Sosialisasi Pencegahan Kerugian Negara pada Barang dan Jasa

'Tingkatkan Upaya Preventif'


Ahad, 03 April 2016 - 00:55:40 WIB

Padang, Haluan—Kasus korupsi yang merugikan negara memiliki modus yang berbeda beda, diantaranya dengan cara penyuapan, perizinan, dan pungutan. Namun jika diteliti lebih dalam, kasus tersebut masih terkait dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Berdasarkan Ihtisar Pemerikaan Hasil Semester  dari Badan Pemeriksa Keungan (BPK), permasalahan PBJ meningkat setiap tahunnya.

Menurut Kepala Sub Bagian Pengadaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tri Winarno saat sosialisasi pencegahan kerugian negara pada barang dan jasa di Hotel Pangeran Beach, Padang, Jumat (1/4) menjelaskan, permasalahan yang paling banyak terjadi setiap semester pada PBJ adalah kurang volume, denda belum ditarik dan ketidakhematan.

Tri mengungkapan pemasalahan material yang pernah ditemukan adalah kurangnya volume. Ia mencontohkan temuan tentang kurangnya volume tiang pancang pembangunan pelabuhan laut Teluk Sigantung.

“Pernah ditemukan tentang kurangnya volume tiang pancang pelabuhan di Teluk Sigantung senilai Rp20,84 miliar. Lalu kurangnya volume pembangunan Bandara Kuala Namu senilai Rp24,09 miliar pada PT Angkasa Pura II tahun 2014,” terangnya.

Sementara Pengendali Teknis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Yitno menyampaikan, hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kerugian negara adalah dengan tindakan preventif. Hal itu dilakukan untuk lebih mengenal dari awal tentang kerugian negara yang mungkin terjadi dalam lingkungan internal.

"Tindakan preventif lebih baik, karena dengan itu kemungkinan akan terjadinya kerugia negara dapat dihindari. Jangan hanya mengutamakan represif yang hanya menindak jika ada kasus saja," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tindakan tersebut bisa dilakukan diseluruh instansi yang ada, mulai dari pimpinan hingga ke struktur bawah. Diharapkan dengan hal tersebut, semua bisa saling mengawasi.

“Semua bisa mengawasi, jika ada temuan yang merugikan negara bisa dilaporkan. Penyimpangan dapatb terjadi dimana saja, dari perencanan hingga perbedaan fisik atau speknya,”paparnya.

Ia menambahkan, kerugian negara diketahui ketika pengeluaran sumber atau kekayaan daerah yang seharusnya tidak dikeluarkan, malah menjadi lebih besar dan hilangnya sumber penerimaan. Bahka kerrugian itu dapat terjadi baik disegaja atau pun tidak disengaja.

Sosialisasi pencegahan kerugian negara pada pengadaan sarana dan prasarana diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis dan Jumat (1-2/4).

Kegiatan sosialisasi diselengrakan khusus oleh bagian Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dikuti pesertanya sebanyaj 40 universitas se-Indonesia. (h/rvo)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]