Dampak Perubahan Iklim

85 Persen Terumbu Karang Terancam Mati


Sabtu, 02 April 2016 - 04:24:19 WIB

PARIAMAN, HALUAN — Dampak peruhan iklim  dan pemanasan global  sudah terasa di perbagai belahan dunia,  tidak terkecuali  di perairan Pariaman, Sumbar.   Kini sekitar 85% terumbu karang pada gugusan empat pulau di perairan pantai kota Pa­ria­man,  sudah bera­da dalam kondisi memutih ( bleaching).  Ini merupakan   pertanda terumbu karang tengah sekarat atau   terancam mati.

Kepala Dinas Perikanan Keluatan Kota Pariaman, Dasril kepada Haluan Jumat (1/4) , membenarkan kondisi terumbu karang  dalam keadaan sekarat karena bleaching.Bleaching atau pemutihan terumbu karang terjadi akibat pengaruh iklim yang berdampak kepada peru­bahan suhu air laut yang meninggi, endapan sedimen di permukaan terumbu karang serta achan chaster atau mahkota bintang. “Memang,  menurut para pakar  kalau kondisi lama-lama begini  (memutih) , terumbu karang bisa mati,”  jelasnya.

 Untuk itu pihaknya terus mencari pelbagai solusi terbaik dan berharap pengaruh iklim kembali normal.Terumbu karang bisa bertahan dari penyakit memutih itu secara alami, karena pertumbuhannya dibantu oleh toleransi zoozan­tela yang menghasilkan hijauan pada terumbu karang yang meberikan O2.

Sejenis binatang laut tersebut bisa berada di terumbu karang pada suhu berkisar 25-26 derjat celsius, sementara kondisi suhu  sekarang ada pada kisaran mencapai 35 sampai 36 derajat celsius. Dalam kondisi seperti ini menjadikan zoozantela hengkang meninggalkan terumbu karang.

“Kondisi bleaching yang terlalu lama bisa menyebabkan kematian kepada terumbu karang, kita berharap kondisi iklim kembali stabil, sehingga terumbu karang bisa membaik dan zoozantela kembali ke terumbu karang,” kata Dasril.

Selain itu dia juga mengajak masyarakat tidak menjadikan sungai tempat membuang sampah, terutama sampah plastik, karena tingginya volume sampah yang dibawa arus air ke muara seterusnya ke laut merupakan ancaman terhadap keberlangsungan kehidupan terumbu karang.

Sampah plastik yang terjebak di terumbu karang, satu-satunya jalan mengatasinya harus diangkat  dengan cara menyelam, karena sampah platik tidak larut atau terurai dalam waktu singkat didalam air.

Dilain sisi, semua pihak harus menjaga terumbu karang yang ada dari kerusakan melalui sikap dan pola tingkah ramah ling­kungan. Pertumbuhan terumbu karang kalau dalam kondisi normal, hanya bisa tumbuh 2-3 cm/tahun kalau rusak maka rescoverynya tentu membutuhkan waktu yang lama juga.

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Sumber Daya Perairan Laut, kondisi terumbu karang yang mengalami bleaching diantaranya, di pulau kasiak bagian utara, kondisi bleaching sekitar 95 persen, pulau tengah sekitar 80 persen. Total luas terumbu karang yang ada di Kota Pariaman 10,95 hektar, berdasarkan data tahun 2015.

Terhadap terumbu karang yang dihinggapi achan chaster, itu dibersiohkan dengan cara menyelam dengan mengambil hewan laut itu satu persatu.

“Dalam melakukan  perawatan terumbu karang di Kota Pariaman, pihaknya melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan klub menyelam yang ada di Kota Tabuik dan mengerahkan petugas,” sebut Dasril.

Pemerintah Kota dalam perawatan terumbu karang yang ada menyediakan dana Rp47 juta tahun 2016 untuk 22 kali perawatan selama setahun.  Sementara Kelapa UPTD Kawasan Konservasi Penyu, merasa gamang dengan kondisi terumbu karang yang bleaching tersebut.

Menurut Citra, keberadaan terumbu karang yang sakit atau rusak  sangat berpengaruh terhadap kehidupan penyu. Kondisi terumbu karang yang baik akan membawa dampak positif terhadap penyu betelur di kawasan konservasi. Harapan kita tentu kondisi iklim cepat kembali membaik atau normal, sehingga recovery terumbu karang bisa berlangsung lagi, walau dalam waktu yang lama, tapi bisa terhindar dari kematianya.

Dilain sisi, kita juga mengajak semua pihak terkait memikirkan cara untuk menyelamatkan terumbu karang yang lagi terkena bleaching, kata citra yang juga pemerhati kehidupan terumbu karang. (h/tri)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]