Nelayan Saning Bakar Diduga Hilang di Danau Singkarak


Senin, 04 April 2016 - 04:50:40 WIB
Nelayan Saning Bakar Diduga  Hilang di Danau Singkarak Tim gabungan dari SAR, BPBD, Polair dan masyarakat melakukan pencaharian terhadap hilangnya Zul Effendi Naro seorang Nelayan asal Saning Bakar di Danau Singkarak, Minggu (3/4). (YUTIS WANDI)

SINGKARAK, HALUAN — Seorang nelayan asal Saning Bakar Kecamatan X Koto Singkarak Zul Effendi Naro (55), diduga hilang di Da­nau Singkarak. Ia tidak pulang sejak  Sabtu (2/4).

Setelah dikabarkan tak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam, berita hilangnya Zul Naro cepat menyebar di kalangan pen­dudukan setempat. Hingga Minggu (3/4) siang, masya­rakat bersama petugas BNPB, Polair Polres Solok Kota dan relawan lainnya, masih melakukan pencarian dengan menyisir lokasi hing­ga tengah danau.

Informasi yang dihim­pun Haluan menyebutkan,  peristiwa hilangnya Zul Naro berawal dari laporan istrinya pada masyarakat setempat. Menurut istri korban, seperti biasa suami­nya setiap sore bekerja me­meriksa bagan ikan yang dipasangnya di kawasan muaro  danau Singkarak, Nagari  Saning Bakar.

Setelah tak pulang-pu­lang hingga pukul 17.00 WIB, istrinya kemudian  mendatangi lokasi bagan atau jala apung dimaksud. Namun Istri korban kaget karena di lokasi bagan/jala apung dirinya hanya menemukan pa­kaian dan 1 unit telepon genggam milik korban.

Terkait peristiwa itu, Wali Nagari Saning Baka, Ridwan Husein menyebutkan, para nela­yan seperti biasa di kawasan Danau Singkarak, pada pukul 04.00 Wib siang, pergi ke Muaro mendatangi  mendatangi bagan masing-masing. Termasuk kor­ban Zul Naro, juga melakukan kegia­tan serupa setiap hari  untuk membongkar hasil tangka­pan Bagannya. Biasanya, setelah mela­kukan kegiatan mengum­pulkan ikan, para nelayan kem­bali pulang ke rumah sekitar pukul 06.30 Wib atau paling telat pukul 08.00 Wib. “ Tetapi  Zul Naro belum pulang-pulang juga, meski malam sudah tiba,” kata Ridwan Husein.

Sebelum dilaporkan hilang, pihak keluarga bersama masya­rakat terlebih dulu mencari keberadaan sampan (perahu kecil) milik korban. Dari pen­carian sampan itu, diperoleh informasi tentang penemuan satu unit sampan yang terombang-ambing hingga ke kawasan Na­gari Kacang, atau sekitar 5 km da­ri perairan Muaro, Saning Bakar.

“ Ketika masyarakat menge­cek sampan itu, ternyata benar sampan yang ditemukan masya­rakat Kacang adalah milik kor­ban Zul Naro,” terang  Nofita Naizar (50), salah seorang tokoh masya­rakat Saningbakar yang turut terlibat memantau kejadian itu.

Di tengah kegelisahan dan kekhawatiran karena belum dite­mukannya korban, pihak  ke­luar­ga bersama  masyarakat Saning Bakar langsung melapor­kan keja­dian tersebut pada Pol­sek Singkarak.

Kapolsek Singkarak, AKP Mushendri bersama jajarannya langsung melakukan koordinasi dengan petugas lainnya untuk melakukan pencarian.

Sejauh ini,  pihak Mapolsek bersama petugas Polair Polres Solok Kota, petugas BPBD, BNPB Sumbar dan masyarakat setempat masih melakukan pen­carian korban. Hampir semua warga Saning Bakar keluar ru­mah dan berharap korban segera ditemukan. Bahkan walikota Solok Zul Elfian yang juga teman semasa sekolah dengan korban juga ikut menyaksikan proses pencarian Zul Naro ini.

“ Pencarian dilakukan hingga ke tengah danau dengan meli­batkan banyak petugas penyela­matan,” ucap Nofita yang juga bendahara Ikatan Warga Saning Bakar (IWS) ini. (h/ndi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]