Ribuan Batang Kayu Bakau Gagal Diselundupkan


Kamis, 07 April 2016 - 02:34:57 WIB

PEKANBARU, HALUAN — Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Polisi Air Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan batang kayu bakau, Selasa (5/4). Kayu-kayu tersebut diduga hasil penebangan ilegal.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (5/4) sore. Dikatakan Guntur, penyeludupan itu dilakukan dengan meng­gunakan Kapal Motor (KM) tanpa nama.

“Penangkapan dilakukan di wilayah perairan Polda Riau dengan koordinat 1.13.141 N 102.31.380 E. Diduga kayu bakau berjumlah 1000 batang itu renacananya akan dibawa menuju ke Malaysia untuk dijual kembali dengan harga tinggi,” ungkap Guntur kepada Haluan Riau.

Lebih lanjut Guntur menyebut kalau saat Polda penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan nakhoda kapal bernama Hafis (25) dan seorang Anak Buah Kapal yakni Herizal (37).”Keduanya me­rupakan warga Desa Bandul,” terang mantan Kapolres Pelalawan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, polisi juga mengamankan satu buku paspor atas nama Hafis dan sebuah bendera Malaysia.

Diterangkan Guntur, pengungkapan tersebut bermula saat Kapal Patroli Pol IV 2005 melakukan patroli rutin dan melihat kapal motor tanpa nama yang terlihat mencurigakan. Petugas lalu melakukan pengejaran dan pemeriksaan dokumen pengakutan kayu bakau yang diduga ilegal.

Karena curiga, anggota Dit Polair yang sedang melakukan patroli kemudian meng­hentikan kapal motor tersebut untuk dilakukan pemeriksaan kapal dan muatan. Ternyata memang tidak memenuhi prosedur.

“Lalu dicek muatannya ternyata berisi ribuan batang kayu bakau tanpa dilengkapi dokumen. Kuat dugaan rencananya ribuan batang kayu tersebut akan dijual kembali,” terang Guntur.

Saat ini, kapal motor yang diduga tidak memiliki dokumen yang sah tersebut, beserta barang bukti lainnya telah di­amankan guna proses penyelidikan dan pengembangan selanjutnya.

“Terhadap tersangka akan dijerat de­ngan Pasal 50 ayat (3) huruf h junto asal 78 ayat (7) Undang-Undang RI Nomor 41 tahun 1999 atau UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pem­berantasan Perusakan Hutan,” tandas Guntur. (dod)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Mei 2019 - 19:59:26 WIB

    Siang ini di Pangkalan, Sampan Hias dan Ribuan Warga Bakal Meriahkan Potang Balimau

    Siang ini di Pangkalan, Sampan Hias dan Ribuan Warga Bakal Meriahkan Potang Balimau PANGKALAN, HARIANHALUAN.COM – Nagari Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota kembali menghelat acara tradisi Potang Balimau 2019. Acara rutin yang digelar sehari sebelum masuk bulan Puasa itu dilaksanakan besok, Mingg.
  • Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:16:44 WIB
    TANGKAP DAN ADILI AHOK

    Hari Ini, Ribuan Massa Gelar Aksi Damai

    PEKANBARU, HALUAN — Ribuan massa ber­bagai elemen, mulai dari ormas Islam, mahasiswa, ulama dan lain sebagainya, bakal menggelar aksi damai di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (15/10) pagi..
  • Jumat, 26 Agustus 2016 - 03:27:34 WIB
    SATU TEWAS, LIMA MOTOR DIBAKAR

    Ribuan Warga Kepung Polres Meranti

    Ribuan Warga Kepung Polres Meranti SELATPANJANG, HALUAN — Ribuan masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8) siang..
  • Selasa, 23 Februari 2016 - 02:25:13 WIB
    Pendataan Kebutuhan SKPD

    Ribuan Honorer Dievaluasi Tertulis

    PELALAWAN, HALUAN — Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pelalawan me­ngaku bahwa pada saat ini evaluasi terhadap 5.000 lebih tenaga honorer dalam taha­pan proses pendataan kebu­tuhan kuota per SKPD..
  • Senin, 19 Oktober 2015 - 19:13:22 WIB

    Ribuan KK Miskin Masih Huni Rumah Tidak Layak Huni

    SELATPANJANG, HALUAN — Ribuan keluarga miskin di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini masih menghuni rumah tidak layak huni. Tersebar di desa-desa yang ada terutama di daerah pelosok, yang belum memiliki.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]