Berantas Aliran Sesat, Ormas Harus Kompak


Senin, 04 April 2016 - 15:12:34 WIB
Berantas Aliran Sesat, Ormas Harus Kompak MUI, Pimpinan Ormas dan Keagamaan, Kemenag dan Polres foto bersama usai melaksanakan silaturahmi di Mapolres Pasbar. (GUSMIZAR)

 

PASBAR, HALUAN — Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Pasaman Barat, Ramlan TH, mengajak seluruh  pimpinan organisasi keagamaan, sosial kemasyarakatan dan  tokoh agama bersama aparatur pemerintah di da­erah­nya, agar kompak dan bersatu memberantas masuknya  aliran sesat di lingkungan masing-masing.

Akir-akhir ini, katanya,  maraknya peristiwa  orang hilang di berbagai daerah tanah air. Diantara penyebab  orang hilang itu adalah akibat dimasuk­kannya bersangkutan ke dalam orga­ni­sasi terlarang yang menyebarkan jaran sesat seperti Gafatar.

Untuk itu masyarakat dihimbau untuk  selalu peka  mencermati gerak-gerik orang asing  yang masuk ke  daerahnya. “Pesan saya kepada para ulama, tokoh masyarakat, per­kum­pul­an majelis taklim, agar  kalau ada orang asing  mengajak dan menga­jar­kan amalan serta berperilaku (di luar kebiasaan) agama, untuk dicermati dan berhati-hati”, kata Ramlan TH kepada Haluan di Simpang Empat, Minggu (3/4) kemarin.

Sebagai kabupaten baru dan po­sisi­nya berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dengan Kabu­paten Mandailing Natal (Madina),  ingatnya, maka diduga daerah  Pa­saman Barat juga dijadikan sasaran empuk bagi orang tertentu dan tidak bertanggung jawab untuk men­ye­bar­luaskan  faham atau aliran sesat yang dianutnya kepada masyarakat.

Sebelumnya, dala menyikapi kon­d­isi maraknya aliran dan ajaran sesat tersebut, telah dilaksanakan silatur­rahmi antar semua elemen,  tokoh agama, pengurus lembaga keagamaan se Pasaman Barat itu dilaksanakan di aula Polres setempat di  Simpang Empat.

Kepala Kantor Kementerian Aga­ma Pasaman Barat, Marjanis, selaku pembicara pada acara silaturrahmi dan temu tokoh agama tingkat kabu­paten itu menyampaikan, secara nasional alirah atau faham menye­satkan,  sudah dilarang beredar di negeri ini.  Namun selalu saja  tumbuh lagi. Semua itu, jelas  menjadi tan­tang­an bagi umat untuk memberantasnya.

Diingatkan, beberapa tahun lalu, di tanah air berkembang aliran Ya­misa (Yayasan MissiSunnahWal-Jamaah). Pada aliran ini  ada pen­yim­pang­an faham keagamaan (Islam) di kalangan mereka. “Salah satunya adalah, penga­kuan mereka, bahwa masih ada nabi dan rasul setelah kehadiran Nabi Muhammad SAW, yang menurut Islam ditetapkan se­bagai nabi dan rasul terakhir,” ingatnya.

Setelah Yamisa  dilarang,  terang Marjanis, belajangan ini  umat Islam ditantang juga dengan muncul  aliran sesat dan meresahkan, yaitu Gera­kan Fajar Nusantara (Ga­fatar). Gerakan ini  me­ru­sak mental, juga mengem­ban missi tidak jelas dan n me­nga­da-ada, serta jauh dari tun­tu­nan alquran dan sunnah.

Sedangkan  Pimpinan Pesantren Subulussalam Simpang Empat, Pasaman Barat, Nasrial, me­nu­tur­kan, Negara Indo­nesia me­ru­pakan tempat subur tum­buh­nya orang-orang atau kelompok masyarakat  atau aliran yang menye­satkan umat. Ada bermacam-macam aliran sesat yang pernah ada di Indonesia, seperti ada orang mengaku sebagai nabi baru, mengaku sebagai Tuhan dan lain sebagainya.

“Dengan iming-iming mem­pero­leh syurga secara instan (cepat) serta tidak mewajibkan mereka untuk be­ri­ba­dah, dengan mudahnya mereka men­dapat­kan pengikut. Menurut Nasrial, untuk menangkal semua gerakan itu, umat Islam khususnya generasi muda dan anak-anak harus dididik kembali ke­pada ajaran serta cinta Nabi Mu­ham­mad SAW,” harapnya.

Kapolres Pasaman Barat, Toto Fajar Prasetyo, pada kesempatan yang sama mengharapkan  tokoh agama un­tuk membentengi umat  dari  (fa­ham) agama yang menyesatkan.(h/gmz)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 November 2019 - 10:07:03 WIB

    Kajari Dharmasraya Hari Wahyudi: Kami Akan Ubah Strategi Berantas Korupsi

    Kajari Dharmasraya Hari Wahyudi: Kami Akan Ubah Strategi Berantas Korupsi PULAUPUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Pemberantasan korupsi dalam waktu terakhir ini memang sempat menjadi momok bagi kalangan birokrasi. Maklum, tidak sedikit kebijakan untuk menyelamatkan anggaran malah menjadi bumerang bagi par.
  • Kamis, 19 Juli 2018 - 14:51:37 WIB

    Pemberantasan LGBT Jalan di Tempat

    Pemberantasan LGBT Jalan di Tempat PADANG, HARIANHALUAN.COM-Fenomena seks menyimpang di Sumbar dalam beberapa ulasan terakhir kian mengkhawatirkan. Pemerintah menyebut, mereka tengah menggodok usulan revisi Perda antimaksiat tersebut ke DPRD Sumbar..
  • Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:03:19 WIB

    Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat

    Perlindungan Masyarakat, BBPOM Canangkan Aksi Pemberantasan Penyalahgunaan Obat PADANG, HARIANHALUAN.COM - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat (Sumbar) mencanangkan aksi pemberantasan penyalahgunaan obat, Rabu (4/10) di kantor BBPOM Padang. Aksi tersebut tak lain sebagai bentuk.
  • Selasa, 20 Desember 2016 - 00:29:20 WIB

    Satpol PP Solsel Komit Berantas Pekat

    Satpol PP Solsel Komit Berantas Pekat SOLSEL, HALUAN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solok Selatan (Solsel) targetkan berantas penyakit masyarakat sesuai visi dan misi kepala daerah. Hal itu disampaikan Kasat Pol PP Solsel, Hamdinas pada Haluan, (19/12.
  • Senin, 29 Agustus 2016 - 02:45:35 WIB

    Dharmasraya Komit Berantas Korupsi

    Dharmasraya Komit Berantas Korupsi DHARMASRAYA, HA­LUAN — Bupati Dhar­mas­raya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, meneken komitmen keterbukaan informasi publik bersama KPK dalam mem­berantas korupsi. Komitmen Bupati itu disambut baik ma­sya­rakat Kabupaten D.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]