Tertinggal Terpencil dan Terluar


Senin, 04 April 2016 - 04:07:11 WIB

Optimisme dilontarkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat berkunjung ke Mentawai. Di kabu­paten yang disebut sang bupati Yudas Sabaggalet ini dengan sebutan serba 19 itu, Wagub menghadiri pembukaan Musya­waran Rencana Pembangunan (Musren­bang) Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Musrenbang merupakan sebuah wadah untuk menampung aspirasi kebutuhan masyarakat dalam proses pembangunan. Hal ini didorong berjenjang dari level pemerintahan terendah. Button up, seperti itu kira-kira.

Saat itu, Bupati Pessel dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015 menyebutkan Kepulauan Mentawai ditargetkan dalam tiga tahun ke depan keluar dari daerah tertinggal terpencil dan terluar atau disebut dengan 3 T. Target tersebut akan disela­raskan dengan program pembangunan baik provinsi maupun di Kepulauan Mentawai.

Dengan status sebagai daerah 3 T ke­pulauan Mentawai akan menjadi daerah yang istimewa karena diyakini akan  menda­pat­kan perhatian dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Sebab, daerah 3 T ma­sih meliputi pemberdayaan yang masih ku­rang atau SDMnya. Kematian ibu dan ba­yi, serta angka kemiskinan yang masih ada.

Nasrul Abit diyakini tak asal cuap. Dalam jangan waktu 10 tahun saat memim­pin Pessel, ia pernah membawa daerah tersebut keluar dari status 3T. Apa yang ia lontarkan di atas merupakan tips bagi pengambil kebijakan di Mentawai, sekali­gus berbagi kisah atas langkah yang ia lakukan sebelumnya.

Salah satu tips menarik lainnya adalah menyesuaikan dan menyelaraskan selerah pemerintah kabupaten dengan selera pemerintah di atasnya, mulai dari pemerin­tah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Jika dilihat selera pemerintah pusat misalnya. Soal tarikan politik, Mentawai harusnya teruntungkan. Dari 19 kabupaten kota se Sumbar, Mentawai-lah satu-satunya daerah yang dimenangi Jokowi-JK dalam Pilpres lalu. Tapi itu terlalu politis. Tapi selera penguasa pusat kali ini, salah satunya infrastruktur.

Langkah pemerintah Yudas saat ini mung­kin sudah on the track. Lihat saja, di ta­ngannya, Mentawai kini akan memiliki ru­as jalan yang akan menghubungkan lima pu­lau utama di kabupaten itu. Lima pulau itu yakni Siberut Barat Daya, Siberut Sela­tan, Siberut Tengah, Siberut Utara dan Sibe­rut Barat totalnya 170 km.  Hingga akhir 2015, total badan jalan yang sudah selesai dan sedang dalam pembukaan 162 km.

Lalu, pembangunan pariwisata. Hari ini, di Jakarta akan diluncurkan sebuah pro­gram yang disebut Festival Mentawai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini sudah jadi perhatian tentunya, kendati dari momentum gerhana matahari beberapa waktu lalu, Mentawai masih “terpencil” dibanding daerah lain. Nyaris tak ada perhatian, baik dari pusat maupun dari provinsi.

Tapi dengan terbukanya kans festival Mentawai ini, menunjukkan Jakarta sudah aware . Tinggal lagi bagaimana terus share dengan Wagub yang punya pengalaman soal itu. Mungkin hal ini akan lebih baik dengan diikuti daerah lain yang masih berstatus 3 T di Sumbar, seperti Solok Selatan dan Pasaman Barat. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 24 Agustus 2016 - 04:20:25 WIB

    Daerah Tertinggal

    Disebut sebagai daerah tertinggal jelas tidak mengenakkan. Tapi itulah fak­ta­nya. Dari 11 kabupaten yang terdapat di Pro­vinsi Sumatera Barat, tiga kabupaten di an­taranya masih berstatus daerah tertinggal. Ke­tiga kabu.
  • Selasa, 16 Februari 2016 - 02:52:09 WIB

    Tetap Tertinggal

    Kabupaten Solok boleh saja ke­luar dari status daerah tertinggal mulai tahun 2014. Tapi tidak demi­kian halnya dengan Nagari Garabak Data di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Garabak Data masih tetap berstatus sebagai .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]