Pemko Sawahlunto Desak PLTU Ombilin Beli Batu Bara Lokal


Rabu, 06 April 2016 - 04:04:44 WIB
Pemko Sawahlunto Desak PLTU Ombilin Beli Batu Bara Lokal WALIKOTA Sawahlunto Ali Yusuf dan Wakil Walikota Ismed di kawasan tambang batu bara Parambahan Sawahlunto. (DIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN—Pemerintah Kota Sawahlunto mendesak PLTU Sektor Ombilin membeli pasokan batu bara dari perusahaan pertam­bangan lokal. Desakan itu akan dilakukan dengan melayangkan surat ke pihak PT PLN (Persero), agar segera melakukan kontrak pembelian dengan perusahaan lokal.

Bagi Pemerintah Sawahlunto, pem­belian batubara dari perusahaan lokal oleh PLTU Ombilin memiliki arti penting. Pasalnya, ribuan pekerja menggantung­kan hidup dari produk tambang tersebut.

Semenjak awal tahun 2016, dari 13 IUP batu bara yang berada di Sawahlunto, be­lum satupun yang mendapatkan kontrak dari perusahaan yang memproduksi listrik berke­kuatan 200 megawatt itu.

“Dalam satu atau paling lam­bat dua hari ini, Pemerintah Sawahlunto akan melayangkan su­rat untuk mendesak PLTU Sektor Ombilin maupun PLN, untuk segera membeli pasokan batu bara dari perusahaan lokal,” ujar Wali­kota Sawahlunto, Ali Yusuf kepada wartawan, Selasa (5/4).

Menurut Ali Yusuf, jika pun PLTU Ombilin atau PLN belum bisa melakukan kontrak pem­belian untuk satu tahun, setidak­nya dapat melakukan pembelian spot atau  pembelian untuk sementara.

Kapasitas pemerintah dalam persoalan ini, ujarnya, sebagai mediator perusahaan pertam­bangan lokal dengan PLTU Sek­tor Ombilin. Perusahaan per­tam­bangan lokal dalam ber­aktifitas memiliki tenaga tenaga kerja yang tidak sedikit.

Lebih kurang 3 ribu pekerja tambang atau kepala keluarga, yang di setiap keluarganya juga memiliki istri dan anak, akan terganggu perekonomian mereka.

Kondisi karyawan di perusa­haan tambang batu bara yang ada di Kota Sawahlunto sudah mulai gelisah. Pasalnya, ada perusahaan yang semenjak Januari 2016, hingga saat ini belum bisa mem­bayarkan gaji karyawannya.

Hal itu, lanjut Ali Yusuf, tidak bisa dibiarkan berkepan­jangan. Sebab, akan mempe­ngaruhi perekonomian ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan itu.

Karyawan perusahaan tam­bang, malah serba susah. Sebab, melihat kondisi perusahaan yang memang tidak melakukan pen­jualan, karyawan juga tidak bisa memaksakan kehendaknya.

“Rata-rata, kami sudah dua hingga tiga bulan tidak menerima gaji. Sebab, perusahaan belum melakukan penjualan terhadap batubara yang telah ditambah,” ujar Andra (35) karyawan salah satu perusahaan tambang di ka­wa­san Perambahan Sawahlunto.

Bahkan, lanjut pria beranak satu itu, ada perusahaan yang kini tanggal kalendernya sudah me­lebihi angka 100 hari. Sebab, sudah lebih dari tiga bulan tidak bisa membayarkan gaji karyawan.

Sedangkan, stok file batubara di setiap perusahaan tambang di Kota Sawahlunto, terlihat penuh dengan batubara.

Direktur CV. Bara Mitra Kencana, H. Jhon Reflita me­ngung­kapkan, belum adanya transaksi antara perusahaan tam­bang dengan pihak PLTU Sektor Ombiln, tidak terlepas dari per­ma­salahan harga batubara lokal, yang lebih murah ketimbang batu bara dari luar Sawahlunto.

Harga batubara dari luar Sawah­­lun­to, dengan kalori 5200 Gar, dihargai Rp659 ribu per satu ton. Sedangkan batubara lokal dengan kalori yang lebih baik, malah hanya dibanderol Rp632 ribu per satu tonnya.

“Harga yang dipasang PLN tidak cocok. Batu bara dengan kualitas bagus dengan kalori yang lebih tinggi, malah dibaderol lebih murah ketimbang batubara luar Sawahlunto yang kalorinya lebih rendah,” ujar Jhon.

Jhon Reflita sendiri, jika tidak mendapatkan solusi terkait pen­jualan batubara serta harga di PLTU Ombilin,  berencana akan merumahkan 500 pekerja.

Sementara itu, berembus kabar di tengah karyawan tam­bang, jika tidak ada solusi dalam penjualan pasokan batubara ke PLTU Sektor Ombilin, akan melakukan de­monstrasi ke PLTU Ombilin, Balaikota Sa­wah­­lunto, dan DPRD Sa­wahlunto.

Sebelumnya, Kamis (31/3) lalu, Komisi VII DPR RI, yang diketuai H. Mulyadi, bersama H. Endre Syaiful, Ario Djoyoha­dikusumo, Suprayitno, M. Nasir melakukan kunjungan kerja PLTU Sektor Ombilin.

Kunjungan kerja anggota Ko­misi VII DPR RI itu, terkait persoalan kebutuhan suplai ba­han bakar batu bara di PLTU Ombilin. Anggota DPR RI ber­janji akan membantu mencarikan solusi yang dihadapi pengusaha pertambangan lokal. Soalnya, PLTU Ombilin dibangun dengan menggunakan bahan bakar spe­sifik batubara Sawahlunto yang berkalori tinggi.

Saat itu, pengusaha pertam­bangan lokal yang juga tampak hadir menyatakan mampu meme­nuhi suplai batu bara untuk kebutuhan bahan bakar PLTU Sektor Ombilin.(h/adv)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]