Menyongsong TdS 2016

Pelaksanaan TdS Harus Dievaluasi


Sabtu, 02 April 2016 - 04:48:20 WIB

PADANG, HALUAN — Kalangan DPRD Sumbar mengusulkan, harus ada evaluasi terhadap pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) yang diselenggarakan setiap tahun. Pasalnya, pelaksanaan TdS tahun 2015 lalu dinilai belum maksimal dan banyak menyisakan persoalan. Salah satunya bisa diketahui dari adanya insiden pembalap yang keluar dari rute yang ditetapkan.

“Kami usulkan in­ves­tigasi dan penataan ulang teknis pelaksanaan. Hal itu harus dilakukan, agar ke­kacauan pelaksanaan Tds dan keluhan masyarakat ti­dak terjadi di tahun be­rikutnya,” ucap anggota DPRD Sumbar, Mochlasin dari Fraksi PKS pada war­tawan akhir pekan lalu.

Sedangkan Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Ha­nura, Armiati me­ngata­kan, TdS  yang masuk 7 agen­da iven dunia yang dilaksanakan setiap tahun ini, adalah kebanggaan bagi ma­sya­rakat Sumbar. Namun pelak­sa­naannya harus lebih baik dari sebelumnya.

“Kita harap, kebanggaan ini bukan hanya pada level atas saja, tetapi juga hendaknya mem­berikan dam­pak yang positif bagi masyarakat bawah,” harap Armiati

Ditambahkan Mochlasin, ia menyesalkan pelaksanaan TdS ta­hun 2015 yang terkesan me­ma­lukan. Padahal persiapan sudah dila­kukan dengan maksimal se­kitar satu tahun. Padahal iven ini dilaksanakan sudah untuk yang ketu­juh kalinya. Artinya pe­nye­lenggara mestinya sudah pro­fesional.

“Kegiatan TdS ini rutin dilak­sanakan setiap tahun. Sampai saat ini tercatat sudah dihelat 7 kali. Mestinya tidak ada lagi kesalahan dan kekacauan yang terjadi,” katanya.

Diantaranya, mulai dari start yang harus diulang hingga adanya caci maki masyarakat karena jalan ditutup terlalu la­ma. Ke­mudian, tak adanya pemenang di Etape I Tour de Sing­karak 2015. Hal itu disebabkan, tim balap yang salah jalur sehingga peng­hitungan poin di tahap pembuka menjadi tak ada.

Tak lama selepas ceremonial start di Pantai Carocok, Ka­bupaten Pesisir Selatan, kebi­ngungan juga terjadi di jalur bala­pan. Sejumlah mobil pengiring kehilangan jejak pebalap. Diduga kekacauan ini terjadi, saat peba­lap melalui jalan memutar lewat jalur Kota Painan lebih dahulu sehabis star dan mengikuti seb­agian mobil yang mengambil jalur menuju ke Padang.

Kondisi tersebut jadi kian ber­masalah saat diketahui, se­jum­lah mobil yang terdiri dari offi­sial tim, terlanjur melaju ken­cang. Menduga bakal mengejar kerumunan pebalap, mereka justru lebih dahulu menuju garis finis. Balapan sempat mengalami beberapa kali restart, dimulai di titik para pebalap berhenti, sebelum pada akhirnya dipu­tuskan tak ada balapan penuh.

Ia juga menyesalkan kelalaian pihak event organizer (EO) yang menggarap semua tahapan TDS. Padahal, jelas dia, EO sebagai pelaksana teknis di lapangan bukan orang baru. Tahun sebe­lum­nya, helat TdS ini juga di­siap­kan oleh EO yang sama.

“Dengan adanya kejadian ini, ke­pro­fesionalan EO patut di­per­tanyakan. Ini bukan sebagai upaya mencari kambing hitam, sebutnya, namun ini perlu di­eva­luasi karena pembagian tupoksi setiap pihak sudah jelas. Setiap mereka harus profesional dengan tugas masing-masing. Mulai dari kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga Dinas provinsi pun kabupaten kota,” katanya. 

Setelah pembukaan acara, lanjutnya, semuanya menjadi tanggung jawab EO. Itu jelas dalam kontrak kerja. Jadi jika ada persoalan seperti ini, kinerja EO memang harus di evaluasi. Me­nurut hematnya juga, pelak­sa­naan TDS dari tahun ke tahun, ha­rusnya semakin baik. Ter­utama dalam pelaksanaan dan hasil yang didapat.

Ke depan, tegas Mochklasin, investigasi mesti dilakukan. Agar kesalahan yang ada jadi pelajaran dan tidak diulang lagi. Apalagi TdS adalah sebuah ke­be­run­tungan juga untuk Sumbar yang bisa menghelat iven kelas inter­nasional.

“Harus ada usaha untuk men­jaga brand dan gema TDS yang sudah mendunia dan juga masuk ka­lender iven balap sepeda inter­national ini,” katanya.

Namun, ia juga mengatkan, jika TdS masih kacau dalam pelaksanaan, menurut ia, bukan berarti TdS tak perlu dilakukan lagi. Tapi apa yang kurang harus ditutupi dan  diperbaiki.

“Karena manfaat pelak­sa­naan TdS ini memang tak lang­sung dirasakan. Imbasnya akan terasa dalam jangka waktu yang lama,” tutur Mochlasin.

Jadwal Belum Pasti

Sementara itu, Kepala Dinas Pa­riwisata dan Ekonomi Kreatif (Dis­parekraf) Sumbar, Bur­has­man belum bisa memastikan kapan perhelatan TdS 2016. Mengingat saat ini keputusan dari Kementerian belum jelas terkait pelaksanaan balap sepeda internasional itu.

“Dalam agenda kita itu dijad­walkan pada bulan Agustus, te­patnya minggu pertama Agustus. Tapi ini belum final mengingat belum ada rapat dengan ke­menterian. Kita masih menuggu undangan pusat,” katanya kepada Haluan Jumat, (1/4) malam.

Menurut Burhasman, tidak ada perbedaan yang mendasar tentang pelaksanaan TdS tahun ini dibanding tahun sebelumnya mengingat tahun 2015 lalu telah melibatkan 18 Kabupaten/Kota di luar Kepulauan Mentawai.

“Paling yang perlu untuk kita benahi hanya perbaikan rute yang akan dilalui pebalap nantinya. Apakah itu jalan yang rusak atau pun jalan yang terban,” ung­kapnya.

Meski demikian Burhasman masih akan terus berkoordinasi dengan pusat terkait jadwal pasti pelaksanaan iven balap sepeda internasional ini.  “Kita akan terus koordinasi dengan pusat,”  tutupnya. (h/len/isr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]