Perpustakaan di Sumbar Mulai Berbenah


Jumat, 08 April 2016 - 04:07:21 WIB
Perpustakaan di Sumbar Mulai Berbenah

PADANG, HALUAN — Pemerintah mulai men­yadari pentingnya keberadaan per­pustakaan di tengah masyarakat. Tidak puas dengan model perpustakaan yang selama ini terkesan sepi, banyak debu menempel, kini per­pus­taka­an mulai dibenahi, agar minat baca ma­sya­rakat meningkat. Seperti mem­buat desain ruangan yang nyaman dan menambah sejum­lah fasilitas tambahan seperti wifi dan ten­tunya mesin pencari buku digital.

Perpustakaan juga ma­suk dalam delapan standar la­yanan pendidikan yang akan dinilai oleh Badan Akre­ditasi Sekolah dan Madrasah (BA S/M). Deng­an kondisi ini, banyak se­ko­lah yang mulai menyadari pentingnya membenahi per­pus­takaan. Tidak hanya untuk ke­pen­ting­an akre­ditasi sekolah tapi juga untuk meningkatkan minat siswa mem­per­guna­kan per­pus­takaan sekolah untuk belajar.

SD N 08 Kampung Baru Padusunan Kota Pariaman, merupakan sekolah yang baru memiliki ruangan yang baik untuk dijadikan per­pustakaan. Selama ini pihak sekolah hanya mengan­dal­kan sedikit ruang dari ru­ang­an majelis guru untuk men­yimpan buku-buku sekolah.

“Selama ini, buku-buku perpustakaan berada di ru­ang­an guru. Walau minat siswa untuk membaca buku tersebut tinggi, tetap tidak bisa tersalurkan karena kha­watir mengganggu guru,” kata Azral Malvinas, guru SD N 08 Kampung Baru Padusunan, Pariaman, kepa­da Haluan ketika dihubungi Kamis (7/4) malam.

Buku yang tersedia di pustaka secara umum ter­diri dari buku pegangan belajar dan buku umum. Buku pelajaran diberikan pemerintah secara berkala untuk menunjang kelan­caran Kurikulum 2013. Se­dang­kan buku umum, di­ban­ding tahun sebelumnya tidak ada penambahan.

“Anggaran dari sekolah yang dikhususkan untuk pustaka, selama ini belum ada,” ucap Azral. Namun akan dianggarkan karena sekolah sudah mempunyai pustaka. Anggaran ini di­guna­kan untuk menambah beberapa buku dan meleng­kapi fasilitas pustaka.

Berbeda dengan SDN 08 Kampung Baru, Yari Inter­national School sudah lebih awal mengajarkan kepada siswanya untuk me­manfaat­kan perpustakaan secara baik. Perpustakaan pun bagi siswa Yari International School tidak terbatas pada buku-buku yang tersusun rapi yang berada di sebuah ruangan atau gedung yang bagus. Karena sistem pen­didikan karakter yang di­terap­kan Yari membuat siswa Yari menjadikan ling­kungan sebagai per­pus­takaan­nya. Seperti sosial media, internet, pening­galan sejarah, dan instansi atau lembaga.

 “Ketika siswa belajar tentang gaya gesekan, me­reka dibawa naik perahu. Siswa ingin mengetahui istilah dalam pemerintahan, mereka di bawa ke DPRD Sumbar,” kata Rafika Putri Sania, SS, Kepala SD Yari International School, ke­pada Haluan saat ditemui di sekolah tersebut, Padang, Kamis (7/4).

 Pendidikan karakter di Yari mengajarkan siswa untuk memahami, bukan untuk menghafal. Yang di­pa­hami bukan sebatas pe­lajaran saja, tetapi juga peris­tiwa yang terjadi di ling­kung­an, daerah, dan dunia.

Menurut Rafika, pihak sekolah selalu mem­per­hati­kan kebutuhan siswa akan buku ini. Di antaranya men­yed­iakan koleksi buku dari nasional maupun inter­nasional.

Sementara itu, di Per­pus­takaan Daerah lebih akrab disebut Pusda milik Pe­me­rintah Provinsi Su­ma­tera Barat memperlihatkan ani­mo masyarakat yang be­sar mengunjunginya setelah di­re­hab habis-habisan dan di­dirikan lagi pada tahun 2014.

Kabid Pelayanan Um­um Perpustakaan Daerah Sumatera Barat, Reni De­la­fina, SS mengatakan rata-rata kunjungan ke per­pus­ta­kaan ini mencapai 400-500 orang setiap harinya. Deng­an dominan pengunjung adalah mahasiswa sebanyak 70 persen.

“Sejak peresmian ge­dung baru Pusda ini di tahun 2014, terjadi peningkatan tajam pengunjung dari ta­hun ke tahun. Bahkan dari bulan Januari hingga April 2016 ini, sudah 9.000 pe­ngun­jung mendaftarkan diri untuk menjadi anggota pu­s­taka. Sekarang tingkat kun­jung­an Pusda sudah mulai ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” terang Reni.

Karena perpustakaan da­erah untuk publik, kata­nya, seluruh kalangan boleh me­manfaatkan fasilitas yang tersedia. Apabila ada dari pengunjung yang tidak taat dengan aturan, akan ada sat­pam dan pengawas yang me­man­tau aktivitas pengunjung.

Berdasarkan pantauan Haluan, Kamis (7/4), di beberapa titik dinding ge­dung berlantai empat di Pusda ini terlihat pe­ngun­jung duduk berkelompok. Di sebuah meja petak ber­warna merah, duduk empat mahasiswi yang sibuk de­ngan laptop dan buku yang ada di atas meja. Gelagat mereka tidak seperti para pengunjung lain yang duduk tenang sambil membaca.  Sesekali mereka pergi ke mesin pencari digital yang ada di dekat jenjang per­pustakaan. Setelah itu me­reka berjalan di antara rak-rak buku dan mengambil beberapa buku. Kemudian kembali lagi ke tempat du­duk­nya dan langsung mem­bolak-balikkan halaman buku sembari berdiskusi. Penggunaan mesin digital ditambah suasana yang nya­man, memperlihatkan Pus­da ini sudah mulai berbenah.

“Kami sedang membuat tugas kelompok bang. Tugas ini harus dikumpulkan be­sok,” kata aulia, salah satu pengunjung yang juga maha­siswi Kedokteran Unand.

Ia mengatakan selain dari perpustakaan kampus, tidak ada tempat selain per­pusta­kaan daerah yang memiliki kumpulan buku kedokteran. Bagi ma­ha­sis­wa yang tidak mampu mem­beli buku, dua tempat inilah alternatif me­reka untuk dapat membaca buku secara gratis.

Beda halnya dengan Ke­vin, pelajar salah satu seko­lah swasta di Kota Padang. Ia sering menggunakan fa­silitas Pusda untuk berbagai hal. Mulai dari mencari buku, memanfaatkan wifi gratis untuk mendownload file, hingga sekedar ber­kumpul saja dengan teman-temannya. (h/mg-ang/mg-fyt)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]