Inpres II Sepi Pembeli

Pedagang Jualan ke Simpang Kandang


Kamis, 07 April 2016 - 03:36:07 WIB

PADANG, HALUAN —  Akibat sepi pengunjung di bangunan Inpres II, sejumlah pedagang memboyong barang dagangannya ke luar bangunan yang lebih dekat ke Simpang Kandang.

Perbuatan tersebut dila­kukan jika petugas pasar sudah tidak mengawasi dan luput dari peng­lihatan. Pan­tauan Haluan, Rabu (6/4) di Inpres II,  sebagian peda­gang hanya bermenung me­nunggu pembeli yang da­tang.

Salah seorang pedagang di Inpres II Yen (53) menga­takan sejak pindah ke ba­ngunan baru omsetnya me­nurun dan malah merugi karena barang dagangannya harian yang harus segera dihabiskan.

Yang berbelanja tak lain hanyalah mereka yang su­dah berlangganan ataupun pengunjung yang sengaja membeli seperangkat ke­butuhan bahan pokok.

“Bagi yang punya ken­daraan mungkin akan ke sini dan itupun langganan kami di sini. Namun jika hanya membeli sekedarnya saja paling tidak ada yang masuk ke sini karena barang da­gangan yang dicari sudah ada di tepi jalan di bawah sana,” ujarnya.

Dikatakannya, sejak pin­dah ke Inpres II banyak pe­dagang yang merugi ka­rena barang dagangan se­perti sayur mayur dan lain­nya tak laku hingga mem­busuk. Untuk menyiasati hal tersebut, ba­nyak pedagang yang mem­boyong barang dagangannya ke luar untuk dihabiskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Padang En­drizal menyampaikan bahwa butuh waktu untuk me­ngem­­balikan keadaan se­perti semula se­hingga pe­dagang tetap harus bersabar dan taat aturan.

“Memang untuk me­ngem­balikan keadaan se­perti semula butuh waktu dan proses yang harus dija­lani dengan sabar. Selain itu, tindakan tidak melanggar juga akan membantu mem­benahi pasar. Jika semua kembali bandel maka yang rugi juga pedagang,” te­rangnya.

Dilanjutkannya, diha­rapkan kepada seluruh pe­da­gang supaya tetap patuh dan tidak bandel karena peraturan tetap akan dite­gakkan. Jika minta keadilan maka jawabannya adalah proses karena saat ini Inpres III sedang dalam tender.

PAD Terealisasi Seper­tiga Target

Sementara itu penca­paian target Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) 2015 Dinas Pasar hingga triwulan 1/2016 sebanyak Rp3,4 miliar dari target 2016 sebesar Rp9 miliar.

“Angka tersebut sudah lumayan besar karena se­perti Iwapi, Rajawali dan Copas terkena gempa dan tidak ada retribusinya. Se­dangkan faktor paling besar dalam PAD yaitu retribusi harian dan bulanan.

Kemudian, pada blok I terkendala persoalan hu­kum dan itupun PAD nya sebesar Rp3 miliar. Jadi banyak kendala di tahun kemarin,” papar Kepala Dinas Pasar Padang En­drizal.

Meski demikian, End­rizal bertekat dan optimis pada 2016 ini target yang harus dicapai melebih pada tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp12 miliar. Tentu saja dengan berbagai ma­cam usaha yang keras dan pencapaian yang matang.

Kembali ia menjelaskan, dalam pencapaian tersebut be­rupa menaikkan tarif ret­ri­busi yang saat ini tarifnya sesuai Perda. Kemudian, mengintensifkan.

“Kita juga akan inten­sifkan dan produktivitaskan potensi yang ada di ka­wasan Pasar Raya maupun di pasar satelit. Kemudian, akan men cek ulang luasan yang dipa­kai oleh Pedagang Kaki Lima (PKL),” tam­bahnya.

Semua perencanaan ter­sebut sudah diatur dan di­rapatkan dengan semua pihak di lingkungan Dinas Pasar. “Kita optimis akan capai target, setidaknya bisa lebih besar PADnya dari tahun kemarin,” tukasnya.

Dilanjutkannya, pada tahun 2016 ini, Dinas Pasar juga akan menagih pem­bayaran kepada SPR yang telah dijanjikan SPR pada tengah tahun 2016 ini.  (h/win)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]