Wako dan Wawako Serap Aspirasi Warga


Jumat, 08 April 2016 - 03:35:20 WIB
Wako dan Wawako Serap Aspirasi Warga Wakil Walikota Solok Reinier berdialog denan petani di Kelurahan VI Suku Kecamatan Lubuk Sikarah Rabu(6/4) dalam dialog itu Wakil Walikota Solok meminta peranan penyuluh pertanian dalam peningkatan kesejahteraan petani. (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Wa­likota Solok Zul Elfian dan Wakilnya Reinier hadir dalam pertemuan kelom­pok tani Gurun Bagan Sai­yo Kelurahan VI Suku Ke­camatan Lubuk Sikarah Rabu(6/4). Kehadiran pe­tinggi Kota Solok itu seba­gai wujud mendengarkan aspirasi petani dalam upaya percepatan komunikasi de­ngan Walikota.

Dihadapan anggota ke­lom­poktani, Walikota me­minta agar petani harus mampu melakukan diver­sifikasi usaha tanpa hanya terpokus 1 sektor tanaman padi saja, apalagi di ka­wasan RT 01/02 Gurun Bagan  tidak memiliki iri­gasi teknis untuk sawah. Untuk turun ke sawah ha­rus berpedoman pada mu­sim.

Jika dilakukan diver­sifikasi usaha, petani bisa menambah pendapatan, jika selama ini hanya meng­harapkan hasil padi, tapi jika musim kemarau bisa menanam tanaman pala­wija sesuai dengan siklus musim. Tanaman palawija seperti kacang-kacangan yang hendak diusahakan haruslah yang punya pangsa pasar.

Sejalan dengan itu di pekarangan rumah jangan hanya mengusahakan bu­nga-bungaan semata, mela­inkan bisa menanam tana­man yang produktif, dian­taranya berupa tanaman sayuran. Sebut saja terung, cabai, bayam dan kang­kung. Dengan bermacam usaha tanaman sayuran, petani tidak lagi membeli sayur ke pasar. Kebutuhan sayur bisa dipasok dari pekarangan rumah.

Kawasan Gurun Bagan lanjut Walikota memiliki areal yang luas, lahan peka­rangan yang memadai, ber­beda dengan kawasan peru­mahan padat penduduk. Oleh karenanya, petani bisa juga mengusahakan ternak itik. Untuk 1 keluarga de­ngan memelihara itik 15 ekor bisa menambah pen­da­patan dengan menjual telurnya. Rata-rata saja itik bertelur 10 buitr/hari de­ngan harga Rp 3.000/butir sudah menghasilkan uang Rp 30.000/hari

Itu baru dari itik, ditam­bah lagi dengan usaha sa­yuran yang bisa dijual, kang­kung darat saja Rp 1.000/ikat, terung juga demikian, bayangkan uang yang bisa diperoleh dari usaha pekarangan. Namun demikian semua bisa ter­wujud dengan semangat kemandirian dan tekat un­tuk merubah pereko­no­mian keluarga.

Dalam kesempatan itu, petani juga meminta pada Walikota Solok untuk bisa membangunkan irigasi air permukaan untuk mengairi sawah seluas 30 hektar di daerahnya, caranya dengan mengalirkan air melalui pipa dari Payo, seperti layak­nya pengadaan air sistim PDAM. Jika irigasi ada, otomatis petani bisa turun ke sawah 3 kali se­tahun. (h/alf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]