Di Limapuluh Kota Kasus Bunuh Diri kian Meroket


Selasa, 05 April 2016 - 03:16:36 WIB

SARILAMAK, HALUAN — Kasus bunuh diri di Luak Nan Bungsu semenjak tiga tahun terakhir ini sangat memprihatinkan. Kenapa tidak, dari 2013 sampai sekarang saja sudah 20 orang yang tewas dengan cara bunuh diri. Sebagian besar kasus bunuh di Ka­bupaten Limapuluh Kota ataupun Kota Paya­kum­buh, dipengaruhi oleh fak­tor ekonomi.

“Kita prihatin dengan kondisi ini. Lagi-lagi karena susah hidup hingga akhirnya mereka nekat menghabisi hidupnya dengan cara gan­tung diri dan minum ra­cun,”terang Yudilfan Habib Dt Monti Pemerhati Luak Nan Bungsu.

Selain stress akibat me­mi­kirkan kebutuhan eko­no­mi, bunuh diri juga dise­babkan depresi korban aki­bat penyakit yang diderita yang tak mau sembuh. “Ke­depan harus ada pena­nga­nan serius untuk meredam aksi bunuh diri ini. Baik dari Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Ko­ta,” ucapnya lagi.

Berdasarkan data yang dihimpun Haluan, berikut rincian aksi bunuh diri di Kota Payakumbuh dan Ka­bu­paten Limapuluh Kota. Seperti pada 16 Januari 2013, korban Samsuritar (45) Jorong Koto Ronah, Nagari Koto Alam, Keca­matan Pangkalan. 6 Mei 2013, korban Hendri (42) Jorong Baliak, Nagari Gu­nuangMalintang, Keca­ma­tan Pangkalan Koto Baru,

Pada 21 Mei 2013, Erna­wati (28) warga Jorong Mung­kaTangah, Nagari Mung­­­ka, Kecamatan Mung­­­ka. 7 Juni 2013 So­himan (70) warga Jorong Subarang Pasa, Nagari Mang­­gilang Pangkalan. Ke­mudian, 18 Juni 2013, kor­ban Bachtiar ( 82 ) warga Jorong Pakan Raba’a, Na­gari Batu­pa­yu­ang, Keca­matan Lareh Sa­go Halaban.

Pada 8 Juli 2013 aksi bunuh diri oleh Musfaldi alias Ateng (39) warga Jo­rong Koto Tangah, Nagari LubuakBatingkok, Keca­matan Harau. Sehari kemu­dian, 9 Juli 2013, gantung diri dilakukan Yusri (53) warga Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Tangah Keca­matan Bukik Barisan.

 Tiga hari kemudian, 12 Juli 2013 gantung diri dila­ku­kan seorang ibu ru­mah tangga bernama Yus­marida (45) warga Jorong Batu Balah, Nagari Gu­nuang Malintang, Keca­ma­tan Pang­­kalan Koto Baru.

Pada 13 September 2013, korban Hawariyun (56) salah seorang warga di Jo­rong Piladang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Akabiluru. 2 Oktober 2013, pelajar kelas VIII di SMPN 3 Harau, bernama Abdul Hamid (16) turut nekat gantung diri.

Pada 27 September 2014 dengan korban Hendri (32) warga Lokuang Nagari Sim­pang Sugiran, Kecamatan Payakumbuh. 29 Maret 2015 dengan korban maha­sis­wa Unand jurusan Sastra Daerah Fakultas Ilmu Bu­daya (FIB). Khairul Anwar (21) warga Nagari Taeh, Ke­camatan Payakumbuh Ka­bupaten Limapuluh Ko­ta.

Pada 3 April 2015, kor­ban Andaluzi (32) warga Na­gari Koto Tangah, Ke­ca­matan Bukit Barisan. 10 April 2015 dengan korban De­ri (37) Warga Jorong Pa­dang Ambacang, Nagari Si­tu­juah Bandar Dalam, Ke­cam­atan Situjuah Limo Nagari.

Selanjutnya, 21 Juli 2015 dengan korban Nofri Ha­raham (36) warga Jo­rong Lu­buak Batingkok, Keca­matan Harau, Kabu­paten Limapuluh Kota. 6 Agustus 2015 dilakukan oleh warga Jorong Padang Panjang, Nagari Tanjuang Aro Sika­bu-Kabu, Keca­matan Lu­hak, Kabupaten Limapuluh Kota bernama Ernis (36).

12 Agustus bernama Syahrial (53) warga Jorong Balai Talang, Nagari Gu­guak VIII Koto Kecamatan Guguaksealigus Kepala Jo­rong setempat. 10 Oktober 2015 korban Jamaan (75) warga Situjuah Limo Naga­ri, Kabupaten Limapuluh Kota.

Pada 25 Maret 2016 aksi bunuh diri dengan minum racun oleh Vina (30) warga Jorong Padang Panjang, Nagari Sikabu-Kabu Tan­jung Aro, Ke­camatan Luak, Kabupaten Limapuluh Ko­ta. Sehari kemudian, 26 Maret 2016 korban Murni (48) masih warga Nagari Sikabu-Ka­bu, Kecamatan Luak Ka­bu­paten Limapuluh Kota yang tewas gantung diri dan 3 April 2016 , gan­tung diri oleh Masnidar (55) warga Jorong Lu­buak Ba­tingkok, Nagari Lu­buak Batingkok, Kecamatan Ha­rau. (h/ddg)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]