Komisaris BUMN Banyak tak Profesional


Jumat, 08 April 2016 - 04:14:38 WIB

JAKARTA, HALUAN —  Ko­misaris dan pengawasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak yang tidak profesional. Akibatnya perusahaan plat merah ini sering merugi dan tidak kompetitif.

 “Sekarang banyak ko­misaris dan pengawas BUMN hanya seremonial, tidak paham soal bidang usaha BUMN. Mereka tidak paham ba­gai­mana pengelolaan keua­ngan pada industri dalam BUMN,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman dalam diskusi Revisi UU BUMN, di Gedung DPR, Kamis (7/4).

Azman menilai, adanya ta­rik-menarik antara ke­pen­tingan usaha dan kepent­ingan politik di tubuh BUMN sulit untuk di­hindari. Di satu sisi, BUMN dituntut untung dan memberi kontribusi pada ne­gara. Namun di sisi lain, pe­nguasa me­nem­patkan orang-orang yang tidak profesional duduk menjadi ko­misaris BUMN.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, kinerja BUMN itu tidak saja ditentukan oleh pemimpin atau direksinya, akan tetapi juga oleh para komisaris dan anggota dewan pengawas.

“Kalau kondisi tersebut tidak berubah, maka Indonesia akan kalah bersaing dengan negara lain, terutama dengan masuknya era Masyarakat Eko­nomi Asean (MEA),” kata pensiunan BUMN semen itu.

Sementara itu, Ketua Ka­mar Dagang dan Industri (Ka­din), Edi Ganefo yang juga men­jadi pembicara dalam dis­kusi tersebut menilai, RUU BUMN yang tengah dibahas di DPR harus lebih fokus, se­hing­ga membuat operasi BUMN lebih efisien.

Dia meminta, agar BUMN tidak berebut pada lahan yang sama dan fokus pada bidang usaha masing-masing. BUMN sektor konstruksi sebaiknya disatukan saja sebagaimana juga BUMN sektor perbankan dan bidang lainnya.

“Dengan demikian, masing-masing BUMN akan memiliki dana yang besar sehingga lebih leluasa dalam berusaha. Selain itu, mereka tidak saling sikut atau justru bagi-bagi proyek seperti arisan,” ujarnya. (h/sam)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 18:45:22 WIB

    Mengenal Ahmad Fikri, Ipar Najwa Shihab di Kursi Komisaris Telkom

    Mengenal Ahmad Fikri, Ipar Najwa Shihab di Kursi Komisaris Telkom HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan perombakan di tubuh direksi dan komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Beberapa nama yang ditunjuk merupakan wajah baru di BUMN..
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 07:40:46 WIB

    Eks Menkominfo Resmi Jadi Komisaris Utama Semen Indonesia

    Eks Menkominfo Resmi Jadi Komisaris Utama Semen Indonesia HARIANHALUAN.COM - Mantan Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) Rudiantara diangkat menjadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggantikan eks Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Rudiantara dipilih m.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 20:25:26 WIB

    XL Axiata Rombak Direksi dan Dewan Komisaris, Berikut Susunannya

    XL Axiata Rombak Direksi dan Dewan Komisaris, Berikut Susunannya HALUANHARIAN.COM -- PT XL Axiata Tbk. (“XL Axiata”) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) 2020, Senin (18/5). Rapat diselenggarakan dalam metode yang berbeda dari sebelum-sebelumnya guna menghind.
  • Jumat, 20 Maret 2020 - 00:22:47 WIB

    Erick Thohir Ganti Dua Komisaris PT Pelni

    Erick Thohir Ganti Dua Komisaris PT Pelni JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengganti dua anggota Dewan Komisaris PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni). Keputusan tersebut berdasarkan surat Kementerian BUMN Nomor SK-84/MBU/03/2020 .
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 00:25:59 WIB

    Pimpinan KPK Tolak Surat Keberatan Komisaris Rossa, Ternyata Ini Penyebabnya

    Pimpinan KPK Tolak Surat Keberatan Komisaris Rossa, Ternyata Ini Penyebabnya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi era Firli Bahuri menolak surat keberatan yang dibuat penyidik Komisaris Rossa Purbo Bekti..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]