Hotel dan Rumah Sakit


Selasa, 05 April 2016 - 03:07:31 WIB

Seperti disebut banyak pihak, Pa­dang khususnya dan Sumatera Barat umumnya pantas disebut sebagai daerah supermarket bencana. Ancaman terbesar adalah gempa dan tsunami yang hingga saat ini masih membuat banyak warga menjadi paranoid. Lalu juga ada ancaman banjir seperti yang terjadi be­berapa waktu lalu serta beberapa bentuk bencana lainnya.

Di tengah kekhawatiran tersebut, opti­misme tetap tergurat dalam berbagai sendiri kehidupan di ibukota provinsi Sumbar ini. Pelaku usaha seperti tak punya rasa paranoid tersebut. Bisik-bisik yang berkembang, pelaku usaha tak enggan untuk mena­namkan dolar sekaligus rupiahnya karena ada jaminan asuransi yang tak sedikit pula jika Padang “dirapun” oleh bencana dahsyat sekelas tsunami.

Bidang usaha yang kini sepertinya jadi lirikan adalah bisnis rumah sakit. Dalam satu bulan terakhir saja, ada dua rumah sakit kelas medium dengan fasilitas bersaing yang resmi beroperasi. Lagi-lagi bisik-bisik soal bisnis di sector ini pernah terserap yang mengatakan, bisnis ini tak akan ada ruginya. Fasilitas asuransi sekelas BPJS seolah jadi jaminan bagi penikmat bisnis di sektor ini.

Saking menariknya bisnis itu, seorang rekan pernah meminta bantuan untuk dicarikan sebidang tanah yang akan diba­ngun sebuah rumah sakit. Dan memang, “jaminan” BPJS seperti jadi daya tarik penanam modal.

Itu baru rumah sakit. Lihat di sektor bisnis wisata bidang perhotelan. Ban­dingkan dengan jumlah hotel yang bero­perasi di Padang sebelum terjadinya gempa. Meningkat tajam kiranya memang. Nyaris seluruh hotel yang rusak akibat gempa, kini sudah berdiri kembali. Sebut saja nama Axana, Bumi Minang dan Gran Inna Muara, Rocky Plaza, termasuk Hotel Basko yang memadukan hotel dengan mall di Padang, pertama dan masih satu-satunya.

Lalu, menariknya, sejumlah hotel berjaringan malah tak ingin ketinggalan “bertarung” di Padang. Siapa yang tak kenal dengan nama Ibis Hotel, Mercure dan Grand Zuri. Menyusul Hotel Aston, Amaris serta Fave Hotel. Belum lagi, hotel-hotel berkapasitas terbatas yang menjamur di beberapa sudurt kota.

Geliat ini membanggakan tentunya sekaligus prihatin. Membanggakan? Ya, karena keberanian pemilik modal berin­vestasi di daerah supermarket bencana ini seperti gambling, dan soal bisik-bisik di atas, bisa jadi benar. Yakni soal asuransi yang membekap keberadaan hotel-hotel ini.

Bangga? Tentu!. Anak kemanakan di Padang memiliki lapangan pekerjaan  yang belakangan sulit di dapat. Gelombang penerimaan PNS saja tahun ini kabarnya tidak menyentuh Padang atau Sumbar. Sebuah kondisi yang miris di tengah meluaskan jebolan-jebolan sarjana yang akhirnya harus bertarung di tengah hidup.

Prihatin? Soal hotel berjaringan tentu bisa dianggap lebih baik jika masih bertau­tan. Kabarnya, pengakuan salah satu pengelola hotel tak berjaringan, hotel yang mereka kelola memang tak dianggap dan sulit untuk mendapatkan perluasan laya­nan. Akibatnya, kesulitan cash in ikut mereka cicipi, kendati jam tayang hotel ini cukup dianggap di masanya

Prihatin? Ya memang, kondisili lingku­ngan yang memang harus selalu jadi perhatian. Dalam sebuah perbincangan dengan tokoh tata kota, pertumbuhan “hutan kota” tak dapat meminta jatah 20 persen ruang alami. Mereka sepertinya tengah dan akan selalu direcoki karena karena lahan di tengah kota semakin terkikis. Perlu diperhatikan keseimbangan perkembangan kota tanpa mengabaikan kepentingan orang-orang di sekitar. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 03 Mei 2020 - 21:59:10 WIB

    Mereka yang Menjerit karena Covid-19, Perhotelan Nyaris Lumpuh, Tagihan Tak Berkurang

    Mereka yang Menjerit karena Covid-19, Perhotelan Nyaris Lumpuh, Tagihan Tak Berkurang Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk bagi semua lini kehidupan. Tak terkecuali usaha perhotelan yang memang amat bergantung pada kunjungan orang dan iven yang menghimpun kerumunan. Berbagai langkah strategis dilaku.
  • Jumat, 26 Februari 2016 - 02:37:09 WIB

    Membidik Pasar Hotel Syariah

    Adat Basandi Syarak, Syarak Ba­sandi Kitabullah (ABS SBK). Be­gitulah falsafah hidup orang Mi­nangkabau yang selalu didengung dan dibanggakan. Tapi, apakah falsafah yang demikian dapat terlaksana dalam setiap sendi kehidup.
  • Selasa, 12 Januari 2016 - 02:42:34 WIB

    Potensi Pariwisata dan Penurunan Hunian Hotel

    Tahun 2015 adalah tahun-tahun yang berat bagi dunia bisnis, tak terkecuali dalam negeri. Kondisi perekonomian global yang menurun, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar plus perlambatan penyerapan ang­garan proyek dala.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]