56 Titik Panas Terdeteksi

Kebakaran Lahan dan Hutan Menyebar


Senin, 04 April 2016 - 03:44:13 WIB
Kebakaran Lahan dan Hutan Menyebar Kebakaran lahan dan hutan makin menyebar di riau. Saat ini telah terdeteksi 56 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten di Riau.

PEKANBARU, HALUAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 56 titik panas yang mengindikasikan kebakaran lahan dan hutan yang menyebar di delapan kabupaten kota Provinsi Riau, Sabtu (2/4).

“Berdasarkan pencit­raan modis Terra dan Aqua pagi ini terpantau sebanyak 27 titik panas di Bengkalis dan 12 titik di Meranti,” kata Kepala BMKG Pe­kanbaru Sugarin di Pekan­baru.

Titik panas lainnya turut terpantau di Pelalawan d­e­ngan lima titik, Rokan Hilir dua titik, Kota Dumai tiga titik, Siak dua titik, Indragiri Hilir empat titik dan In­dragiri Hulu satu titik.

Secara keseluruhan sate­lit mendeteksi sebanyak 79 titik panas di Sumatera de­ngan Riau sebagai wilayah penyumpang titik panas terbanyak, yakni 56 titik. Selain Riau, titik panas di Sumatra juga terpantau di Kepulauan Riau 18 titik dan Sumatra Utara lima titik.

Untuk 56 titik panas di Riau, Sugarin menjelaskan sebanyak 30 titik sebagai titik api

Titik Panas atau mengin­dikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. Dari 30 titik api tersebut, sebagian besar di antaranya berada di Kabu­paten Bengkalis dengan jumlah 15 titik. Keberadaan titik api di Bengkalis terpan­tau di enam kecamatan.

Akibat maraknya keba­karan lahan dan hutan di wilayah pesisir Riau terse­but, kata Sugarin, Kota Dumai mulai diselimuti kabut asap tipis dengan jarak pandang 6 kilometer.

Ia menjelaskan sejumlah wilayah pesisir Riau saat ini cukup rawan terjadi ke­bakaran lahan dan hutan lantaran intensitas hujan sangat sedikit. “Kami ‘war­ning’ yang di sana, kondisi cukup panas, temperatur tinggi sehingga kebakaran berpotensi meluas dengan mudah,” ujarnya.

Meski pagi ini hanya ada tiga titik panas di Dumai, sambungnya, efek keba­karan lahan dan hutan su­dah mulai terasa di sana. Sampai pagi ini, Dumai dilaporkan masih diselimuti kabut asap. “Status Dumai berasap pagi ini. Sedangkan di Pekanbaru, Rengat dan Pelalawan statusnya udara kabur,” pungkas Sugarin.

Sugarin berharap, proses pemadaman dapat diinten­sifkan lagi diwilayah pesisir. Kondisi udara yang kering dapat memicu terjadinya peningkatan kebakaran la­han.

“ Kita minta pihak-pihak yang tak bertanggungjawab jangan melakukan bakar-bakar, karena kondisi cuaca panas kering diwilayah pesi­sir sedikit terbakar bisa langsung meluas,” harap­nya.

Sementara, Badan Pe­nang­gulangan Bencana Da­e­rah (BPBD) Bengkalis, menyatakan kebakaran la­han dan hutan (Karlahut) yang terjadi di wilayah terse­but terus meluas dan meng­ancam perkebunan masya­rakat.

”Tiga hari ini, kebakaran terus membara di Bengkalis. Mayoritas lahan yang ter­bakar berasal dari lahan kosong, namun berpotensi menyebar perkebunan pro­duktif masyarakat,” kata Kepala Bidang Damkar BP­BD Bengkalis Suiswantoro.

Kebakaran yang terjadi selain menghanguskan la­han kosong juga telah me­nyebar ke perkebunan war­ga. Namun, ia sangat meng­khawatirkan apabila keba­karan terus meluas sehingga proses pemadaman akan semakin sulit.

Dalam tiga hari terakhir ini sebagian besar wilayah Bengkalis nyaris tanpa hujan dengan cuaca yang cukup panas. Akibatnya kebakaran yang bermula dari lahan kosong dengan mudahnya meluas hingga menyebar ke perkebunan warga.

“Namun kita terus beru­paya melakukan pema­da­man dengan personil yang telah disiagakan di setiap daerah. Selain itu, kita terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam menang­gulangi kebakaran,” jelas­nya.

Ia mengatakan kebaka­ran yang terjadi dalam tiga hari terakhir mencapai se­kitar 10 hektare. Luasan kebakaran itu belum ter­masuk titik api baru yang saat ini terjadi di Kecamatan Siak Kecil tepatnya di Desa Tanjung Damai.

Kendala yang dihadapi oleh petugas gabungan da­lam menanggulangi keba­karan adalah sulitnya men­jangaku lokasi serta keber­adaan sumber air yang cu­kup jauh.

Di Rokan Hilir, hingga Sabtu malam, petugas dari Polres Rohil, Damkar, MPA dan BPBD masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api di desa Labuhan Tangga Besar dan Ujung Tanjung.

Menurut keterangan Ka­polres Rokan Hilir, AK­BP Subiantoro, SIk, seluruh petugas pemadam keba­karan dikerahkan untuk memadamkan api di La­buhan Tangga Besar dan Ujung Tanjung.

“Titik api dilahan keba­karan di Labuhan Tangga sudah berhasil dipadamkan. Tinggal lagi anggota kita memadamkan api di Ujung Tanjung,” kata Subiantoro Sabtu (2/4) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi keba­karan berdekatan dengan posko Karlahut di Ujung Tanjung. Luas lahan terba­kar belum bisa dihitung berikut nama pemilik lahan itu juga belum diketahui.

Selain petugas Damkar dari elemen pemerintah yang turun memadamkan api, mereka juga dibantu pemadam kebakaran dari perusahaan pengelolaan hutan serta MPA dari Teluk Berembun dan Rantau Bais.

Kerahkan MI-8 Se­men­tara Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sa­nger memastikan titik api di sejumlah Kabupaten Kota sudah bisa diatasi. “Alham­dulillah. Upaya pemadaman oleh im dilapangan baik dari darat dan udara mem­bu­ahkan hasil. Laporan Sabtu (2/4) sore karlahut sudah bisa dijinakkan,” pungkas Edwar.

Saat ini, helikopter MI-8 yang dikerahkan untuk operasi waterboombing su­dah kembali ke posko satgas Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. “Sekarang heli sudah di posko dan stanby untuk kegiatan besok,” tan­dasnya.

“Hari ini pengeboman air dilakukan di Giam Siak Kecil di Bengkalis dengan satu sorti 12 kali pener­bangan,” kata Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru Kolonel (Pnb) Yani Amirullah di Pekanb­aru, Sabtu (2/4).

Ia mengatakan, diarah­kannya helikopter tersebut ke Giam Siak Kecil setelah adanya permintaan dari Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) setempat. Selain penge­boman air, penanggulangan kebakaran lahan itu juga dilakukan oleh tim gabu­ngan melalui jalur darat.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup berhasil menangani kebakaran di sana. BMKG merilis titik api di Bengkalis nihil sore ini,” katanya.

Terpisah, Danlanud Ro­es­min Nurjadin Pekanbaru, Riau, Marsma TNI Henri Alfiandi mengatakan, satu helikopter sewaan BNPB jenis MI-8 sudah dikerahkan ke Bengkalis untuk upaya bom air dari udara. “Sudah kita terbangkan tadi pagi jam 09.00 WIB ke Beng­kalis,” jawabnya singkat.(h/ant/grc/,ic/rtc/hrc/dar)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 01 April 2016 - 03:40:08 WIB
    Kepala BMKG Mengingatkan

    Cuaca Panas Bisa Picu Kebakaran Lahan

    BATAM, HALUAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Hang Nadim Ba­tam mengingatkan potensi kebakaran lahan dan hutan yang meningkat akibat panas yang berkepanjangan sejak beberapa pekan terakhir..
  • Kamis, 12 Februari 2015 - 19:27:25 WIB

    Kebakaran Hutan Buruk Bakul Meluas

    STATUS MENINGKAT

    PEKANBARU, HALUAN — Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, telah menetapkan wilayah Kota Pekan­baru dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah De.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]