KPRI Kogussel Kab. Solok Paantok Tangih Anggota


Kamis, 07 April 2016 - 02:58:42 WIB
KPRI Kogussel Kab. Solok Paantok Tangih Anggota Pengurus dan karyawan KPRI Kogussel berfoto bersama di depan kantornya, di Jl. Raya Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, akhir Maret lalu. (RUSDI BAIS)

SOLOK, HALUAN — Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kogussel adalah salah satu koperasi terbaik di Kabupaten Solok. Koperasi yang berkantor di Jl. Raya Koto Baru, Kecamatan Kubung ini, mempunyai anggota 451 orang hingga akhir Desember 2015. Sebagian besar anggota adalah guru.

Usaha yang dijalankan adalah unit simpan pinjam. Kekayaan bersih koperasi ini pada 2015 mencapai Rp5,3 miliar, meningkat dari tahun 2014 yang sebesar Rp4,4 miliar.

Berbicara di kantornya pada akhir Maret 2016,  Ke­tua KPRI Kogussel, Dam­surifli mengatakan, setiap anggota dapat dilayani dengan pinjaman paling besar Rp50 juta, dilunasi dalam jangka 60 bulan.

Selain itu, koperasi juga menyediakan bermacam ba­rang kebutuhan anggota, mu­lai dari alat tulis, barang elektronik, perabot dan kebu­tuhan rumah tangga dengan sistem penjualan kredit. Nilai kredit maksimal Rp7 juta, cicilan 20 bulan. Pinjaman insidentil maksimal Rp5 juta. Bunga pinjaman rata-rata 1,1 persen per bulan. “Koperasi ini paantok tangih (pereda tangis, red-) bagi anggota,” ungkap seorang anggota yang diaminkan segenap pengurus.

 Didampingi Zainuddin (Wakil Ketua), Jonrison (Se­kretaris), dan Afrida (Badan Pengawas), Damsurifli men­jelaskan, selama 2015, jum­lah pinjaman yang disalurkan kepada anggota mencapai Rp7,93 miliar lebih, mening­kat dari tahun 2014 yang sebesar Rp6,23 miliar lebih. 

Dari besar pinjaman yang dikucurkan itu, koperasi me­me­roleh jasa pinjaman se­besar Rp856,7 juta lebih. Pendapatan lainnya sebesar Rp17,8 juta dan pendapatan administrasi Rp40 juta. Total pendapatan atau Sisa Hasil Usaha (SHU) kotor selama 2015 mencapai Rp914,3 juta, sementara total pengeluaran selama 2015 sebesar Rp645,8 juta lebih. Dengan demikian, ko­perasi ini membukukan SHU sebesar Rp268,4 juta, meningkat dari tahun 2014 hanya Rp214,3 juta.

Untuk melayani kebutu­han anggota selama ini, kope­rasi masih mengandalkan pinjaman dari pihak ketiga, di samping dana koperasi beru­pa simpanan pokok dan sim­panan wajib anggota. Simpa­nan pokok sebesar Rp­100.­000, dan hingga akhir Desem­ber 2015 berjumlah Rp44,67 juta, sementara simpanan wajib Rp200.000 per bulan, hingga akhir 2015 mencapai Rp4,5 miliar lebih. 

Menurut Damsurifli, pe­ngu­rus dan anggota sepakat bahwa pertengahan tahun 2017, koperasi ini bebas dari pinjaman pihak ketiga. Cara­nya, diperkuat permodalan  melalui tabungan keluarga yang dibuka oleh koperasi. Anggota diharapkan menyim­pan uangnya dalam bentuk tabungan keluarga, bunga diberi koperasi sebesar  0,7 persen per bulan.

Kemudian guru-guru yang memperoleh tunjangan (ber­ser­tifikat) sepakat untuk me­nyi­sihkan Rp1 juta per orang per triwulan untuk disimpan di koperasi. Sebanyak 231 orang dari 451 orang anggota adalah guru yang sudah ser­tifikasi, dan menerima tun­jangan sekali tiga bulan. Set­iap guru menerima berkisar Rp9 juta hingga Rp12 juta. Artinya, setiap tiga bulan mengalir dana sebesar Rp231 juta atau Rp924 juta per tahun. “Jumlah tersebut sangat mem­ban­tu koperasi,” ujar Zainuddin.

Pengurus optimistis target akan tercapai. Loyalitas ang­go­ta tidak perlu diragukan la­gi. Itulah yang membuat ko­pe­rasi ini makin berkem­bang dan memiliki kantor sendiri, ba­ngunan permanen beru­ku­ran 10x16 meter di atas tanah seluas 840 meter persegi.

“Dulu kami menumpang di kantor UPT berukuran 3 x 4 meter. Bertahun-tahun me­ngu­rus koperasi di ruang sempit. Alhamdulillah,  ta­hun 2005 kami sudah bisa me­nempati kantor baru ini,” ucap Damsurifli, yang sudah lima periode dipercayai seba­gai ketua.

Kemajuan koperasi ini, ung­kap Damsurifli, meru­pa­kan impian pendiri dan ang­go­ta, karena koperasi ini di­ben­tuk 2 Mei 1972,  saat eko­no­mi guru-guru sangat susah. Se­mua guru terlilit utang. “Ke­tika menerima gaji pada awal bulan, uang sudah di ta­ngan, tapi kami ditunggu oleh pe­nagih utang. Sekarang, Al­ham­dulillah suasana sudah ja­uh berubah,” imbuhnya. (h/rb)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 18 Agustus 2016 - 03:26:00 WIB

    KPRI Kantor Gubernur Sumbar Makin Diminati

    PADANG, HALUAN — Koperasi Pegawai RI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumatera Barat (KPRI-UKG­­SB) mengundi hadiah yang diberikan kepada ang­gota koperasi itu di guber­nuran, Jumat (12/8). Widyan Ningrum, Pegawai Negeri Sip.
  • Kamis, 31 Maret 2016 - 04:03:21 WIB
    Selama 2015

    KPRI Kemenag Kota Solok Salurkan Pinjaman Rp2 M

    KOTA SOLOK, HALUAN — Kepercayaan anggota ter­ha­dap pengurus dan kepiawaian pengurus mengelola usaha dan administrasi sangat me­nen­tukan kemajuan koperasi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Koperasi Pegawai Repu­blik In.
  • Kamis, 10 Maret 2016 - 04:19:01 WIB
    Dimekarkan Jadi Dua Koperasi

    KPRI Terjamin dan KPRI Mitra Sejahtera Maju Bersama

    DHARMASRAYA, HALUAN — Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Terjamin Sitiung, Kecamatan Sitiung, Dharmasraya yang dibentuk tahun 2003, terus maju dan menjadi salah satu koperasi terbaik di kabupaten itu. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM