Di Jalan Rusak

Warga Dusun Tuo Bertanam Pisang


Senin, 04 April 2016 - 14:42:35 WIB
Warga Dusun Tuo Bertanam Pisang Sebatang pohon pisang berdiri di tengah jalan rusak dan berlobang serta tergenang air akibat hujan yang ditanam warga di Jorong Dusun Tuo Kenagarian Muaro Bodi, Minggu. (OGI SUNANDAR)

SIJUNJUNG,HALUAN — Lantaran tak kunjung diperbaiki dan banyaknya korban serta selalu menjadi ancaman bagi para pengguna jalan yang melintas, warga jorong Dusun Tuo Kena­garian Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari menanami jalan poros nasional tersebut dengan pohon pisang, Sabtu (2/4). Selain rusak, jalan rusak yang berada di depan SPBU Muaro Bodi ter­sebut juga tergenang air jika hujan turun, sehingga hal ter­sebut perlu dilakukan warga karena merasa geram tak kun­jung diperbaiki.

Salah seorang warga di sekitar jalan yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa aksi menanam pohon pisang dijalan lintas Sumatera tersebut selain sebagai bentuk kekesalan dan kegeraman warga terhadap rusaknya jalan nasional tersebut juga sebagai pengingat pengguna jalan yang melintasi jalan yang rusak tersebut supaya berhati-hati.

“Anggap saja pohon pisang yang kami tanam tersebut merupakan tanda penunjuk jalan atau pengingat jalan rusak, tetapi yujuan utamanya adalah sebagai bentuk wujud warga yang protes terhadap kondisi jalan yang rusak dan berlobang dan tak kunjung diperbaiki, mungkin dengan cara seperti ini baru men­dapatkan perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi melalui pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki jelas akan memicu kecelakaan, terutama para pengendara sepeda motor yang sering tergelincir karena terjerembab di lobang jalan saat melintas dengan kondisi sedang hujan apalagi malam hari. “ Yang menjadi korban kecelakaan di jalan lobang tersebut sudah sangat banyak pak,” ujarnya dengan nada sedikit kesal.

Sementara itu, Adi (23) salah satu pengendara yang sering melinyas di ka­wasan tersebur mengaku harus ekstra hati-hati ketika melewati jalan tersebut. Jika terlalu kencang dan tidak fokus terhadap jalan yang rusak dan berlobang, maka bisa jadi ban kendaraan akanterperosok ke lobang yang menganga lebar. 

Selain itu, kebanyakan pengendara tidak melewati jalan yang semestinya demi mencari celah jalan yang dianggap relatif bagus, padahal dari arah berlawanan juga ada kendaraan yang sedang berjalan. “ Memang belum ada kecelakaan berupa tabrakan. Tapi kalau kecelakaan tunggal akibat kendaraan sepeda motor terpental, sudah sering,” ujarnya.

Adi juga berharap, protes warga se­tempat dengan cara menanam pohon pisang di jalur tersebut segera direspon pemerintah, karena hanya pada pemerintah, harapan warga ditautkan. “ Semoga tidak menunggu korban dahulu untuk dilakukan per­baikan,” tandasnya. (h/ogi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]