Koruptor Kebanyakan Politisi dan Swasta


Rabu, 06 April 2016 - 03:11:14 WIB

SLEMAN, HALUAN —  Peneliti dari Lembaga Labortaorium Ilmu Ekonomi UGM, Rimawan Pradiptyo mengatakan ada kecenderungan pelaku korupsi tidak lagi didominasi kalangan politisi dan birokrat, tetapi juga oleh pihak swasta.

Bahkan tak jarang ketiganya berjamaah melakukan korupsi lewat pengaturan peraturan perundang-undangan dan pera­turan daerah.  Celakanya, hingga saat ini belum ada aturan yang bisa menjerat swasta yang korup.

“Selama ini tidak diatur mengenai korupsi yang dilakukan swasta dalam hal penyuapan, terkecuali melibatkan politisi dan PNS,” kata Rimawan dalam laporan analisis database korupsi, Selasa (5/4).

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Laboratorium Ilmu Ekonomi UGM, korupsi yang dilakukan politisi (legislator dan kepala daerah) dan swasta sepanjang 2001 hingga 2015 sebanyak 1.420 terpidana. Sedangkan korupsi dari kalangan PNS sebanyak 1.115 terpidana.

“Total korupsi oleh politisi dan swasta diperkirakan mencapai Rp50,1 triliun,” katanya.

Ia juga mengatakan uang yang dikem­balikan ke negara dari hasil korupsi tak signifikan. Ia mencontohkan, kasus korupsi yang terjadi di Bantul dan Denpasar. Tercatat, di Bantul terdapat 12 terdakwa dengan nilai kerugian mencapai Rp16,3 miliar. Namun uang korupsi yang dikem­balikan ke negara hanya Rp4,2 miliar.

“Artinya Rp 12 milyar disubsidi ke koruptor,” tutur Rimawan.

Sementara di Denpasar, Bali, diketahui terdapat 21 terdakwa dengan kerugian negara Rp71,5 milyar. Sementara hasil korupsi yang dikembalikan dibawah Rp1 miliar.

Adapun daerah dengan tingkat korupsi tertinggi meliputi Jabodetabek dan Su­matera. Sebanyak Rp121,3 triliun atau 94 persen dari total dana yang dikorupsi korupsi sepanjang 15 tahun terakhir, yakni mencapai Rp195,14 triliun.

“Terdakwa korupsi di wilayah jabo­detabek sebanyak 424, dan di Sumatera 578 orang,” kata dosen FEB UGM itu. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 07:20:44 WIB

    Mahfud MD Kembali Aktifkan Tim Pemburu Koruptor, Berikut Incarannya?

    Mahfud MD Kembali Aktifkan Tim Pemburu Koruptor, Berikut Incarannya? HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan kembali menghidupkan Tim Pemburu Koruptor (TPK). Rencananya, TPK akan dihidupkan untuk meringkus beberapa buronan, sep.
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 21:35:42 WIB

    Maria Pauline Ditangkap, Jadi Alarm Bagi Koruptor

    Maria Pauline Ditangkap, Jadi Alarm Bagi Koruptor HARIANHALUAN.COM - Penangkapan Maria Pauline Lumowa, salah satu buronan pembobolan Bank BNI dalam kasus Letter of Credit (L/C) Fiktif senilai 1,7 triliun yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia merupakan sebuah terobosan yan.
  • Rabu, 29 April 2020 - 21:48:10 WIB

    Jangan Main-Main! KPK Bakal Hukum Mati Koruptor Bantuan Corona

    Jangan Main-Main! KPK Bakal Hukum Mati Koruptor Bantuan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus mengawasi penggunaan dana bencana penanganan Covid-19 yang begitu besar. KPK mengingatkan koruptor dana bencana akan dijerat dengan tuntutan hukuman mati.
  • Senin, 06 April 2020 - 13:07:36 WIB

    Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Pembebasan Napi Koruptor

    Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Pembebasan Napi Koruptor JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Presiden Joko Widodo menyetujui pembebasan bersyarat kepada narapidana tindak pidana umum, untuk mencegah penyebaranvirus corona (Covid-19) di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas)..
  • Ahad, 05 April 2020 - 15:41:11 WIB

    30 Ribu Napi Dipulangkan, Koruptor dan Teroris Tidak

    30 Ribu Napi Dipulangkan, Koruptor dan Teroris Tidak JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Hukum dan HAM telah membebaskan sebanyak 30 rbu narapidana dan anak dari lembaga pemasyrakatan. Kebijakan ini ditempuh untuk mencegah penularan Virus Corona atau COVID-19 di lembaga pe.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]