KKPPM Bongkar Sindikat Traffiking


Senin, 04 April 2016 - 03:43:10 WIB

NONGSA, HALUAN — Ko­misi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Peran­tauan Keuskupan Pangkal Pinang berhasil mengungkap kasus trafiking 13 Tenaga Kerja Indonesia Nonpro­sedu­ral yang hendak diberang­katkan ke Malaysia. Tiga diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Terungkapnya kasus ini saat ke-13 TKI itu ditampung di rumah Nur di kawasan Buana Vista Blok No 62, Kecamatan Nongsa. Subdit IV People Smugling Ditkrimum Polda Kepri yang melakukan penyelidikan,

akhirnya menahan Nur pada tanggal 29 Maret 2016. Sementara teman Nur, Mulya­di dan Yogi hanya dikenakan wajib lapor. Alasanya, Polisi belum cukup bukti  untuk menahan keduanya.

Seluruh TKI non­prosedu­ral itu diinapkan di Gedung Serba Guna Santo Petrus Komplek GKSP Jalan Ang­grek Mas Blok 2 Batam. Ren­cananya siang ini, 9 orang dipulangkan ke daerah asal mereka yaitu Lombok meng­gunakan pesawat Lion.

Tiga yang diduga anak di bawah umur masih dibutuh­kan keterangannya dan seo­rang lagi bertahan ingin tetap berangkat ke Malaysia.

TKI asal Lombok berna­ma Norvina Langga (32), tinggal di Jalan Sumatera Kelurahan Lasian, Keca­ma­tan Kelapa Lama, Supiati(17) Karang Anyar Barat, Kecama­tan Wanasaba, Khairunisa (17) Labuhan Burung, Kabu­paten Sumbawa, Salmah(29) Lombik Timur, Hanifah(26), Sumbawa, Wilmayani(37) Lom­bok Tengah, Puji Ayuas­tuti (17)Lombok Tengah, Rai­hanun (27) Lombok Timur, Gaudensiana Maria Fo­rek (34), Yati(29) NTT, Yondri (26), dan Seli(21)

“Seluruh TKI nonprose­dural tersebut diserahkan ke Subdit IV People Smugling Polda Kepri pada tanggal 29 Maret 2016 serta tiga dian­taranya anak dibawah umur, “ Kata Rainhard Pius Si­man­juntak guru Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Mig­ran-Perantauan Keuskupan Pangkal Pinang di Gereja Santo Petrus Blok 11. Ka­mis(31/03).

Kata Dia, usai melakukan pengamanan empat pelaku trafiking dimana dua sebagai penjemput dan pengantar serta korban kami serahkan terhadap Subdit IV Ditk­rimum. Namun esoknya dua pelaku Yogi dan Mulyadi dilepas oleh penyidik.

“Dua pelaku dilepas pe­nyi­dik dengan alasan tidak cukup bukti, namun wajib lapor, anehkan,” ujarnya.

Hari ini, imbuhnya, tiga yang diduga anak dibawah umur kembali kami dampingi bawa ke Polda untuk dimintai keterangan penyidik,ketiga korban akan kami pulangkan setelah usai nantinya diverbal penyidik.

“Kami minta pihak penyi­dik agar memproses seluruh pelaku karena membe­rang­kat­kan mereka melalui pe­labuhan tikus,” Ujarnya.

Anisa(17) yang hanya sem­pat menduduki klas 2 SLTA asal Sumbawa meng­gatakan, rencana. Mau mem­bo­yong untuk dibuatkan  paspor dijambi padahari sela­sa oleh ibuk nur, dan akan dipekerjakan di negara jiran ?sebagai pembantu rumah tangga.

“Bekerja di Malaysia de­ngan membayar didepan se­besar 2000 ringgit? dan lang­sung dijemput ibu nur,” Kata Dia.

Sementara itu, Nufi(32) asal lombok sudah pernah bekerja dimalaysia selama 1.3 dan pulang kampung lalu kembali berangkat melalui agent bernama Jenifer dengan membayar dimuka 1.500 ri­ngit, namun tampa pasport.

“Berangkat malam hari melalui pelabuhan tikus teluk mata ikan, Nongsa , namun keburu diamankan,” kata Dia.

Kasubdit IV People Smug­ling Dirkrimsus Polda Kepri AKBP Edi Santoso me­nga­takan, saat ini pihaknya se­dang melakukan pengem­bangan dalam kasus trafiking anak di bawah umur.  Sebab ada keraguan dari tiga ter­sebut dibawah umur karena data pengguat seperti KTP maupun ijazah tidak ada.

“Sampai saat ini masih pengembangan dan dua pela­ku sudah ditahan sedangkan dua lagi wajib lapor,” kata Edi di ruang kerjanya.(h/par)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]