Setelah 30 Penghuni Lapas Positif Narkoba

Empat Petugas Diduga Terlibat


Selasa, 05 April 2016 - 03:33:22 WIB

PADANG, HALUAN – Kanwil Kemenkum HAM (Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia) Sumbar menyebutkan pihaknya mendeteksi empat petugas Lapas Klas II-A Muaro Padang membantu masuknya narkoba ke Lapas.

Identifikasi ini me­ru­pakan tindak lanjut dari pe­ngem­bangan kasus 30 peng­huni Lapas yang positif gu­nakan narkoba saat peng­ge­rebekan, Rabu (16/3). “Dari hasil pemeriksaan dan pe­ngembangan yang dilakukan, kita sudah mendeteksi adanya empat orang yang diduga terlibat. Namun saat ini kita masih menggunakan asumsi praduga tak bersalah dulu, tapi mereka akan terus kita pantau. Kalau hasilnya ter­nyata mereka dinyatakan tidak bersalah akan kita le­pas­kan, sebaliknya kalau terbukti akan kita serahkan ke polisi untuk diproses,” kata Ka­kanwil Kemenkum HAM Sumbar, Ansaruddin kepada wartawan usai pemeriksaan urine pegawai Kemenkum HAM Sumbar, Senin (4/4).

Menurutnya, hingga be­rita ini diturunkan, ia  terus melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga terlibat terhadap masuknya barang haram itu ke dalam lapas. Dalam pen­dalaman dan pe­ngem­ba­ngan mengenai indikasi adanya keterlibatan petugas Lapas ini, sebut An­saruddin, Kanwil Kemenkum HAM bekerjasama dengan pihak BNNP.

“Hingga saat ini kami terus melakukan peme­rik­sa­an terhadap seluruh pe­tugas di Lapas Muaro guna mengetahui sampai sejauh mana keterlibatan petugas Lapas dalam “membantu” masuknya barang haram itu ke dalam Lapas. Kita tunggu hasil­nya satu atau dua ming­gu ini,” ungkap Ansaruddin.

Saat penggerebekan tim gabungan Kemenkum HAM, TNI dan Polri, pada hari Rabu (16/3) lalu sempat disambut dengan suasana ricuh. Hal itu terjadi saat pemeriksaan terhadap Nara­pidana di Kamar A-6.  Keri­cuhan yang terjadi disinyalir karena adanya provokasi dari salah seorang Narapidana yang tidak mau menjalani pemeriksaan urine di ka­marnya.

Dalam razia di Lapas itu, petugas gabungan juga me­nemukan timbangan digital di salah satu kamar warga bi­naan, puluhan alat ko­munikasi, senjata tajam dan plastik sabu bekas pakai.

Tes Urine

Sementara, dalam pelak­sanaan tes urine bagi jajaran Kanwil Kemenkum HAM Sumbar itu,  dari 128 orang pegawai dan staf di ling­kungan Kemenkum HAM ini, delapan orang di­an­ta­ranya disinyalir meng­gu­nakan obat-obatan.

“Lima dari delapan orang itu disinyalir karena minum obat, satu orang di­temukan adanya zat morfin dalam urinenya, dan dua orang lagi dalam urinnya mengandung amfetamin,” sebut

Meskipun demikian, Ansa­ruddin mengatakan, hasil tes urine tersebut masih harus didalami untuk men­dapatkan data dan fakta lebih akurat. Menurutnya, hasil positif dalam tes urine belum menjamin yang ber­sang­kutan benar-benar menjadi pemakai narkoba. Sebab ada obat-obatan mengandung zat sejenis narkoba.

“Masih kita dalami hasil tes urine tersebut. Intinya, penyelidikan dan penyi­dikan kita lakukan untuk mendapatkan data dan fak­ta. Saya sendiri juga ikut tes urine, dan hasilnya negatif,” ujarnya.

Jika nantinya ada yang terbukti menggunakan nar­koba, tambah Kakanwil Ke­men­kum HAM Sumbar ini lagi, pihak Kemenkum HAM sendiri akan mela­kukan pe­ngem­bangan lebih lanjut.

“Kalau yang ber­sang­kutan seorang pejabat, akan kita nonjobkan. Tapi kalau dia pegawai biasa, akan kita lakukan penurunan pangkat selama tiga tahun, plus akan dilakukan rehab terhadap yang bersangkutan,” tambah Ansaruddin.

Ansaruddin me­nam­bah­kan, tes urine mendadak yang dilakukan jajaran Ke­men­kum HAM Sumbar yang meng­gandeng Badan Na­sional Nar­kotika Pro­vin­si (BNNP) Sum­bar, juga dilakukan se­rentak pada hari ini, Senin (4/4) dise­lu­ruh Indonesia.

Senada dengan An­sa­ruddin, Ali Dison, per­wa­kilan dari BNNP Sumbar, yang diundang khusus oleh pihak Kanwil Kemenkum HAM Sumbar mem­be­nar­kan kalau delapan dari 128 orang yang mengikuti tes urine di jajaran Kanwil Ke­men­kum HAM Sumbar ini hasilnya positif.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, zat narkona yang ditemukan dalam urine ke­de­lapan orang ini, berasal dari dari obat-obatan yang mereka minum. Ini sudah di­klarifikasi oleh yang ber­sangkutan dengan cara memperlihatkan resep obat dari dokter,” tambah Ali Dison, yang didampingi Yusra, perwakilan dari BNNP Sumbar. (h/hel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]