LKAAM Agam-Haluan Jalin Kerjasama

Targetkan Untuk Kembalikan Peran Datuk


Sabtu, 02 April 2016 - 04:37:33 WIB
Targetkan Untuk Kembalikan Peran Datuk Ketua LKAAM Agam Yul Arnis Datuak Maleka Nan Tinggi dan Pemimpin Umum Haluan Zul Effendi saat penandatanganan naskah kerjasama di Kantor Haluan, Padang, Jumat (1/4). (OSNIWATI)

PADANG, HALUAN —Mengembali­kan peran dan fungsi datuak yang sudah tergerus dengan zaman menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, datuak sudah kehilangan pamornya di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM) Kabupaten Agam Yul Arnis Datuak Maleka Nan Tinggi saat penandatanganan naskah kerjasama (MoU) LKAAM Agam dengan Harian Haluan dalam bidang publikasi, sosialisasi dan pelestarian adat Minangkabau di Kantor Haluan, Padang, Jumat (1/4). 

Naskah kerjasama ditandatangani Ketua LKAAM Agam dengan Pe­mimpin Umum Haluan Zul Effendi, disaksikan Pemimpin Perusahaan Haluan David Ramadian, Redpel Ismet Fanani dan sejumlah staf. 

Bagi Yul Arnis Datuak Ma­leka Nan Tinggi peran datuak saat ini sudah mulai berubah. Selain perannya yang memudar karena berbagai persoalan seperti ma­suknya datuak ke kalangan politis atau ke pemerintahan. Apa yang menjadi tugasnya akan berkurang. Karena datuak atau penghulu adalah Raja dalam Negara, Katonyo didanga, panga­ja­rannyo dituruti, maanjuang jauah manggantuang tinggi”.

“Sebagaimana kita ketahui Datuk merupakan gelar adat tertinggi di Minangkabau, se­seorang ketika sudah diangkat menjadi datuk oleh suku atau kaumnya ditempatkan pada posi­si yang terhormat dan mempu­nyai tanggung jawab yang cukup besar terhadap anak kemenakan/kaumnya. Sebagai pemimpin adat, seorang Datuk jamaknya tentu harus mengetahui dan mengerti serta memahami nilai-nilai adat. Layaknya ulama yang juga harus paham akan nilai-nilai agama,”paparnya.

Ia menambahkan, jumlah datuak di Sumbar mencapai 63 ribu lebih dan di Agam sebanyak 4.010 datuak dari 18 suku. Po­pulernya seorang datuak tidak dilihat dari sarjana, tetapi sejauh mana dia paham tentang adatnya, paham dengan perannya sebagai pemimpin adat. Seorang datuak dalam masyarakat Minangkabau sebenarnya bukanlah sembarang orang, tetapi adalah orang-orang pilihan. Untuk bisa diangkat sebagai seorang datuak harus memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan yang melekat pada diri orang bersangkutan. Artinya, syarat-syarat seorang datuak itu tidak ditentukan oleh syarat-syarat sebagaimana adanya pada pemimpin formal (pe­merin­tahan).

Seseorang untuk diangkat menjadi datuak untuk memim­pin kaumnya harus terdapat beberapa sifat dan martabat seorang datuak. Budi yang baik dan bicaranya yang halus meru­pakan sisi yang tidak bisa diabaikan dari sosok seseorang untuk bisa diangkat menjadi datuak di kaumnya.

“Selain sebagai pemimpin adat, seorang datuak mempunyai tugas paripurna dalam kaumnya, mulai dari mengurus masalah perkawinan, perceraian, perse­lisihan, mengelola harta pusaka, mendidik dan membina serta membantu menafkahi sanak kemenakannya. Saya saja di LKAAM Agam sudah mela­kukan bedah rumah untuk kaum saya,”tegasnya.

Dengan latar belakang itu pulalah, kata Yul Arnis Datuak Maleka Nan Tinggi LKAAM Agam ingin bekerja sama dengan Harian Haluan untuk mengupas tuntas tentang adat Minangkabau. Harian Haluan yang memiliki rubrik khusus tentang Minang­kabau akan mengupas tuntas tentang LKAAM di tengah masya­rakat, khususnya LKAAM Agam. Selain itu, LKAAM lem­baga yang diikat dengan peme­rin­tahan akan menyampaikan apa yang menjadi masalah adat dan masalah di kaum.

“Harian Haluan akan meng­hubungkan LKAAM dengan nagari, Bundo Kanduang, MUI. Sebab, LKAAM di Agam masuk sebagai salah satu Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Mus­pika),”urainya.

Selain itu Datuak, Bundo Kanduang, MUI akan menulis tentang adat di media Harian Haluan. Ini bisa menjadi tukar pikiran antar Datuak di Agam. Dengan harapan ilmu dan penge­tahuan Datuak bertambah, se­hing­ga bisa memimpin kemena­kannya, sesuai dengan falsafah adat Minangkabau Anak Dipang­ku Kemenakan Dibimbiang, Urang Kampuang Dipateng­gangkan.

Sementara itu, Pemimpin Umum Harian Haluan Zul Effen­di, mengatakan apa yang diresah­kan oleh LKAAM Agam men­jadi kewajiban bagi Harian Ha­luan untuk menjawabnya. Sebab, Harian Haluan tidak hanya peru­sahaan yang menjalankan fungsi bisnis semata, tapi juga melak­sanakan fungsi ideal pers, salah satunya mengedukasi publiknya. Apalagi Harian Haluan memiliki motto “mencerdaskan kehi­dupan masyarakat.” 

“Kami menyambut baik ker­ja­sama ini. Insya Allah, Harian Haluan bersama LKAAM dan Ninik Mamak kita, berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai luhur adat Minangkabau melalui berbagai artikel dan berita se­putar adat Minangkabau di surat kabar ini,” ujar Zul Effendi.(h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Januari 2020 - 16:25:42 WIB

    Pemko Padang Targetkan PAD 2020 Rp881 Miliar

    Pemko Padang Targetkan PAD 2020 Rp881 Miliar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Tahun 2020 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp881 miliar. Asisten Administrasi Setdako Padang, Didi Aryadi mengatakan, peningkatan target PAD di.
  • Selasa, 21 Mei 2019 - 15:50:07 WIB

    2021, Pemko Padang Targetkan SD dan SMP Satu Shift

    PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Kota (Pemko) menargetkan pada 2021 mendatang seluruh SD dan SMP sudah dapat beroperasi satu shift. Untuk dapat mencapai itu Pemko Padang membutuhkan anggaran Rp150 milyar agar dapat meme.
  • Kamis, 25 Oktober 2018 - 13:02:28 WIB

    Pemko Padang Targetkan 34.000 Lampu Jalan

    Pemko Padang Targetkan 34.000 Lampu Jalan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pemko Padang berencana akan menambah 34.000 unit lampu penerangan jalan di Kota Padang. Hingga saat ini, baru terdapat 26.000 unit lampu dari target ketersediaan 60.000 unit. Untuk merealisasikann.
  • Selasa, 30 Mei 2017 - 09:52:05 WIB

    2017, Baznas Targetkan Rp28 Miliar Dana Zakat

    2017, Baznas Targetkan Rp28 Miliar Dana Zakat PADANG,HALUAN—Setelah melampaui target di 2016, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang memasang target yang lebih besar tahun ini. Jika sebelumnya target 2016 Rp24 miliar dapat terealisasi sekitar Rp25,2 miliar. Unt.
  • Kamis, 15 Desember 2016 - 01:00:57 WIB
    TERBESAR RETRIBUSI SAMPAH

    DKP Targetkan PAD Rp9,6 Miliar

    PADANG, HALUAN — Tahun 2017, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang targetkan Rp9,6 miliar retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angka tersebut naik Rp1,6 miliar dari tahun 2016 dengan target Rp8 miliar..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]