Tarif Angkutan tak Turun

DPRD akan Panggil Organda Sumbar


Sabtu, 02 April 2016 - 04:34:26 WIB

PADANG, HALUAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar akan memanggil Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar terkait tarif angkutan yang tetap meski Bahan Bakar Minyak (BBM) turun. Padahal  Organda pusat telah menyatakan akan melakukan penurunan tarif apabila harga BBM turun.

“Kita akan panggil Organda untuk meminta penjelasan kenapa tarif angkutan tidak turun. Kita rencanakan minggu depan akan langsung kita panggil,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumbar Sabrana kepada Haluan Jumat, (1/4) di Padang.

Menurut Sabrana, seharusnya ketika BBM turun tarif angkutan barang dan orang juga turun. Hal ini  kata Sabrana juga sekalian diikuti dengan penurunan harga barang kebutuhan.

“Jangan hanya ketika harga BBM naik semuanya naik. Tapi tidak pernah turun lagi,” pung­kasnya.

Ditambahkannya, Komisi II akan siap mendengarkan alasan Organda terkait tarif yang tidak turun tersebut. “Apakah karena onderdil masih mahal atau kare­na yang lain,” paparnya.

Setali tiga uang dengan Sabra­na, anggota Komisi II DPRD Sumbar, H. Bukhari Dt. Tuo juga setuju dengan rencana pe­mang­gilan Organda ini. Menurutnya, langkah pemanggilan ini untuk mendengarkan alasan Organda terkait tarif yang tidak turun seiring turunnya BBM.

“Selain memanggil Organda, kita dari Komisi II juga renca­nakan akan turun ke lapangan untuk menjaring aspirasi masya­rakat terkait harga barang yang tidak turun seiring harga BBM turun,” katanya.

Kenyataan saat ini kata Bu­khari, ketika harga BBM naik harga kebutuhan dan tarif ikut merangkak naik. “Tapi, sebalik­nya kenapa ketika harga BBM turun harga malah tetap,” pung­kas po­litisi dari fraksi partai PAN ini.

Untuk diketahui, sekaitan de­ngan turunnya harga BBM per 1 April ini ternyata tidak mem­pengaruhi tarif angkutan barang dan orang di Sumbar. Mengingat penu­runan ini dinilai tidak sik­nifikan dengan harga suku cadang dan faktor penurunan tarif yang ada.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar, S Budi Syukur mengatakan, penurunan harga BBM tidak membuat tarif angkutan di Sumbar juga ikut turun. Baik itu tarif angkutan barang maupun angkutan orang masih akan berlaku tarif lama.

“Menurut kalkulasi kita di Organda penurunan harga BBM itu tidak banyak, hanya 3 persen saja. Kalau kita lihat dengan hitungan kita itu tidak mempe­ngaruhi tarif,” ungkapnya kepa­da Haluan Kamis, (31/3) siang melalui sambungan telepon di Padang.

Kondisi itu akan sangat ber­beda jika penurunan yang dilaku­kan memang siknifikan, maka akan diikuti dengan penurunan tarif. “Kita punya beberapa faktor yang menjadi acuan kita untuk menurunkan tarif tersebut selain harga BBM, salah satunya harga suku cadang. BBM yang turun sementara suku cadang tetap, tentu ini juga menjadi pertim­bangan kita,” katanya.

Dari Kota Solok supir Ang­kot juga keberatan menurunkan tarif dengan alasan penurunan harga BBM sangat kecil yaitu Rp 500 per liter. Dengan penurun harga yang sangat kecil itu me­nim­bulkan kesulitan bagi supir ang­kot untuk menyesuaikan tariff.

Adi, supir Angkot jurusan pasar Solok-Payo ,di terminal Angkot,Jumat (1/4) mengaku masih akan menetapkan tarif lama bagi calon penumpang, mengingat penurunan harga BBM hanya ditetapkan dikisaran Rp500 per/liter. Kalaupun dipak­sakan turun, penyesuainya terasa sulit, dan itupun harus didudukan dulu secara bersama.

“Sepanjang belum ada kepu­tusan dari pemerintah daerah, mungkin kami tetap memakai tarif lama. Lagipula penuru­nannya hanyalah Rp500, semen­tara kendaraan Angkot jurusan  Pasar Solok – Payo  umumnya berbahan bakar solar,” kata Adi.(h/isr/eri)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]