Tolak Ranperda Pasar

Pedagang Payakumbuh Unjuk Rasa


Rabu, 06 April 2016 - 03:43:11 WIB
Pedagang Payakumbuh Unjuk Rasa Pedagang di Pasar Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) melaksanakan unjuk rasa, Selasa (5/4). Mereka menolak Raperda tentang Pengelolaan Pasar Tradisional, tapi juga mengatur tentang sewa dan kontrak Toko.

Payakumbuh, Haluan — Sekitar dua ribuan pedagang Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) melaksanakan unjuk rasa, Selasa (5/4).

Mereka  menolak Ran­cangan Peraturan Daerah (Ra­perda) tentang Pe­nge­lolaan Pasar Tradisional yang diajukan Pemko ke DPRD Payakumbuh.Aksi damai pedagang tersebut berjalan tanpa anarkisme.

Wakil Ketua IP3, Jon Erizal mengatakan per­soa­lan pasar di Payakumbuh, sudah sangat rumit, se­men­tara untuk aktivitas jual beli sangat sepi sehingga para pedagang menderita. “De­ngan adanya perda ten­tang pasar nantinya, akan mem­buat pedagang tambah men­derita, boleh dibuktikan kalau pasar itu sangat sepi. Kenapa yang dipikirkan pemerintah dan DPRD ha­nya terkait pertokoan saja, dan tidak berusaha untuk me­mikirkan bagaimana me­ramaikan tingkat kunjungan ke pasar,” ujar dia.

Selama 30 menit ber­orasi, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Pa­ya­kumbuh keluar ruangan kan­tor dewan untuk men­datangi ribuan pedagang yang sudah berkumpul di­halaman ge­dung dewan ter­sebut . Seperti Ketua DPRD Yb Dt Parmato Alam, Wilman Singkuan, Suparman, Syafrizal, Mawi Etek Arianto,Edwar Df, Ismet Harius dan Ahmad Ridho.

Aksi damai para pe­dagang tersebut dimulai dari pusat Pasar Pa­ya­kum­buh Jalan Sudirman hingga Kantor DPRD se­tem­pat di Jalan Soekarno Hatta Koto Nan Ampek.

Para pedagang memulai aksi sekitar pukul 09.00 pagi, lalu menuju ke kantor DPRD untuk me­nyam­pai­kan sejumlah aspirasi kepa­da wakil rakyat. Setelah sampai di kantor DPRD para pedagang meyuarakan tuntutan mereka.

Akhirnya pihak DPRD memanggil beberapa per­wakilan para pedagang un­tuk bermusyarah terkait tun­tutan yang mereka sam­paikan. Aksi damai tersebut ber­akhir sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketua DPRD Pa­ya­ku­m­buh, Yendri Bodra me­nga­takan, DPRD akan me­lak­u­kan pembahasan ulang ber­sama seluruh unsur yang ter­libat di pasar Payakumbuh sebelum dilakukan pe­nge­sahan Ranperda.

Dia mengatakan DPRD menunda dan menolak Ran­cangan Perda Pasar ter­sebut sebelum ada kata kesepakatan dari semua belah pihak katanya.

Sebab menurutnya ini adalah persoalan yang sa­ngat sensetif dan harus hati hati mengambil keputusan. Untuk itu dirinya me­ngim­bau semua belah pihak agar bisa menahan diri dalam mengambil kebijakan serta keputusan.

Sementara itu, Yudilfan Habib aktifis Luhak Limo Puluah dilansir sumbarsatu menegaskan, permasalahan pasar Payakumbuh ini ha­ruslah di cari titik temu dan akar permasalahanya, se­hingga pedagang tidak harus menjadi korban eks­poitasi oleh pihak tertentu.

Habib menilai bahwa pasar Payakumbuh itu ada­lah milik dari 13 kelarasan Luhak Limo Puluah. Jadi, sebelum pemko membuat kebijakan, terlebih dahulu harus dilibatkan seluruh komponen tersebut, agar tidak lagi terjadi dusta di antara kita.”Harusnya se­mua pihak bisa memahami filosofis dan sejarah pem­buatan pasar di Paya­kum­buh” ulasnya.

 Dari 13 kelarasan atau tigo baleh lareh, tidak per­nah mendapat kompensasi apa­pun. Sampai kapan mani­pulatif ini berdiri kokoh, sementara aku para pedagang mengatakan mereka membeli harga sebuah petak toko pada masanya sampai bernilai se­ra­tusan emas tandas Yudilfan habib.

Seharusnya kita harus telusuri siapa aktor dibalik ‘permainan’ pasar Paya­kum­buh, siapa yang me­ma­ni­pu­lasi, mengeksploitasi serta me­ngkaburkan sejarah pasar. Se­mentara lanjutnya lagi, ada yang bukan pelaku pasar yang melakukan um­buak-umbai (melakukan segala cara) agar bisa mem­peroleh beberapa petak pa­sar yang pada akhirnya kem­bali dis­e­wakan kepada pela­ku aktifis pasar. Dan ini harus se­gera dituntaskan. (h/dn/ddg)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]