Mengatasi Masalah Remaja

Curhat dan Solusi Bersama Rekan Sebaya


Rabu, 06 April 2016 - 15:12:44 WIB

PADANG, HALUAN—Ke­hidupan remaja sangat me­nentukan masa depannya nanti. Pada 2010, remaja usia 10-24 tahun itu di Sumbar sangat banyak jumlahnya, sekitar 1.340.052 jiwa atau sekitar 27,65 persen.

Melihat jumlahnya yang sangat besar itu, maka remaja sebagai generasi penerus bang­sa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat jasmani, rohani, mental dan spiritual. Namun penelitian me­nunjukkan, remaja mem­punyai per­ma­sala­han yang sangat kom­pleks seiring masa tran­sisi yang dialami remaja.

“Masalah yang me­nonjol di kalangan re­maja itu antara lain se­putar seks bebas, HIV/AIDS dan narkotika dan obat berbahaya,” kata Kepala Badan Pem­ber­dayaan Perempuan dan KB Sumbar, Ratnawilis saat menjadi nara­sum­ber pada Pelatihan Kon­selor dan Pendidik Se­baya bagi Pusat Infor­masi Konseling (PIK) se-Sumbar, Selasa (5/4) di Padang.

Remaja mengalami masa transisi yang unik dan khusus ditandai ber­bagai perubahan fisik, emosional dan psikis. Perubahan yang cukup besar ini membingungkan remaja dan mereka memerlukan pe­ngertian, bimbingan dan du­ku­ngan lingkungan seki­tar­nya. Namun, mereka cen­drung lebih terbuka untuk bercerita atau ‘curhat’ pada rekan sebaya daripada ter­buka pada orangtua atau guru.

Untuk merespon per­soa­lan remaja, pemerintah telah memfasilitasi terbentuknya Pusat Informasi dan Kon­seling bagi Remaja (PIK-R) untuk menjalankan program Penyiapan Kehidupan Ber­keluarga bagi Remaja (PK­BR). PIK-R ini adalah wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja, terutama dalam memberikan informasi pela­yanan konseling tentang kese­hatan reproduksi.

“Untuk itu, maka digelar pelatihan konselor dan pen­didik sebaya bagi anggota PIK Remaja di Sumbar, yang pe­ser­tanya adalah para remaja juga,” katanya.

Para konselor nantinya dapat membantu rekan seb­a­yanya dalam menghadapi masalahnya, termasuk meren­canakan kehidupan selan­jutnya, remaja perlu men­dapatkan informasi yang te­pat dan benar tentang kehidupan berkeluarga. Sehingga mere­ka memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup ten­tang konsep kehidupan berke­luarga, termasuk informasi mengenai kesehatan repro­duksi.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Yulmiati me­nye­butkan, pelatihan ini diikuti 105 peserta anggota PIK Re­maja dan dibagi dalam 3 ang­katan. Narasumber yang diha­dirkan selain dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Sumbar, juga dari Perhimpunan Konselor Phi­si­ting HIV Indonesia (PKPHI), Dinas Kesehatan Sumbar dan motivator Boy Hadi Kurniawan.

“Tujuan kegiatan ini ada­lah untuk memberikan keterampilan dan prinsip dasar sebagai konselor sebaya dan pendidik sebaya serta terwujudnya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resioko Triad KRR,” katanya. (h/vie)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]