Masyarakat Narsis yang Tidak Mengerti Selfie


Rabu, 06 April 2016 - 03:19:01 WIB
Masyarakat Narsis yang Tidak Mengerti Selfie

Saya rasa semua orang mengenal kata selfie dan tahu cara menggunakan kamera telepon seluler (ponsel) untuk selfie. Dengan mudah kita temukan orang selfie di sekitar kita. Di mana-mana orang mengambil potret diri sendiri, seakan-akan tidak ada lagi tempat di dunia ini tanpa orang selfie.  

Saking populernya kata selfie dan banyaknya peng­guna kata tersebut, tidak salah jika Ox­ford Dictionaries me­nobatkan selfie sebagai Word of The Year pada 2013. (BBC, 20 No­vember 2013).

Meski kata selfie populer, masih ada sejumlah orang yang tidak tahu arti kata tersebut. Saya sering men­dengar orang di sekitar saya atau membaca di status Face­book yang disertai foto, yang mengatakan selfie, padahal dalam foto itu ada lebih dari satu orang. Yang paling parah, ada orang yang meminta diri­nya difoto oleh orang lain, lalu menyebut foto tersebut seba­gai foto selfie.

Selfie, secara etimologi pasti berasal dari kata self. Tanpa perlu melihat Kamus Inggris-Indonesia yang di­su­­sun oleh Jhon M Echols dan Has­san Shadily, kita tahu self be­r­ar­ti diri sendiri. Jadi, selfie, sudah pas­ti berarti kegiatan yang berhubungan dengan diri sendiri.

Kini mari kita cermati definisi selfie secara utuh. Oxford Dictionaries Online atau Kamus Oxford Daring memasukkan kata selfie seba­gai bagian dari kosakata ba­hasa Inggris pada Agustus 2013. Menurut kamus ter­sebut, selfie adalah, “a pho­tograph that one has taken of oneself, typically one taken with a smartphone or webcam and uploaded to a social me­dia website.” Kurang lebih artinya aktivitas se­seorang yang memotret diri sendiri, umumnya meng­gu­nakan pon­sel pintar atau web­cam, ke­mudian mengung­gah­nya ke laman media so­sial.

Jadi, orang yang me­men­cet tombol kamera untuk memotret diri­nya ber­sama temannya, ti­dak bisa dikatakan sel­fie dan hasil fotonya tak bisa dikatakan foto selfie. Lalu, apa kata yang pantas untuk menyebut akti­vitas seperti itu?

Wefie. Kata ini tidak sepo­puler selfie. Wefie banyak digunakan oleh pengguna media sosial untuk menga­takan kegiatan memotret diri sendiri beserta sejumlah orang, lalu mengunggahnya ke media sosial. Selain wefie, ada lagi kata groupfie (ada yang menyebut groufie), sing­katan dari group selfie, yang kurang lebih berarti seke­lompok orang yang mengam­bil foto selfie. Baik wefie maupun groupfie atau groufie, belum masuk ke dalam Ox­ford Dictionaries Online. Banyak orang memprediksi bahwa kata tersebut akan masuk dalam Oxford Dictio­naries Online karena penu­turnya terus bertambah se­iring aktivitas yang berhu­bungan dengan kata tersebut.

Semoga tidak ada lagi orang yang mengatakan selfie untuk menyebut aktivitas memotret diri sendiri ber­sama orang lain dalam satu momen.  

Selfie dan swafoto

Banyaknya kata asing yang masuk ke Indonesia seba­gai dampak perkembangan teknologi, menambah tugas pakar dan pemerhati bahasa untuk mencari padanannya dalam bahasa Indonesia.

Salah satu pakar bahasa yang turun tangan mencari padanan kata tersebut adalah André Möller, penyusun Ka­mus Swe­dia-Indonesia dan Ka­mus Indonesia-Swe­dia. Dalam rubrik bahasa Kom­­pas, 20 Desember 2012, ia pernah mena­warkan tiga al­ter­natif padanan kata selfie.

Pertama, swa­foto. Swa- adalah awalan dalam bahasa Sanskerta. Awalan swa- sudah dikenal oleh peng­guna bahasa Indonesia, seperti yang digu­nakan dalam kata swasem­bada. Akan tetapi, André Möller merasa sulit mencip­takan kata kerja untuk kata ini karena swafoto adalah kata benda.

“Bagi saya agak susah membayangkan bagaimana kita bisa menciptakan kata kerja yang terasa pas. Bers­wa­foto terasa mengada-ada dan mengambil swafoto mungkin kepanjangan. Sehari-hari orang mungkin akan menga­takan ngeswafoto,” ujarnya.

Kedua, dirian. Sama seper­ti swafoto, dirian adalah kata benda dan lagi-lagi tidak begitu jelas bentuk kata ker­janya. Mendirian, kata André Möller, kedengaran cukup aneh (setidaknya pada awal­nya) dan ada risiko nanti bentuk ngedirian jadi yang lumrah dipakai.

Ketiga, potret diri. Frasa ini, menurut André Möller, sudah lama dikenal dalam ba­hasa Indo­nesia. Masalahnya, isti­lah ini se­per­tinya meng­gam­barkan sebuah ke­giatan yang ada sebe­lum keberadaan ka­mera digital dan dengan demikian tidak men­cer­min­kan perkembangan be­berapa tahun terakhir.

Pada akhir opini itu, An­dré Möller me­ngatakan, yang paling wajar dikembangkan awalan swa-.

Saya setuju dengan pilihan André Möller ter­se­but. Kata swafoto bisa menggantikan selfie meski swafoto agak panjang apabila diberi kata kerja, seperti mengambil swafoto atau me­la­kukan swa­foto. Meski pan­jang, tapi tepat, saya rasa tidak menjadi persoalan dalam me­ngu­cap­kannya. Bukankah perihal pengucapan hanya soal kebia­saan? Kalau sudah terbiasa mengucapkan se­suatu, pan­jang atau bahkan rumit pun tak jadi masalah.

Penggunaan kata swafoto

Wikipedia berbahasa In­do­ne­sia telah mencantumkan swafoto sebagai padanan sel­fie. Menurut ensiklopedia bebas tersebut, swafoto atau foto narsis adalah jenis foto potret diri yang diambil sen­diri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Definisi ini sama dengan definisi selfie dalam Kamus Oxford Daring.

Kepala Pusat Pembinaan Ba­dan Pengembangan dan Pem­binaan Bahasa Kemen­te­rian Pendidikan dan Kebu­da­ya­an, Gufran Ali Ibrahim juga se­tuju dengan swafoto sebagai pa­danan selfie (repu­blika.­co.id, 29 Desember 2015).

Penggunaan kata swafoto juga telah marak. Saya menge­tik kata kunci swafoto di Google pada 5 April 2016. Muncullah 55.500 hasil pen­carian tentang swafoto. Se­jum­lah media pun telah meng­­­gunakan swafoto dalam berita: “Dua Orang Ter­sam­bar Ke­reta Saat Swa­foto” (me­di­a­indone­sia.com, 15 Maret 2016), “Si­ap-siap Sala­man dan Swafoto Ba­reng SBY” (jabar.­tribun­news.com, 7 Ma­ret 2016), “Mumbai Te­tapkan 16 Zona Larangan Swa­foto” (suara­merde­ka.­com, 25 Fe­bruari 2016).

Sedemi­kian ru­mit­nya men­­ca­ri pa­da­nan kata selfie, hing­ga memu­sing­kan orang-orang yang me­miliki perha­tian terhadap bahasa Indo­nesia. Itu baru untuk padanan kata selfie, belum lagi padanan kata wefie atau groupfie. Hing­ga kini, saya belum mene­mukan satu pun tulisan yang membahas padanan kata wefie atau groupfie.

Pada akhirnya, kita mesti menunggu Pusat Bahasa me­ner­bitkan Kamus Besar Ba­hasa Indonesia Edisi Kelima, sembari berharap padanana kata selfie dan wefie atau groupfie, terdapat dalam ka­mus itu. Menjelang KBBI baru itu terbit, saya kira tidak ada persoalan kalau kita meng­­gunakan kata swafoto, setidaknya lebih baik da­ri­pada kita memakai selfie, yang hanya akan menambah bari­san kata bahasa Inggris yang kita gunakan sehari-hari. (*)

 

HOLY ADIB
(Wartawan dan Pemerhati Bahasa Indonesia)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 23 Februari 2020 - 21:44:01 WIB

    Perubahan Paradigma Pemberdayaan Masyarakat

    Perubahan Paradigma Pemberdayaan Masyarakat "Puluhan ribu ekor ayam bantuan pemerintah dari program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Pasaman, mati mendadak. Program pro rakyat ini pun dicap gagal total". .
  • Senin, 01 Juli 2019 - 22:11:40 WIB

    Jauhi Narkoba dekati Agama, Jadilah Masyarakat yang Cerdas

    Jauhi Narkoba dekati Agama,  Jadilah Masyarakat yang Cerdas Menurut Permenkes 917/Menkes/Per/X/1993, Obat (jadi) adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan.
  • Kamis, 23 Mei 2019 - 01:24:03 WIB

    Pembaharuan Agraria dan Masyarakat Adat

    Pembaharuan Agraria dan Masyarakat Adat KEKUASAAN kepemilikan lahan tidak pernah lepas dari warisan konstitusi negara kita, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan dasar paling adil untuk menciptakan kesetaraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, tujuan .
  • Kamis, 17 November 2016 - 00:09:48 WIB

    Deradikalisasi Swadaya Masyarakat

    Deradikalisasi Swadaya Masyarakat Ajakan Presiden Jokowi untuk bersama-sama melawan radikalisme dan terorisme disampaikan langsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT)-Amerika Se­rikat pada Februari lalu. Poin yang diutarakan oleh Presiden Jokowi dala.
  • Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:55:09 WIB

    Kelola Aduan Masyarakat Berantas Pungli

    Kelola Aduan Masyarakat Berantas Pungli Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepolisian Polda Metro Jaya di kantor Kemenhub terkait pungutan liar perizinan oleh oknum di kementerian membuka aib pelayanan publik yang selama ini hanyaocehan bagi masyarakat. Kepolisian menyit.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]