Kabupaten Solok Butuh 2.105 Guru


Selasa, 05 April 2016 - 02:47:19 WIB

AROSUKA, HALUAN—Meski secara umum, mayoritas pegawai yang ada di lingkungan berasaldari kalangan guru, namun hingga kini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok masih kekurangan tenaga pengajar.

Setidaknya, tahun ini Badan Kepegawaian Dae­rah (BKD) setempat meng­ajukan formasi untuk pene­rimaan guru sebanyak 2.105 orang.

Data yang berhasil di­him­pun Haluan menye­but­kan, total jumlah guru ber­status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-PNS di Ka­bupaten Solok mencapai 5.732 orang. Dengan rincian, 2.560 guru PNS di Sekolah Dasar (SD) dan 964 orang non-PNS. Dari jum­lah itu, sebanyak 923 orang guru PNS pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 212 orang non-PNS. 441 orang guru PNS dan 283 orang non-PNS untuk ting­kat Sekolah Menengah Atas (SMA). Serta, 168 orang guru PNS dan 181 orang non-PNS untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Terkait itu, Kepala Dis­dikpora Kabupaten Solok Zulfadli menyebutkan, jum­lah SD di Kabupaten men­ca­pai 347 sekolah dengan total murid mencapai 48.841 orang. SMP 66 unit dengan total siswa 14.159 orang. SMA 20 unit dengan jumlah siswa 6.892 orang. Se­dang­kan jumlah siswa SMK men­capai 2.524 orang dari 12 unit SMK. “ Lebih 1.600 orang kita berdayakan guru honorer untuk membantu proses belajar mengajar,” kata Zulfadli,  Jumat  (1/4).

Menurut Zulfadli, keter­batasan guru ini menye­babkan guru-guru bidang studi di SMP, SMA dan SMK kejar tayang. Dengan kata lain, bukan mencukupi jam pelajaran saja, namun juga berupaya mengakali jam untuk mengajar di kelas lain. Kondisi ini jelas berpe­ngaruh pada prestasi siswa. “Kalau gurunya cukup, ten­tu mereka bisa fokus,” be­ber­nya.

Menurutnya, keterba­tasan guru PNS ini dilatar­berlakangi faktor ketidak­bolehannya Pemkab Solok melakukan penerimaan gu­ru. Setidaknya, dalam kurun waktu tiga tahun kebe­la­kang, Pemkab tidak mela­kukan penerimaan guru. Padahal, setiap tahun banya guru yang memasuki masa pensiun. “Moratorium, yang membuat kita tak bisa mela­kukan rekrutmen PNS ba­ru,” katanya.

Namun demikian, untuk Tahun 2016 ini lanjut Zul­fadli, pihaknya tetap meng­ajukan permohonan untuk formasi guru SD, SMP dan SMA guna memenuhi ke­butuhan yang ada. “Kita sudah ajukan formasi guru sebanyak 2.105 orang,” te­rang Zul.

Meski saat ini, daerah penghasil beras itu keku­rangan guru, terutama un­tuk mengisi sekolah di dae­rah terpencil, namun di sisi lain, dari informasi dila­pangan mayoritas guru-guru di Kabupaten Solok justru berebut mengajar di daerah-daerah dekat dengan lintas dan perkotaan. Seperti di Kecamatan Kubung, Keca­matan Gunungtalang. Se­mentara, banyak guru yang enggan mengajar di ka­wa­san Kecamatan Tigo Lurah, Hiliran Gumanti dan Lem­bah Gumanti karena jarak yang jauh.

Bahkan, salah satu SMA di Kecamatan Tigolurah hanya memiliki 4 orang guru yang berstatus PNS. Sele­bihnya dibantu guru hono­rer.

“Saya ingin semua guru diratakan. Tidak dipilih-pilih. Sebab, dimanapun tempat mengajar wajib di­turuti. Karena itu sumpah Pegawai,” kata Ali Candra salah seorang guru di Keca­matan Tigo Lurah.

Terkait itu, Kepala Dis­dikpora tak menampik, jika memang kebanyakan guru enggan ditempatkan di Se­kolah yang terdapat di kawa­san terisolir seperti Tigo Lurah.

Namun, kedepan, pihak­nya berjanji akan me­na­ta ulang kembali pe­nem­patan-penempatan guru. “Semua siswa punyak hak untuk mendapat pendi­di­kan. Jadi, ke depan kita akan penuhi posisi guru-guru di kawasan terisolir,” katanya. (h/ndi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]