Listrik dan UNBK


Kamis, 07 April 2016 - 03:06:35 WIB

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan meng­gunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk mening­katkan literasi siswa terhadap TIK (Tek­nologi Informasi dan Komunikasi).

Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan me­ngikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Ne­geri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini meng­gunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Bicara soal UNBK, selain persiapan SDM, harus juga disejalankan dengan ke­mampuan pendukungnya. Sebut saja kapa­sitas server, kapasitas jaringan hingga kapa­si­tas pasokan listrik. Untuk listrik, se­benarnya, secara kapasitas terbesar kedua di Asean.

Tahun 2015 lalu sempat dirilis kapasitas listrik terpasang Indonesia mencapai 47.753 Mega Watt (MW) dengan jumlah penduduk 247 juta jiwa.  Sedangkan kapa­sitas listrik terbesar pertama di ASEAN diduduki oleh Thailand yang memiliki kapasitas listrik terpasang 53.854 ribu MW dengan jumlah penduduk 66,785 juta jiwa, seperti dirilis di beberapa media.

Bagaimana dengan Sumbar? Dari bebe­rapa sumber media, PLN di daerah ini, me­miliki enam pembangkit listrik di Sumatera Barat. Bila enam pembangkit tersebut beroperasi normal, maka dapat memenuhi kebutuhan daya listrik di daerah ini.

Bila beroperasi normal, keenam pem­bangkit tersebut mencapai 521,6 MW, sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik pada beban puncak sekitar 436 MW dan di luar beban puncak sekitar 353 MW (belum termasuk PLTU Teluk Siri).

Dengan posisi data seperti itu, layak PLN pede menyampaikan kepada public pelak­sanaan UNBK tak akan terganggu oleh pasokan listrik. Sayangnya, jaminan ini tinggal jaminan saja. Bukti lapangan tak terpenuhi karena pelaksanaan UN hari pertama saja, listrik pudur sudah pudur di kawasan Solok Selatan. Berikutnya juga terjadi di beberapa daerah.

Perlu kiranya cermin bagi PLN sebelum menyampaikan kemampuan diri melayani masyarakat. Kepercayaan diri yang berle­bihan terkadang kerap bisa membuat seseorang alpa dan tak tertutup lembaga layanan publik. Pemerintah, dalam ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentu juga pede program besutannya bisa berjalan lancar karena adanya suara jaminan soal ketersediaan listrik.

Artinya, kondisi ini menggambarkan sinergi antara dua lembaga terkait untuk memenuhi kewajiban pelayanan publik belum terpenuhi. Masih-masing sektor bisa saja saling melengkapi sebelum sebuah program diaplikasikan. Jika memang belum mampu dilaksanakan serentak se Indonesia, bisa saja opsi pelaksanaannya ditata sedemikian rupa. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:54:07 WIB

    Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun

    Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Adimar, nenek berusia 81 tahun di Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung tak henti mengucap syukur. Kunjungan PLN ke rumah kayunya pada hari itu membuatnya benar-benar merdeka..
  • Kamis, 10 Maret 2016 - 04:27:10 WIB

    Krisis Listrik dan Jurus Taoge yang Tidak Mangkus

    Krisis Listrik dan Jurus Taoge yang Tidak Mangkus Apa hubungan ekonomi dengan kecambah kacang hijau? Bisa-jadi, kecambah kacang hijau ataupun kita sebut taoge itu di­jadikan komoditas ekonomi. Baiklah, saya gan­ti pertanyaan: apa perbedaan ekonomi de­ngan taoge? Hebatnya .
  • Jumat, 04 Maret 2016 - 03:28:20 WIB
    Demi Penerangan

    Warga Badoncek Bayar Listrik Selter

    Warga Badoncek Bayar Listrik Selter Gempa yang melanda Sumbar pada Rabu (2/3) membuat masyarakat panik. Mitigasi yang selama ini sering dilalukan tidak berjalan maksimal. .
  • Jumat, 22 Januari 2016 - 03:52:05 WIB

    Miris! Warga Kota Besar Belum Terjamah Listrik

    Ternyata masyarakat yang sama sekali be­­lum terjamah listrik bukan saja di Nagari Ga­rabak Data, Kabu­paten Solok. Tetapi masyarakat yang belum beruntung, karena tidak bisa menikmati tegangan listrik juga ada di Ibukota .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]