Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Optimalkan PLTU Sijantang


Sabtu, 02 April 2016 - 04:31:49 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Optimalkan PLTU Sijantang Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi bersama rombongan ketika di sambut Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Amir Rosyidin di PLTU Sijantang Sawahlunto. (RIKI YUHERMAN)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Tidak optimalnya produksi listrik yang dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Sektor Pembangkitan dan Pengendalian Pembangkitan Ombilin Sawahlunto menjadi sorotan Komisi VII DPR RI.

Komisi VII meminta PLN  bisa menjaga pasokan listrik di wilayah sekitarnya, karena hal tersebut meru­pakan kebutuhan utama industri dan masyarakat.

“Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesai­kan, jika semua pihak mau terbuka terkait persoalan yang terjadi baik persoalan teknis maupun regulasi yang mengaturnya,’’ kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi ketika melakukan Kunjungan Kerja ke Pem­bangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sijantang Sawah­lunto, Kamis (31/3).

Sejatinya sebut Mulyadi, PLTU Pembangkitan Om­bilin Sijantang ini didirikan untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk wilayah Su­matera bagian selatan. Kebe­radaannya di mulut tambang batu bara seha­rusnya tidak menjadi ken­dali bagi PLN untuk meme­nuhi kebutuhan bahan bakar batu bara untuk operasinya.

Pihak PLN terutama Pembangkit Sektor Ombilin itu harus berupaya mem­perbaiki semua per­masa­lahan yang terjadi. “PLN harus mampu meng­opti­malkan PLTU yang ber­kapasitas 2 X 100 MW itu, sehingga tidak mengganggu sendi kehidupan ma­sya­rakat termasuk industri, terutama wilayah Sumatera bagian selatan yang sangat tergantung dari hasil PLTU ini,” sebutnya.

Ikut dalam rombongan Komisi VI DPR RI itu, Dariyatmo Mardiyatmo da­ri fraksi PDI P, Hardi Susilo Golkar, Supriyanto Gerin­dra, Ariyo Djoyo Hadi Ku­su­mo Gerondra, Mat Nasir Demokrat, Totok Daryanto PAN, Joko Purwanto PPP, dan Endre Saipoel dari par­tai Nasdem.

Sementara itu rom­bo­ngan yang disambut oleh Direktur Bisnis Regional Sumatra PT PLN Perseoro Amir Rosyidin didampingi Manager PLTU Pem­bang­kitan dan Pengendalian Ombilin Parulian Novrian­di menjelaskan, saat ini dari dua unit pembangkit di PL­T­UI Sijantang ini hanya satu yang beroperasi, se­men­­tara satu unit lainnya tengah dalam masa pera­watan, hal itu yang menye­babkan kinerja pembangkit dalam menghasilkan listrik tidak dapat optimal.Saat ini hanya mampu meng­hasil­kan 1X 100 MW, yang tentu­nya tidak sesuai dengan harapan semua dalam me­menuhi kebutuhan listri wilayah Sumatra bagian selatan itu.

Ditambahkannya juga, selain hanya satu unit yang beroperasi, PLTU Sijantang ini juga terkendala pasokan batubara untuk kebutuhan menghasilkan listrinya,Ia menilai pemasok batubara lokal Sawahlunto tidak mam­pu memenuhi semua kebutuhan itu, dan untuk mengatasinya pihaknya me­lakukan kerjasama de­ngan mendatangkan batubara dari luar Sawahlunto.

“Dua turbin yang berka­pasitas masing masing 100 MW kinerjanya mampu meng­hasilkan 70 persen, de­ngan kebutuhan batu­bara 60 ribu ton per bulan, ter­bin itu bisa meng­ha­silkan 85 MW dan 90 MW,” te­rang­­nya.

Sementara PT Bukit Asam sebagai penyuplai batubara utama, saat ini tidak mampu memenuhi kuotanya untuk mengope­rasikan kedua turbin ter­se­but, dikarenakan PT BA tidak melakukan penam­bangan secara optimal lagi.

Melalui kunker Komisi VII ini harapnya, pihak PLN dapat menyampaikan permasalahan yang hingga kini masih dicari solusinya, karena berkaitan dengan kebijakkan pemerintah se­tempat maupun pusat. Mu­dah mudahan dengan kunju­ngan ini bisa membantu PLN mengatasi perma­sala­han listri di wilayah Suma­tera bagian selatan ini. (h/mg-rki)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]