Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Asita Sumbar Akan Perbanyak Pokdarwis


Selasa, 05 April 2016 - 03:13:02 WIB

PADANG, HALUAN — Dalam kacamata Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumbar, isu strategis pariwisata saat ini adalah menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Me­nurut Ketua DPD Asita Sumbar, Ian Hanafiah, untuk mengahadapi MEA, SDM pihak yang terkait pariwisata harus di­siapkan, terutama masyarakat.

“Isu-isu pariwisata dalam menghadapi MEA yang berkembang sekarang masih berkaitan dengan masyarakat. Jadi, mari ciptakan kelompok sadar wisata (Pok­darwis) yang banyak di setiap objek wisata, untuk menyadarkan masyarakat agar ekonomi mereka berkembangkan eko­nomi. Kini setiap kabupaten/kota sudah ada Pokdarwis. Kami akan menggalakkan lagi Pokdarwis agar jumlahnya semakin banyak,” ujar Ian usai pelantikan 40 pengurus Asita Sumbar periode 2016-2020 di Hotel Axana, Senin (4/5). Ketua Umum DPP Asita, Asnawi Bahar langsung me­lantik kepengurusan tersebut.

Tantangan Asita Sumbar ke depan, kata Ian, semakin berat secara bisnis karena persaingan begitu ketat akibat perkem­bangan teknologi seperti internet. Ia berpendapat, perkembangan teknologi kalau disikapi dengan baik akan mem­permudah bisnis Asita. Sebaliknya, dampat memburuk bisnis Asita karena kalau seka­dar menjual tiket pesawat, saat ini sudah banyak situs di internet yang menyediakan penjualan tiket.

Untuk di Sumbar, peluang bisnis Asita ke depannya sangat bagus karena kepala daerah di Sumbar, mulai dari pemprov hingga pemko/pemkab, serius mengem­bangkan pariwisata. Asita Sumbar me­manfaatkan hal itu karena mempermudah Asita untuk menjual pariwisata ke luar daerah hingga ke luar negeri.

Ia menambahkan, masalah Asita Sum­bar selama ini menjual pariwisata Sumbar ke luar negeri adalah kurangnya arana prasarana di objek wisata seperti MCK. Meski kini di beberapa objek wisata sarana prasarana masih kurang, namun pihaknya mengapresiasi keseriusan kepala daerah dan berharap pembenahan dan penambahan sarana prasarana di objek wisata.

Sementara itu, Asnawi Bahar berharap kepada Asita Sumbar untuk membenahi internal organisasi. Ia menyarankan, ber­kaitan dengan MEA, anggota Asita Sumbar harus bersetifikasi, diberikan pelatihan-pelatihan, kemudian meningkatkan produk-produk wisata agar lebih menarik. Untuk ke luar organisasi, ia beraharap Asita Sumbar untuk tidak berhenti  mempromosikan wisata Sumbar, meski promosi sebenarnya adalah domain pemerintah melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).

“Kami mengharapkan pemerintah be­ker­ja sama dengan industri dan meng­hidupkan BPPD. BPPD selama ini sudah ada, tapi tak jalan. Beri Asita, PHRI, dan organisasi yang terkait pariwisata lainnya untuk lebih bergerak, sehingga wisata Sumbar terpromosikan. Kalau produk sudah ada, tapi tak ada promosi, hasilnya tidak akan ada. Bali saja yang sudah terkenal di dunia masih terus melakukan promosi,” tutur mantan Ketua Kadin Sumbar ini.

Terkait perkembangan teknologi sebagai tantangan bisnis Asita, menurut Asnawi, hal itu tak sepenuhnya menjadi halangan karena biro perjalanan memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada wisatawan. Hal seperti itu tak didapatkan wisatawan melalui pelayanan daring (online).

“Kalau melalui online, terjadi apa-apa, ke mana mau komplain. Kalau melalui biro perjalanan bisa datang ke kantor. Biro wisata online yang menggunakan teknologi memang tak bisa dilawan. Tapi Asita harus mengiringi itu dengan pelayanan dan tak menjual barang saja,” jelasnya.

Dalam pelantikan pengurus DPD Asita Sum­bar itu, ditetapkan tiga anggota sebagai wa­kil ketua. Wakil Ketua I Bidang Orga­ni­sasi dan Pemerintahan dijabat oleh Joni Mar­dianto, Wakil Ketua II Bidang Tata Nia­ga dipercayakan kepada Helda, dan Wakil Ketua II Bidang Produk Tour dan Umroh diemban oleh Rifbon Antoni. (h/dib)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]