ru­mah bersubsidi dari peme­rintah itu sudah sesuai de­ngan kemampuan beli dan penghasilan masyarakat Ko­ta Padang karena cicilan KPR rumah ini paling tinggi hanya Rp900 ribu per bulan. Faktor yang meme­ngaruhi harga rumah di Padang

Menurut Achiarman, faktor yang memengaruhi harga rumah di Padang ada­lah harga tanah. Inilah yang membuat harga perumahan bersubsidi di Padang jauh lebih tinggi dibandingkan harga perumahan bersub­sidi di daerah lain di Sumbar yang bukan kota besar. Se­men­tara harga bahan bangu­nan, tidak terlalu meme­ngaruhi harga rumah di Padang. 

Faktor yang memengaruhi harga penjualan di Padang

Gempa dan isu tsunami akibat gempa 2007 dan 2009, menurut Achiarman, tidak begitu memengaruhi pen­jualan rumah di Pa­dang. Gem­pa dan isu tsu­nami me­me­ngaruhi hanya meme­ngaruhi harga tanah di Pa­dang, yakni membuat harga tanah di zona merah tsu­nami murah dan harga tanah di zona aman tsunami ma­hal.

“Dampak gempa dan isu tsu­nami hanya me­me­nga­ru­hi masyarakat untuk takut mem­beli rumah d zona me­rah tsunami. Akan tetapi, ini tak memengaruhi semua ma­syarakat. Banyak juga ma­syarakat yang tidak ter­pe­ngaruh isu ini karena me­nurut mereka terjadinya tsu­nami adalah ketentuan Tu­han dan tidak ada yang bisa memastikan waktu ke­ja­dian­nya. Jadi, masih ba­nyak masyarakat yang mem­­beli rumah di zona merah tsu­nami, apalagi di zona merah tsunami sudah ba­nyak shel­ter,” papar Achiar­man.

Ia melanjutkan, saat ini masih banyak pengembang perumahan yang me­nge­lola perumahan di zona merah tsunami karena ti­dak begitu berpengaruhnya dampak gempa dan isu tsunami. Selain itu, karena rumah adalah kebutuhan masya­rakat. Karena alasan di atas, kata Achiarman, gempa dan isi tsunami tidak membuat bisnis perumahan di Padang menjadi anjlok. Bisnis peru­mahan di Padang selama ini tidak pernah anjlok, baik sebelum gempa 2009 mau­pun sesudahnya.

“Bisnis perumahan di Pa­dang hanya pasang surut. Pasang surut bisnis peru­mahan di Padang dipe­nga­ruhi oleh faktor ekonomi secara global,” sebutnya.

Prospek bisnis peru­mahan di Padang dalam tahun ini dan ke depannya, menurut Achiarman, lebih bagus dengan adanya MEA yang memungkinkan pe­ning­katan ekonomi masya­rakat. Faktor lainnya yang membuat bagusnya prospek bisnis perumahan di Padang adalah turunnya suku bunga acuan pada tahun ini. Suku bunga acuan kini berada pada level 6,75 persen, yang selanjutnya akan diikuti oleh suku bunga di bank komersial.

Untuk meningkatnya bisnis perumahan di Pa­dang, REI Sumbar ber­ha­rap, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sum­bar untuk melanjutkan program pemerintah pusat yang mendukung per­tum­buhan bisnis perumahan. Sejumlah kebijakan peme­rintah pusat tersebut seperti pembebasan PPN, penu­runan biaya izin, peng­ha­pusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). (h/dib)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]