Jujur Menjadi Kunci Utama Penilaian UN


Sabtu, 02 April 2016 - 04:10:45 WIB

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Nilai Ujian Nasional (UN) bukan syarat mutlak untuk kelulusan siswa. Tetapi penilai utama dalam UN adalah Indeks Integritas Ujian Nasional (II-UN) dari peserta ujian.

“Penilai II-UN ini merupakan penilai kejujuran dari siswa dalam menghadapi soal-soal ujian,” ujar Ketua Pelaksana UN Padang Pariaman, Yarnizen kepada Haluan, kemarin (1/4).

Dengan berubahnya pradigma penilai UN tahun ini aku Yarnizen, akan mampu mengurangi peserta UN berperilaku yang tidak-tidak dalam menghadapi UN. Seperti, menyontek ataupun mencari kunci-kunci soal yang bocor.

Berubahnya sistem ini menurut Yarnizen, juga memberikan kepercayaan diri pada peserta UN dalam menghadapi ujian. Untuk itu Yarnizen mengingatkan, agar peserta UN tidak terpengaruh dengan informasi-informasi yang salah dalam menghadapi UN. Seperti adanya kunci-kunci soal yang bocor, atau mec­nontek pada siswa lain.

“Nilai UN bukan syarat mutlak untuk lulus, tapi nilai UN memang syarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Komisi V DPRD Sumbar menilai, meski UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan namun siswa diharapkan tetap menjaga integritas saat UN berlangsung. Jangan jadikan hal tersebut untuk berbuat curang demi nilai yang lebih tinggi.

“Pihak sekolah juga diminta untuk menjaga integritas dan tidak membantu siswa, apakah saat ujian atau pun dengan memberikan nilai yang sebenarnya tidak layak diberikan kepada siswa tersebut,” kata anggota DPRD Sumbar Komisi V Hidayat.

Komisi V DPRD nantinya juga akan melakukan pantauan langsung ke lokasi UN untuk melihat langsung proses UN. “Dengan pantauan langsung akan mem­berikan gambaran kepada kita mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dibenahi lagi untuk proses UN yang lebih baik ke depannya,” ujar politisi dari partai Gerindra itu.

Hal senanda juga disampaikan Mar­lina Suswati yang juga dari Komisi V DPRD Sumbar ini. Menurutnya, dengan sistem UN yang baru saat ini diharapkan bukan menjadi ajang malas-malasan bagi peserta UN, karena UN saat ini tidak lagi menjadi penentu.

Komisi V kata Marlina juga telah memanggil pihak sekolah agar tidak bermain dalam UN dengan mem­per­mudah siswa atau memberikan nilai yang bagus-bagus.  (h/ded/ isr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 16 April 2020 - 12:08:33 WIB

    Korban Ketidakjujuran Pasien, 10 Petugas IGD RSUD Sawahlunto Dikarantina

    Korban Ketidakjujuran Pasien, 10 Petugas IGD RSUD Sawahlunto Dikarantina SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Usai merujuk pasien asal Kabupaten Sijunjung ke RSAM Bukittinggi, 10 petugas instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sawahlunto harus menjalani karantina di gedung Balai Dikla.
  • Jumat, 09 Maret 2018 - 10:15:05 WIB

    Premium Susah Rakyat Resah, YLKI Minta Penguasa Jujur

    Premium Susah Rakyat Resah, YLKI Minta Penguasa Jujur Saat BBM bersubsidi sulit didapat, secara tak langsung sama halnya pemerintah memaksa rakyat membeli BBM nonsubsidi yang harganya tinggi. Hal itu karena dalam situasi seperti ini rakyat tak diberi pilihan dan terpaksa  membe.
  • Kamis, 28 April 2016 - 04:33:55 WIB

    SE 2016 Butuh Akurasi dan Kejujuran

    PAINAN, HALUAN — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesisir Selatan, Alfianto mengatakan, untuk mendapatkan data akurat ten­tang Sesus Ekonomi (SE) yang diselenggarakan pada 1- 3 Mai 2016, hal tersebut mem­butuh.
  • Jumat, 12 Februari 2016 - 09:37:19 WIB

    Pemko Canangkan UN Berintegritas, Jujur dan Berprestasi

    PADANG PANJANG, HALUAN —Wali­kota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Sekre­taris Daerah (Sekda) Edwar Juliartha, men­canangkan Pelaksanaan UN (Ujian Nasional) yang berintegritas, jujur dan berprestasi di Kota Padang Pan.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]